Meluruskan Benang Merah Data Wikileaks


Data Wikileaks yang membeberkan tentang dugaan korupsi Any Yudhoyono dan keluarganya, serta dipetieskannya dugaan korupsi yang melibatkan Taufik Kiemas patut diberi apresiasi walaupun hanya sekedar dugaan.

Data yang diungkapkan Wikileaks tersebut, justru menunjukkan betapa selama ini elit politik dan lembaga ICW tidak berani mengungkap dugaan korupsi yang ada di sekitar Istana dan elit politik yang berkuasa.

Hal itu dikemukakan Indonesia Development Monitoring dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu 12 Maret 2011.

Menurut Direktur Eksekutif IDM Munatsir Mustaman, selama ini yang menjadi sasaran tembak dari kasus kasus besar yang diduga merugikan negara hanyalah Aburizal bakrie saja  dan PSSI, serta yang terungkap hanyalah kasus kasus kecil yang melibatkan kepala kepala daerah dan mantan menteri saja.

Sementara berdasarkan data Wikileaks yang meyebutkan bahwa istri President dan keluarganya mengunakan kekauasaannya untuk mencari keuntungan di BUMN dan menjadi broker bisnis, kata Munatsir, bisa dijadikan whistle blower untuk mengungkap adanya dugaan koruspi dan nepotisme yang dilakukan orang lingkaran istana .

Perlu dicatat katanya, data wikileaks yang di beritakan dua surat kabar Australia bukanlah penghinaan bagi rakyat Indonesia maupun pelecehan martabat bangsa seperti yang dikatakn sejumlah elit politik untuk membela SBY. “Ini murni merupakan dugaan kejahatan serius kalau memang data data wikileaks itu benar adanya,” ujarnya.

Justru yang harus dikategorikan sebagai penghinaan terhadap rakyat Indonesia dan plecehan martabat bangsa, katanya adalah perlakuan negara negara penguna jasa TKI yang telah banyak melakukan penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap TKI kita.

“Bukan pemberitaan The Age dan Sidney Morning Herald terhadap SBY dan kroninya,” ujarnya.

Dugaan adanya benang merah yang menyatakan dugaan bahwa Taufik kimas terlibat kasus korupsi, menurut MUnatsir juga bisa jadi itu benar. Sebab ngototnya Taufik kimas untuk melakukan koalisi dengan SBY bisa dijadikan bukti adanya konspirasi Taufik kiemas agar dugaan korupsinya tidak dibongkar oleh SBY.

“Serta naiknya Taufik Kiemas sebagai ketua MPR,” paparnya.

Karena itu katanya, data data bocoran hasil berita kawat diplomat diplomat Amerika perlu segera di lakukan investigasi secara terang benderang agar bagsa ini tidak dicap sebagai bagsa yang terkorup.

“Ini penting karena duta besar amerika pun tidak mengatakan data wikileaks itu adalah data bohong. Dubes Amerika Serikat hanya menyesali kalau data data yang sifatnya rahasia bisa bocor ke media massa melalui wikileaks dan mengarah langsung pada SBY dan keluarganya serta kroninya,” ujarnya.

Justru saat ini tambahnya, data data wikileaks bisa dijadikan dasar untuk melakukan klarifikasi apakah benar selama ini pemerintahan SBY melakukan korupsi.

Hal ini juga penting untuk kredibilitas KPK yang selama ini terkesan hanya berani menangkap koruptor koruptor kelas teri saja. “karena itu hari senin IDM berserta sejumlah elemen masyarkat akan melaporka tokoh tokoh yang diberitakan wikileaks ke KPK,” jelasnya.

Jika ternyata tidak benar data data-data Wikileaks setelah dilakukan peyelidikan oleh KPK, maka IDM akan meminta tangung jawab pemerintah Amerika serikat karena sudah meyiarkan data data bohong yang merugikan Presiden SBY.(hms)



http://matanews.com/2011/03/13/meluruskan-benang-merah-data-wikileaks/

Komentar ditutup.