Disebut Sebagai Penyedia Dana Talangan Kemenpora

KPK Dalami Sosok Rosalina
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami sosok Mirdo Rosalina Manulang alias Rosalina yang menjadi perantara penyuapan Sesmenpora Wafid Muharam dan Mohammad El Idris. Sebab, selain sudah mengenal Wafid sejak lama, perempuan yang disebut-senbut sebagai broker ini  juga banyak berkecimpung dalam proyek-proyek Kemenpora.

“Rosalina memang sudah mengenal Wafid lebih dulu. Dia juga yang memperkenalkan Wafid dengan Idris,” kata juru bicara KPK Johan Budi di kantornya, Selasa (26/4). Namun Johan enggan mengungkap lebih dalam siapa sebenarnya sosok Rosalina.

Kata dia, pihaknya masih fokus pada verifikasi dokumen-dokumen yang disita dalam kasus tersebut. Termasuk dokumen-dokumen yang terkait dengan Rosalina. “Yang jelas, hingga kini kami masih menemukan fakta bahwa Rosalina yang memperkenalkan, tapi apa kaitannya belum tahu,” imbuhnya.

Di bagian lain, Herman Usman, salah satu kuasa hukum Wafid mengakui kliennya sudah mengenal sosol Rosalina sebelum ditangkap KPK. Kata dia, hubungan antara Wafid dan Rosalina hanya sebatas hubungan pekerjaan.

Menurut Herman, beberapa kali Rosalina memberikan bantuan dana sebagai bentuk talangan terhadap proyek di Kemenpora. Namun dia juga tidak menjelakan proyek apa saja yang pernah ditalangi Rosalina. “Kalau dunia olah raga dan kepemudaan itu sering butuh anggaran-anggaran dadakan,” katanya.

Lebih rinci Herman mengatakan, penyerahan uang Rp 3,2 miliar Kamis (21/4) malam itu merupakan inisiatif Kemenpora untuk mencari dana talangan sebesar Rp 6 miliar. Dana itu rencananya akan digunakan untuk keperluan penyelenggaraan SEA Games di Palembang.

Tapi, lanjut Herman, Wafid meminta dana talangan kepada Rosalina. Bukan kepada Idris. Ternyata dalam pertemuan itu Rosalina mengajak Idris. Padahal, pagi harinya Rosalina berjanji menemui Wafid seorang diri tanpa mengajak Idris. “Pak Wafid sama sekali tidak kenal dengan Idris,” kata dia.

Kemarin, sekitar pukul 14.00, Wafid kembali datang ke KPK untuk menjalani pemeriksaan. Pria yang juga menjabat sebagai Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) itu diperiksa sekitar 2,5 jam. “Semua sudah saya serahkan kepada pengacara,” katanya singkat saat keluar dari gedung KPK lalu beranjak ke mobil tahanan untuk dikembalikan ke Rutan Kelas I Cipinang.

Kemarin KPK juga mengembalikan sebagaian uang milik Wafid yang ikut disita dalam penangkapan lalu.  Namun juru bicara Johan mengaku penyidik KPK tidak menghafal persis berapa jumlah uang dikembalikan tersebut. Tapi menurut sepengetahuan Johan, dalam penangkapan lalu pihaknya menemukan beberapa uang tersimpan dalam amplop yang isinya Rp 700 ribu dan Rp 300 ribu. “Kata tersangka itu adalah uang honor,” kata dia.

Namun untuk uang yang lainnya, masih disita KPK untuk didalami lebih lanjut. Kata dia, pada saat ditangkap Wafid tidak bisa menjelaskan dari mana asal dan untuk keperluan apa uang-uang tersebut.

Seperti yang diketahui, Senin (25/4) lalu, Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, pihaknya telah menyita sejumlah uang dalam bentuk beberapa mata uang di ruangan Wafid. Yakni . rupiah sebesar Rp 73,1 juta juta; USD 128.148; AUD 13.070; dan EUR 1.955.

Kuasa hukum Wafid mengatakan, sejumlah uang asing yang dimiliki Wafid itu merupakan uang operasional yang akan digunakan untuk perjalanan dinas ke luar negeri. “Kalau uang yang dikembalikan tadi adalah uang honor pak Wafid,” ucap Herman. (*)

Komentar ditutup.