Setelah Mundur dari KPK, Johan Budi Pasrah Soal Pekerjaan

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi SP mengatakan rencana pengunduran dirinya dari Komisi Antikorupsi itu sudah mendapat persetujuan keluarganya. Usai mengungkapkan niatnya secara lisan untuk mundur sementara dari KPK Selasa kemarin, ia langsung mengirim pesan singkat kepada istrinya. “Kepada istri saya bilang mundur dari KPK, soal pekerjaan kami serahkan ke Allah SWT,” ujar Johan yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu 27 Juli 2011.

Johan memutuskan mundur dari KPK agar lebih fokus untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Selain itu pengunduran diri Johan juga untuk memudahkan pengusutan tim pengawas internal Komisi terkait tudingan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Seperti diketahui, Komite Etik KPK yang diketuai Abdullah Hehamahua sedang menelisik dugaan pelanggaran etik terhadap dua pimpinan Komisi yakni Chandra M Hamzah dan M. Jasin. Sementara dua orang pejabat lainnya yaitu Direktur Penindakan KPK Ade Rahardja dan Johan Budi akan diperiksa Tim Internal KPK.

Keempat orang itu disebut-sebut oleh Nazaruddin, yang ditetapkan sebagai tersangka suap proyek wisma atlet oleh KPK. Melalui pesan singkatnya kepada Tempo, Nazaruddin menyatakan dirinya pernah bertemu dengan keempat orang tersebut pada periode Januari hingga Juni 2010.

Johan mengingatkan apa yang terjadi di KPK saat ini tak berarti menunjukkan bahwa lembaga tersebut sudah rusak. “Tapi KPK memang sering diserang (dari) eksternal,” ujar dia. Serangan Nazaruddin ini merupakan serangan kedua kepada para pimpinan KPK.

Pada 2009 lalu dua pimpinan KPK yakni Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto juga menjadi bulan-bulanan dengan kasus Anggoro Widjojo. “Saya kira ke depan serangan-serangan ini akan terjadi (lagi) kalau kami mengusut kasus yang cukup besar,” ucap Johan.(TEMPO Interaktif)

Komentar ditutup.