Puluhan Ribu Pemirsa Menonton Melalui TV Kable Berlangganan

53.208 Keluarga di Sulsel Berlangganan TV Kabel

Sebanyak 53.208 keluarga di 16 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) terdaftar sebagai pelanggan TV kabel. Belum ada data pelanggan yang valit jumlah pelanggan TV Kabel di Toraja Utara. Di Kabupaten Tana Toraja, pelanggan hampir mencapai angka 1000 keluarga.

“Jika diasumsikan, setiap keluarga terdiri dari ayah-ibu dan dua anak maka rata-rata tayangan TV Kabel ditonton oleh 212.832 orang,” kata Ketua Tim Inisiator Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyiaran TV melalui kabel, Tenri Olle Yasin Lompo, dalam rapat paripurna DPRD Sulsel di Makassar, Senin.

Dari 16 kabupaten/kota, tercatat, Kota Parepare terbanyak pelanggan TV kabel yakni 9.774 keluarga, diikuti Kabupaten Bone 8.820, Bulukumba 8.301, Palopo 5.800, Sinjai 4.500, Makassar 3.780, Wajo 2751, Luwu 2.500, Pangkep 1.700, Selayar 1.500, Pinrang 1.306.

Selanjutnya Kabupaten Gowa, Maros, Luwu Utara, dan Tana Toraja rata-rata dibawah 1.000 pelanggan. Sementara, Kabupaten Jeneponto, Takalar, Bantaeng, Soppeng, Barru, Enrekang, Toraja Utara, dan Luwu Timur belum ada data pelanggan TV kabel.

Asosiasi Pengusaha TV Kabel (Aptekindo) mencatat terdapat sekitar 700 jumlah operator TV Kabel yang beroperasi di Sulsel.

Dari jumlah tersebut, baru 51 operator yang sudah mendaftar untuk proses perizinan di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel, dan baru 19 yang sudah memperoleh Rekomendasi Kelayakan (RK).

Sedangkan, berdasarkan data PT. PLN Sultanbatara, terdapat 320 operator TV Kabel yang menggunakan tiang PLN untuk membentangkan kabel mereka ke pelanggannya.
Operator TV kabel disebut menarik iuran dari para pelanggannya, mulai dari Rp10 ribu sampai Pp77 ribu per pelanggan.

Mendesak, Perda TV Kabel

Dampak kehadiran TV kabel berpotensi melanggar hak-hak orang dan nilai-nilai sosial yang hidup dalam masyarakat apabila penontonnya tidak selektif dalam memilih siaran.

Sebagian siaran hanya menyentuh selera rendah masyarakat, seperti berbagai program acara hiburan yang bersifat pornografis dan cenderung mengandung kekerasan. Tayangan ini sangat tidak mendidik dan tidak cocok dikonsumsi anak-anak.

Atas dasar itu, komisi A DPRD Sulsel menginisiasi pembentukan ranperda penyiaran melalui TV kabel salah satu tujuannya mengatur pembatasan chanel, keseragaman tatif.

Intinya, ranperda yang sementera dalam pembentukan panitia khusus di DPRD Sulsel sebagai upaya perlindungan bagi pemerintah daerah, masyarakat, operator TV kabel dan pemegang hak siar.(MAKASSAR (TCN)

Iklan

LSM Forum Lintas Media Kutuk Pembunuhan Wartawan Sun TV

Penganiayaan terhadap jurnalis atau wartawan yang salah satunya adalah korbannya Ridwan Salamun, wartawan Sun TV yang terjadi di Tual, adalah sebuah tindakan brutal yang dilakukan oknum yang tidak memahami tugas mulia wartawan.

“ Ini menambah daftar keprihatinan kita, bahwa di usia Indonesia yang ke – 65, masih ada warga yang “buta jurnalistik”. Mereka itu tidak memahami tugas wartawan. Ini juga menjadi catatan sejarah panjang penganiayaan wartawan saat melakukan peliputan di lapangan. Kami meminta aparat Kepolisan agar segera menangkap Pelakunya.” Tegas Sulhayat Takdir, SH, Ketua Forum Lintas Media (Forum Lima) di Makassar.

Penganiayaan wartawan yang belakangan meningkat akhir-akhir ini, juga harus menjadi catatan bagi organisasi Pers Indonesia, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, sehingga warga begitu nekad melakukan penganiayaan terhadap jurnalis yang sedang melakukan peliputan berita, utamanya menyangkut sejauh mana peran organisasi pers memberikan sosialisasi tentang peran tugas wartawan kepada masyarakat, agar masyarakat bias melek jurnalistik.

Selain itu, Sulhayat yang juga adalah wartawan anggota PWI, juga menekankan pentingnya keamanan diri bagi seorang wartawan yang hendak melakukan peliputan berita di lapangan, khususnya melakukan peliputan berita yang rawan terhadap resiko seperti yang terjadi di Tual itu.

“Wartawan dalam melaksanakan tugasnya di lapangan, tidak saja mementingkan momen berita, tapi juga harus memperhatikan keamanan dirinya.” Pesan Sulhayat.