Tentang DPO Korupsi Tiang Listrik Selayar

uuuuuuuuuuuuuuuuuBerikut adalah lansiran pemberitaan media massa terbitan makassar yang menerbitkan adanya tervonis kasus korupsi yang belum di eksekusi sementara kejaksaan agung telah memerintahkan untuk eksekusi :

Kejagung, Segera Eksekusi Terdakawa Korupsi Tiang Listrik Selayar

Kejaksaan Agung memerintahkan Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk segera mengeksekusi Sudirman, terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan tiang listrik di Kabupaten Selayar.

Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel Chaerul Amir, membenarkan adanya perintah dari Kejagung untuk mengeksekusi Sudirman.
“Surat dari Kejagung sudah kami terima ada terkait perintah mengeksekusi segera Sudirman,” kata Chaerul, Sabtu (31/08/2013).
————————————————————next
Sudirman DPO Kasus Korupsi Pengadaan Tiang Listrik Selayar
Tervonis 18 bulan dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan tiang listrik di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, Sudirman (39), ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Warga asal Jalan Dipinogoro, Kelurahan Benteng, Kecamatan Benteng, Selayar ini, ditetapkan DPO sejak tanggal 31 Juli 2013. Direktur CV Mitrasa atau Kuasa Direktur PT Puri Indah Malaqbi ini masuk sebagai DPO setelah penyidik melayangkan panggilan penahanan sebanyak tiga kali. Namun Sudirman tidak pernah hadir.

“Sudirman sudah kita tetapkan sebagai DPO dan kami sudah meminta pihak Kepolisian dan Kejaksaan Selayar untuk melakukan penangkapan terhadap terpidana,” tegas Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel, Chaerul Amir ditemui di Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (2/8/2013)

Kejaksaan Agung Perintahkan Segera Tahan Tervonis Korupsi Tiang Listrik Selayar

KBRN, Makassar: Menjawab surat keberatan atas penahanan yang dilayangkan tervonis korupsi pengadaan tiang listrik Selayar, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus justru memerintahkan untuk segera menangkap Sudirman.

Koordinator Jaksa Penuntut Umum Chaerul Amir saat membacakan surat dari Kejaksaan Agung menyebutkan langkah Penuntut Umum yang menetapkan Sudirman tervonis tiang listrik sebagai DPO sudah tepat dan perintah penahanan dalam putusan banding bermakna perintah Hakim untuk melaksanakan penahanan tetapi bukan pelaksanaan pidana badan.

“Menurut Jampidsus frasa kalimat yang menyatakan perintah supaya terdakwa ditahan harus diartikan sebagai bentuk penetapan dan Jaksa berwenang untuk melaksanakan penetapan hakim berupa perintah agar terdakwa ditahan” Ujar Chaerul Jum’at (30/8/2013)

Dihubungi melalui telpon seluler Udin Labbe Penasehat Hukum Sudirman mengatakan siap untuk melaporkan Jaksa ke Komnas HAM bila kliennya benar-benar ditahan. Menurut Udin Labbe, upaya penahanan jaksa merupakan salah satu bentuk perampasan kemerdekaan karena pidana atas Sudirman yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Makassar 18 bulan penjara, belum memiliki kekuatan hukum tetap dengan diajukannya kasasi.

Peran Sudirman pada pengadaan dan pemasangan tiang listrik beton yang merugikan negara hingga Rp 500 juta dengan cara mengurangi volume pekerjaaan. Sebagai pihak yang diberikan kuasa oleh Rustam Tahir direktur PT Putri Indah Malegbi, Ia bahkan mensubkontrakan lagi pekerjaan kepada pihak lain.

Koruptor Tiang Listrik Diminta Menyerahkan Diri

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan meminta Sudirman, 39 tahun, terpidana kasus korupsi tiang listrik di Kabupaten Selayar, untuk segera menyerahkan diri. “Tim intelijen Kejaksaan juga sudah kami perintah untuk memantau keberadaan Sudirman. Sebaiknya dia menyerahkan diri saja. Karena pasti kami tangkap,” ujar Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat Chaerul Amir, Jumat, 2 Agustus 2013.

Sudirman sudah tiga kali mangkir dari panggilan Kejaksaan untuk ditahan pasca keluarnya putusan penetapan dari hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar. Chaerul mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat serta Kepolisian Resor Selayar untuk memburu Sudirman. Saat ini, Nama Sudirman telah masuk daftar pencarian orang. Wajah dan identitas Sudirman sudah disebar ke beberapa wilayah Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Sudirman mengaku kecewa dengan tindakan Kejaksaan yang menetapkannya sebagai DPO. Menurut dia, turunnya surat panggilan ketiga dari Kejaksaan, sampai hari ini tidak pernah diterimanya. “Adapun dua kali saya tidak hadiri pemanggilan yang dianggap mangkir, karena saya lagi diopname di rumah sakit Selayar. Surat keterangan sakit itu diserahkan ke Kejaksaan,” kata Sudirman.

Sudirman yang mengaku masih berada di Kepulauan Selayar, menjelaskan Kejaksaan belum bisa menahan dirinya karena surat pengajuan kasasi ke Mahkamah Agung sudah dilayangkan. “Dengan sendirinya perintah penahanan itu dimentahkan. Jadi saya heran kenapa dimasukkan dalam daftar buron?” ujarnya.

Sudirman, selaku pelaksana proyek pengadaan tiang listrik di Kepulauan Selayar pada 2009, divonis 1,5 tahun penjara. Dia dianggap terbukti tidak menyelesaikan pekerjaan sehingga menimbulkan kerugian negara. Hakim juga meminta Sudirman membayar denda sebesar Rp 50 juta, serta uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp 600 juta.
————————————————-

Korupsi Tiang Listrik Selayar – Kejati Tetapkan Sudirman Buron

Pelaksana proyek pengadaan dan pemasangan ratusan tiang listrik lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Selayar tahun 2009, Sudirman resmi dinyatakan sebagai buronan.

Penetapan tersebut dikeluarkan oleh Kejati Sulsel sejak Kamis, (1/8) dan resmi memasukkan nama Sudirman dalam daftar pencarian orang (DPO). Selanjutnya, pihak Kejati Sulsel akan melakukan koordinasi dengan kepolisian dan Kejari Selayar dan Satgas Intelijen untuk melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Chaerul Amir mengatakan, surat keterangan masuknya Sudirman sebagai DPO Kejati Sulsel sudah diterbitkan.

“Sejak 1 Agustus 2013, Sudirman terdakwa kasus korupsi pengadaan tiang listrik resmi menjadi DPO Kejati Sulsel. Kami sudah meminta bantuan aparat kepolisian untuk melakukan penangkapan. Tim intelijen Kejati Sulsel juga tengah melakukan pengecekan dan pencarian untuk selanjutnya dilakukan penangkapan,” ungkapnya, kemarin.

Mantan Kajari Tangerang itu menyatakan, eksekusi penahanan yang dilakukan terhadap Sudirman sesuai dengan putusan Pengadilan Tinggi Makassar yang menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Makassar dan diikuti dengan perintah penahanan. Chaerul menekankan, penangkapan dan selanjutnya langkah penahanan terhadap Sudirman dilakukan belum terkait dengan hukuman perkara.

Akan tetapi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan penangkapan berdasarkjan perintah hakim yang dikeluarkan melalui sebuah putusan penetapan. “Terdakwa (Sudirman) sudah dipanggil sebanyak tiga kali, akan tetapi selalu mangkir.” “Eksekusi penahanan dilakukan karena itu adalah perintah dari Pengadilan Tinggi Makassar, sesuai amar putusan yang diterima oleh Jaksa Penuntut Umum.

Sebelum dilakukan penangkapan, kami juga ingin agar terdakwa (Sudirman) bisa menyerahkan diri,” jelasnya lebih lanjut. Diketahui, majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar menjatuhkan hukuman 18 bulan kurungan penjara pada Sudirman yang menjadi pelaksana proyek pengadaan dan pemasangan tiang listrik dilingkup Dinas PU Selayar. Selain itu, Sudirman juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair dua bulan pejara.

Selain itu, majelis hakim Pengadilan Tipikor juga menjatuhkan hukuman kepada Sudirman untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 600 juta subsidair satu tahun penjara. Putusan tersebut kemudian dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Makassar dalam proses banding yang dilakukan Sudirman. Dalam amar putusan majelis hakim, Sudirman dinilai melanggar Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31/1999 yang telah diubah kedalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan tiang listrik di Dinas PU Selayar mencuat setelah pihak kejaksaan menemukan adanya kejanggalan dalam pelaksaan proyek yang anggarannya mencapai miliaran rupiah, seperti dalam proses pekerjaan terdapat kemahalan harga pada setiap satuan barang yang diadakan. Sebelumnya, ChaerulAmirjugamemastikanpihaknya akantetap melakukan eksekusi terhadap Sudirman, walaupun ada keberatan dari pihak Sudirman dan tim penasehat hukumnya.

Menurut Chaerul, eksekusi penahanan dilakukan merupakan bagian dari langkah JPU untuk menjalankan putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Makassar. Sementaraitu, AsistenIntelijen Kejati Sulsel Andi Iqbal Arief mengatakan, saat ini Kejati Sulsel serius untuk memburu semua DPO dalamberbagaikasusdanterusmelakukan koordinasi dengan Kejagung RI.

Dia juga menghimbau agar semua terpidana atau tersangka yang telah dipanggil agar memenuhi panggilan penyidik atau JPU. “Kami harapkan agar semua DPO dapat menyerahkan diri baik-baik, karena kejaksaan menurut dia akan terus memburu para DPO baik itu yang tersangkut kasus korupsi maupun kasus tindak pidana umum,” pungkasnya, kemarin. ● yakin achmad

One response to “Tentang DPO Korupsi Tiang Listrik Selayar

  1. Ping-balik: Tentang DPO Korupsi Tiang Listrik Selayar | The Manuscript Collection Being Alert Data And News From Cyberspace