Jawaban atas Serangan Nazaruddin

Anas Tantang Buktikan Politik Uang Kongres PD

Anas Urbaningrum membantah keras bahwa ada politik uang dalam Kongres Nasional Demokrat di Bandung, Mei 2010. Anas juga membantah kemenangan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lantaran karena dia menggelontorkan dana kepada para pemegang suara.

“Tanya saja pendukung saya, yang memilih saya,” kata Anas Urbaningrum usai peletakan batu pertama pembangunan Training Center Wirausaha Tani di Kecamatan Tamansari, Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 18 Juli 2011.
Anas pun menantang siapapun untuk mengkonfirmasi kepada para peserta Kongres Nasional Demokrat saat itu. Dia menegaskan bahwa tidak ada satu rupiah pun kegiatan yang berbau politik uang untuk memenangkan dirinya.
“Tidak ada. Tanya saja. Tapi jangan tanya kepada yang tidak memilih saya dong. Yang tidak mendukung saya kan bisa mengaku-ngaku,” kata Anas.
Isu politik uang ini sempat dilontarkan Nazaruddin dalam pesan BlackBerry Messenger (BBM) yang diterima VIVAnews.com. Nazaruddin menyebut ada dana Rp7 miliar yang mengalir ke tim sukses Anas saat Kongres Bandung. Dan uang itu berasal dari proyek wisma atlet SEA Games.
Tidak hanya itu, menurut Nazaruddin, tim sukses Anas juga menerima uang sebesar Rp 50 miliar. Tidak tanggung-tanggung, Nazar menyebut total biaya untuk memenangkan Anas sebanyak US$20 juta atau sekitar Rp 170 miliar.
Nazaruddin kini sudah menjadi tersangka dalam kasus suap proyek wisma atlet SEA Games. Dia juga diduga terlibat dalam kasus korupsi di Kementerian Pendidikan Nasional. Partai Demokrat sudah pula memecatnya sebagai bendahara dan anggota.(JAKARTA, BKM )

 

Komentar ditutup.