Eman : Buka Bukaan Tentang Oknum Demokrat Yang Terlibat Kasus Suap

2zzs4dkSeperti yang diberitakan oleh Sindo News.com pada Sabtu, 21 September 2013 − 11:50 WIB bahwa Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman membuat pengakuan mengejutkan terkait proses seleksi calon hakim agung.

Berdasarkan penuturan Erman, lembaga yang pernah dipimpinnya itu, saat melakukan seleksi calon hakim agung kerap mendapat tawaran dari pihak yang berkepentingan agar calonnya diloloskan sebagai hakim agung.

Pada kesempatan itu, Erman juga mengungkapkan, ketika dirinya melakukan rapat pleno KY, ada oknum politikus Partai Demokrat meminta calonnya diloloskan sebagai hakim agung dengan iming-iming akan memberikan uang sebesar Rp200 juta.

“X, teman di DPR bilang ada dana Rp1,4 miliar, kamu bagi tujuh saja asal diloloskan hakim X,” Kata Eman dalam acara diskusi Polemik Sindo Radio dengan tajuk ‘Transaksionalisasi Ala DPR, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu,(21/9/2013).

Erman menambahkan, tak hanya oknum anggota Fraksi Demokrat yang mencoba menyuap. Menurutnya, oknum anggota fraksi lainnya di DPR juga berupaya meminta agar calonnya diloloskan sebagai hakim agung dengan iming-iming akan memberikan uang.

Tapi, kata Erman usaha itu sia-sia. “Ada anggota Komisi III DPR menitipkan X. Ada tiga orang yang menelepon saya, dan beda fraksi,” ungkapnya.

Adapun alasan Erman tidak mau memenuhi permintaan para oknum anggota DPR tersebut, karena calon hakim agung yang dititipkan itu kurang memiliki integritas yang baik. “Saya menolak meloloskan karena rekam jejaknya kurang baik, meskipun secara akademis pintar,” pungkasnya.

Polemik mengenai adanya transaksi di balik proses seleksi calon hakim agung ini muncul ketika seorang anggota Komisi III DPR terlihat melakukan komunikasi mencurigakan dengan salah satu calon hakim agung di toilet DPR. (*)

Komentar ditutup.