Anggaran Pendidikan Selayar Menjadi Lahan Pendapatan Sampingan”

Pelaksanaan Proyek DAK Pendidikan Selayar TA.2010 Dipertanyakan “

Pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khsusus Bidang Pendidikan TA 2010 di Kabupaten Kepulauan Selayar hingga saat ini di nyatakan belum rampung sesuai petunjuk tehnis dan petunjuk operasional pelaksanaannya.Termasuk proses lelang dan pengerjaan pihak ke tiga yang menggunakan anggran pusat bernilai miliaran ini belum rampung. Misalnya proses lelang pengadaan alat laboratoruium dan peraga pendidikan untuk sekolah tingkat dasar dan menengahhingga saat ini belum selesai. Malah proses lelangnya telah di ulang setelah pengumuman dibatalkan oleh panitia pemerintah kabupaten kepulauan Selayar tanpa alasaan yang jelas,ujar Sigit , koordinator Bid.Pendidikan Forum Peduli Selayar (FPS) dalam siaran persnya melalui radio selayar. Lebih lanjut disebutkan bahwa kecenderungan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran bantuan khusus dari pusat pada tahun anggaran 2010 lalu sangat kuat, baik secara tehnis maupun dalam pelaksanaannya dilapangan. Termasuk adanya kongkalikong antara pejabat perencana,pengawas dan pengusaha yang semakin kuat ketika mendapat referensi dari para pemangku kebijakan di jajaran diknas, dewan dan pihak pihak terkait. Bagaimana bisa diterima, bila anggarannya telah cair 100% tapi pelaksnaannya tidak selesai, ujar Sigit dalam keterangan persnya.

Sementara itu disebutkan oleh sumber di Kantor Dinas Pendidikan Selayar (13/7) bahwa pelaksanaan pengerjaan proyek pengadaan Buku dan alat peraga DAK Pendidikan TA 2010 lalu hingga saat ini belum rampung dilapangan oleh pihak ke rekanan pelaksana termasuk pelaporan pengawasan dan survey penyaluran buku ke sekolah-sekolah penerima diwilayah daratan dan kepulauan. Mengenai pengawasannya pihak dinas mengaku belum mendapatkan informasi tambahan namun proses pencairan anggaran telah rampung 100% kepada rekanan pelaksana. Pihak Diknas Selayar mengaku keteterdengan situasi yang ad, pasalnya pertanggungjawaban telah rampung sebagian besar dan tidak sinkron dengan fakta lapangan yang setiap saat laporanya kami terima. Mengenai adanya informasi buku illegal dan tidak sesuai juknis,memang ada masuk tapi kami belum bisa pastikan kebenarannya. Kalau informasi bahwa rekanan belum mendropp buku sesuai jumlah persekolah penerima , memang terjadi, namun rekanan minta tenggang waktu, ujar sumber di kantor diknas yang minta identitasnya tidak di publikasikan.

Dari pantauan media ini disejumlah sekolah penerima memang terjadi hal yang cukup mengherankan karena tidak satupun kepala sekolah yang mau memberi penjelasan. Ada kesan takut bila soal DAK menjadi bahan konfirmasi. Malah setiap wartawan pamit usai melakukan pemantauan dan konfirmasi untuk bahan berita, disiapkan amplop oleh sang nara sumber.

Iklan

Pegawai Kejaksaan Nyambi Borong Proyek Pendidikan Miliaran Rupiah Di Selayar

Nama Pejabat Dan Pegawai Kejaksaan Terdengar Menjadi Pelaksana Proyek DAK Pendidikan 2010 Di Selayar

Dikemanakan Bantuan Buku Dan Alat Peraga DAK 2010 Dari Pusat ?

Sejumlah informasi yang diterima oleh Forum Peduli Selayar terkait bidang Pendidikan di wilayah hukum Kabupaten Kepulauan Selayar dalam tahun 2010 hingga 2011 menjadikan Bidang Pendidikan menjadi target program FPS tahun ini. Laporan dan informasi yang masuk ternyata benar adanya ujar Arsil Ihsan ketua FPS kepada wartawan. Kebenaran yang dimaksudkan adalah informasi mengenai belum tersalurnya anggaran DAK pendidikan tahun kemarin memang benar adanya. Hal ini bisa saja kami sebutkan, karena setelah kami telusuri kebenaran informasinya ke sejumlah sekolah penerima, ternyata memang masih banyak sekolah yang belum menerima buku dan alat peraga dari proyek DAK 2010, ujar Arsil. Selain itu kami juga mendapatkan keganjilan dalam proses pelaksanaan lelang ke dua paket proyek ini, dimana dalam proyek pengadaan alat peraga dilaksanakan dalam tahun 2011, sementara tahun penganggarannya tahun 2010. Selanjutnya proyek ini sempat terulang 2 kali proses lelang tanpa alasan yang jelas.
Arsil Ihsan ketua FPS menyayangkan sikap panitia terkait dan pihak pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang sangat lamban memberikan sikap tegas terhadap para pelaksana proyek pendidikan yang dinilai telah melakukan pelanggaran aturan pengadaan barang dan jasa milik pemerintah. Apalagi yang harus ditunggu bila kemudian yang menjadi korban adalah anak anak sekiolah kita. Ataukah memang benar bahwa proyek pendidikan, khususnya Dana Alokasi Khusus setiap tahunnya adalah merupakan bisnis para petinggi”? ujar Arsil yang sempat menyebutkan bahwa dalam proyek DAK pendidikan 2010 di Kabupaten Kepulauan Selayar khususnya pengadaan buku dan alat peraga dengan nilai miliaran rupiah ada nama pegawai kejaksaan dan seorang petinggi istitusi penyidikan di negeri ini. Kami punya data dan rekaman serta kami siap menyebutkan siapa siapa nama pejabat yang terlibat dalam proyek DAK pendidikan TA 2010, yang pasti bukan Bupati Selayar, kunci Arsil.