Polisi Tidak Boleh Pegang Senjata

98 Polisi di Tasikmalaya Tak Berpistol Lagi
Buntut Istri Siri Polisi Terkena Tembakan

Sebanyak 98 polisi anggota Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin tidak tidak lagi memegang senjata api. Berdasarkan pengamatan Radar Tasikmalaya (JPNN Group), para anggota polisi itu menyerahkan senjata yang dipegang ke bagian logistik Mapolresta Tasikmalaya.

Senjata api yang dikumpulkan, kemudian diberikan tanda dan dimasukan satu persatu ke dalam peti. Sementara pelurunya dipisahkan dan dimasukan ke dalam kardus.

Usai menyerahkan senpi, sebagian anggota polisi dari polsek dibariskan di halaman depan Mapolres untuk diberi pengarahan. Dalam arahannya Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag Sumda) Kompol Jajang mengatakan, pihaknya tak ingin ada lagi kejadian warga sipil terluka karena senpi, seperti yang menimpa Aida, istri siri Kanit P3D Polsek Cigalontang Aiptu Endang Budi yang terkena tembakan akibat kelalaian.

Menurutnya, senjata api bukan untuk  main-main, tapi digunakan untuk keperluan dan kelengkapan dinas. “Untuk yang belum (menyerahkan), segera menyusul,” ujar Jajang.

Kepada wartawan Jajang mengatakan bahwa pengumpulan senpi merupakan pemeriksaan rutin yang dilakukan sebulan sekali untuk perawatan. Dikhawatirkan, kata dia, ada senpi yang rusak.

Dalam kesempatan berbeda, Kabag Ops Polres Tasikmalaya, Kompol Samsa S mengatakan bahwa pemeriksaan dan pengumpulan senjata api sudah biasa dilakukan sebulan sekali. Hanya, akibat ada tragedi pistol meletus yang melukai Aida, pihaknya menarik dulu senjata yang ada.

Untuk lamanya waktu penarikan, Samsa belum bisa memastikannya. Yang jelas, kata dia akan dilakukan pemeriksaan senjata dan pemegangnya.  “Kami akan lalukan penyeleksian lagi, mengenai kepemilikan senjata api nantinya,” pungkas Samsa. (isr)

Komentar ditutup.