Pensiunan Hayastan Shakarian Ditangkap Karena Internet

Pensiunan Ditangkap Gara-gara Internet

Seorang perempuan berusia 75 tahun dan ditangkap karena  memutuskan jaringan Internet di Georgia dan Armenia dengan berlinang air mata menyatakan tak bersalah dan tak pernah mendengar tentang jejaring itu.

Pada kasus yang menarik perhatian dunia ini, pensiunan Hayastan Shakarian didakwa secara paksa membuat ribuan orang di kedua negara tak bisa mengakses Internet selama beberapa jam setelah ia memotong kabel serat-optik sewaktu dia menggali untuk mencari logam.

Tapi warga asli Georgia keturunan Armenia itu mengatakan ia cuma “seorang perempuan miskin” yang tak mampu melakukan kejahatan semacam itu.

“Saya tak memotong kabel ini. Secara fisik, saya tak bisa melakukan itu,” kata perempuan tersebut dengan air mat yang berulangkali mengalir.

Shakarian, yang tinggal di desa miskin Armazi di Georgia, sekitar 15 kilometer dari ibukota Georgia, Tbilisi, mengaku baru saja mengumpulkan kayu bakar. “Saya tak tahu apa itu Internet,” katanya.

Pensiunan tersebut dituntut melakukan pengrusakan harta orang dan dapat dijatuhi  hukuman sampai tiga tahun penjara.

“Ibu saya tak bersalah. Ia menangis sepanjang waktu. Ia sangat ketakutan,” kata putranya, Sergo Shakarian.

Kementerian Dalam Negeri Georgia menyatakan meskipun perempuan yang berusia di atas setengah baya itu mengaku tak bersalah, Shakarian sudah mengakui ia memotong kabel serat-optik tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada 28 Maret tersebut memicu perdebatan panjang di berbagai forum Internet seluruh dunia setelah disiarkan secara luas pekan ini.

Sebanyak 800 orang memposting komentar kasus itu dengan sebagian menyatakan pemerintah mesti memperlihatkan kemurahan hati mengingat usia Shakarian dan hidupnya yang miskin.

Perusahaan yang memiliki kabel serat-optik tersebut, Georgian Railway Telecom, menyatakan kerugian yang ditimbulkannya serius. Peristiwa itu mengakibatkan 90 persen pengguna Internet dari pihak swasta dan perusahaan di negara tetangga Georgia, Armenia, kehilangan akses selama hampir 12 jam selain juga merugikan penyedia layanan Internet Georgia.(*)

Komentar ditutup.