Di Markas Polres Blitar, Anas Urbaningrum Beberkan Tindakan Nazaruddin

 

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akhirnya memberikan keterangan kepada polisi terkait laporannya atas tudingan mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Pemeriksaan terhadap Anas dilakukan di Markas Kepolisian Resor Blitar dengan penyidik dari Markas Besar Polri hari ini, Rabu 27 Juli 2011.

Kepala Kepolisian Resor Blitar, Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono, mengatakan Anas datang ke Mapolres Blitar dengan didampingi pengacaranya. Begitu memasuki ruang penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres di Jalan Raya Talun Nomor 88 Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada pukul 16.00 WIB, Anas langsung diterima oleh 4 penyidik dari Mabes Polri.

Didampingi pengacaranya, Anas membeberkan sejumlah tindakan Nazaruddin yang dianggap mencemarkan nama baiknya. Kasus ini berawal dari pernyataan Nazaruddin yang menuding Anas terlibat dalam kasus dugaan suap wisma atlet. Kasus wisma atlet kini sedang diperiksa di Komisi Pemberantasan Korupsi. Anas menilai tudingan itu mencemarkan nama baiknya. Anas pun melaporkan Nazaruddin ke Mabes Polri pada 5 Juli 2011 lalu.

Sayangnya, Wahyono yang turut mengikuti pemeriksaan itu menolak menjelaskan materi pemeriksaan. Dia hanya mengatakan terlapor dalam kasus ini adalah Muhammad Nazaruddin. “Pemeriksaan hanya satu jam,” kata Wahyono kepada Tempo.

Dia mengaku hanya memfasilitasi laporan itu tanpa dilibatkan secara teknis. Dia sendiri mendapat kabar rencana pemeriksaan tersebut dari Bareskrim Mabes Polri pada Senin lalu, 25 Juli 2011, dengan 4 penyidik dari Mabes Polri sebagai pemeriksa Anas. Rombongan penyidik bahkan telah tiba sejak Senin, mendahului Anas yang tiba di Blitar pada Selasa kemarin pukul 14.00 WIB di rumahnya di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Usai diperiksa, Anas kembali ke rumah orang tuanya. Hari itu juga, Anas akan kembali ke Jakarta dengan didampingi kuasa hukumnya.

Menurut Wahyono, pemeriksaan sebagai saksi pelapor bisa dilakukan di mana saja. Karena itu, ketika Anas menyatakan hendak membuat laporan, polisi memfasilitasi untuk dilakukan di mana saja.

Sejumlah sumber di kepolisian mengatakan kedatangan Anas diiringi 2 mobil Toyota Innova warna silver dan hitam. Begitu tiba di halaman Polres, seluruh penumpangnya langsung turun dan masuk ke ruang penyidik. (TEMPO)

Komentar ditutup.