Kantor KPK Dilempari Telur Busuk

Hari ini, Rabu 27 Juli 2011, kantor Komisi Pemberantasan Korupsi <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2011/07/27/brk,20110727-348631,id.html
” target=”_blank”>(KPK) dilempari telur busuk oleh para demonstran sebagai simbol telah tercederainya penegakan hukum di Indonesia. Sekitar 1.000 orang pengunjuk rasa dari Pemuda Bangsa itu awalnya melakukan orasi di depan kantor Komisi Antikorupsi.

Namun, aksi kemudian berlanjut dengan pelemparan telur busuk dan batu beberapa kali hingga mengenai pintu masuk kantor KPK. Aksi pelemparan tersebut membuat petugas keamanan kesal. Demo ini pun akhirnya dibubarkan paksa, dan seorang pengunjuk rasa diamankan petugas karena diduga sebagai provokator.

Massa dari Pemuda Bangsa ini mendesak agar Komisi Antikorupsi menindak tegas semua koruptor dan menangkap para koruptor tanpa pandang bulu. “Kami meminta pejabat KPK jangan berkonspirasi dengan koruptor,” kata Ketua Pemuda Bangsa, Ase Abbas, saat berorasi.

Beberapa kasus yang disebut para pengunjuk rasa belum tuntas adalah dugaan korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games XXVI di Jakabaring, Palembang, dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004 yang dimenangi Miranda Swaray Goeltom, kasus Sisminbakum, dan kasus bail out Bank Century serta kasus mafia pajak Gayus Tambunan.

Para pengunjuk rasa juga menduga ada ketidakberesan di internal Komisi, seperti yang dituduhkan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi wisma atlet. Kepada media, Nazaruddin menyebut bahwa kasusnya telah direkayasa setelah adanya pertemuan antara pimpinan Komisi Chandra M. Hamzah, Direktur Penindakan Ade Raharja, dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Mereka yang disebut itu telah membantah tuduhan Nazaruddin.

Unjuk rasa dimulai sejak pukul 12.00 WIB siang tadi. Sebelum massa dari Pemuda Kebangsaan, ada 2 ormas lain yang juga berunjuk rasa di depan Gedung KPK hari ini, yakni Gerakan Pemuda Antikorupsi dan Komite Aksi Pemuda Antikorupsi. Tuntutan yang mereka suarakan hampir sama, yakni meminta KPK tegas menindak para koruptor. (TEMPO Interaktif)

Komentar ditutup.