Masyarakat Jangan Terpancing Kasus Pembobolan BRI

Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Selatan meminta masyarakat tidak terpancing adanya kasus pembobolan Bank BRI Unit Panakkukang, Makassar sebesar Rp30 miliar

“Masyarakat sebaiknya tidak usah panik, dana senilai itu masih kecil untuk ukuran bank sekelas BRI. Memang kalau di BPR seperti kami jelas dana itu cukup besar,” kata Ketua Perbarindo Sulsel, Arwansyah di Makassar, Kamis.

Pemerintah, kata dia, akan menjamin dana ini melalui LPS (lembaga penjamin simpanan) jika nilainya hanya sebesar itu. “Ini bukan kasus ‘human rights’. Jika bukan dana milik masyarakat, saya rasa ini bukan bermasalah,” kata dia.

Hanya saja, dia mengingatkan agar manajemen BRI bisa menjamin kualitas pelayanan ke nasabah dengan menjaga integritas karyawan.
“Seharusnya hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi, jika komitmen perbaikan SDM bisa di optimalkan,” ungkap dia.

Apalagi, lanjutnya, BRI termasuk bank yang memiliki layanan jaringan terbesar di Indonesia yang sebaiknya bisa memberikan jaminan pelayanan terbaik dengan meningkatkan kemampuan SDM.

Bank Indonesia (BI) Makassar dan perwakilan Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sulawesi Selatan sebelumnya enggan berkomentar terkait kasus pembobolan Bank BRI Unit Panakkukang itu.

“Paling bagus kalau ada penjelasan dari Bank Indonesia selaku otoritas atau pengawas perbankan,” kata Ketua Dewan Penasihat Perbanas Sulsel, Andi Onny Gappa.

Dia mengaku, tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme pembobolan bank milik pemerintah tersebut. “Saya belum update berita tentang itu, jadi saya tidak bisa kasih komentar,” ucap dia.

Pemimpin BI Makassar, Lambok Antonius Siahaan dan beberapa pejabat BI lainnya yang dihubungi terpisah, hingga saat ini belum memberikan keterangan mengenai adanya keresahan warga berkaitan kasus pembobolan rekening milik dua pengusaha valas di Jakarta.

Dalam laporan Pimpinan BRI Cabang Panakkukang ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsekta Panakukang itu, pembobolan diduga dilakukan oleh pegawai BRI Cabang Panakkukang itu sendiri, karena dana sebesar Rp30 miliar yang tersimpan dalam rekening internal BRI Panakkukang, diduga ditransfer ke rekening pribadi dua nasabah yang berada di Jakarta.
(ANTARA News)

Komentar ditutup.