Wanita Populer Via Info Kriminal

Dana Haram atau Sekadar Tak Mau Repot?

Setelah Artalyta Suryani bebas bersyarat pada akhir Januari lalu, kini dunia kriminal kita punya bintang baru: Inong Malinda alias Malinda Dee (47). Inilah Diva Pidana paling populer saat ini, tak kalah populer dengan Ayin saat kasusnya ditangani KPK. Keduanya sama-sama perempuan cantik, selalu berpenampilan menarik, dengan pakaian dan asesori bermerk. Banyak melakukan kegiatan luar rumah, selain mengurus bisnis. Orang kota bilang, mereka adalah sosialita. Tapi popularitasnya melejit akibat ulah kriminal.

Ayin ditangkap petugas KPK pada saat menyogok jaksa. Perempuan ini tengah membantu bos Gajah Tunggal, Sjamsul Nursalim, dari jeratan tuduhan menilep dana bank. Sementara Malinda ditangkep polisi lantaran menilep dana nasabah bank. Tak tanggung-tanggung, Malinda Dee diduga telah menilep uang nasabah private Citibank sebesar Rp 17 miliar.

inong melinda glamor - dana siapa di tangannya?

Malinda adalan senior relationship manager Citibank Cabang Landmark, Jakarta Selatan. Tugas utamanya adalah melayani nasabah private banking. Ini adalah jenis nasabah kaya, yang mendapat pelayanan khusus, karena menyimpan uang di bank minimal Rp 500 juta.

Pelayanan khususnya itulah yang membuat banyak nasabah percaya begitu saja kepada Malinda untuk mengelola dananya. Semua transaksi diserahkan sepenuhnya sama Melinda. Rupanya Malinda menyalahgunakan kepercayaan nasabah ini. Dia menilep dana nasabah dengan cara mengaburkan dan memalsukan bukti transaksi nasabah.

Korban Malinda diperkirakan mencapai ratusan orang karena dia sudah bekerja selama 20 tahun di Citibank dan menangani ratusan nasabah Citigold. “Dia punya 400 nasabah,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam.

Namun hingga kini baru 3 orang nasabah yang melapor ke polisi. Ketiga korban ini sudah diperiksa, rekeningnya sudah dibuka, dan dicek transaksi per transaksi dari rekening tersebut. Masing-masing tiga nasabah itu diketahui tidak hanya memiliki satu rekening.

Berdasarkan perhitungan sementara, total kerugian 3 nasabah tersebut mencapai Rp 16,638 miliar. Rinciannya, nasabah pertama mengalami kerugian sekitar Rp 10 miliar karena adanya transaksi mencurigakan pada 6 Januari 2011. Nasabah kedua, mengalami kerugian Rp 4,7 miliar dan US$ 10.100. Nasabah ketiga menderita kerugian Rp 311 juta.

malinda dee - nasabahnya orang kaya

Jika melihat gaya hidup Malinda, uang hasil tilepan dana nasabah tentu tidak sedikit. Dia memiliki beberapa mobil mewah Ferrari dan Mercy, juga beberapa rumah dan apartemen mewah. Kalangan internal Citibank yang mengetahui gaya hidup dan pekerjaan Malinda, menduga dia tak hanya menilep dana dari 3 nasabah. Banyak nasabah lain yang kena.

Lalu, kenapa dari ratusan nasabah, hanya 3 orang yang melapor ke polisi? Apa yang membuat para nasabah Malinda itu tidak segera melapor ke polisi?

Kemungkinan pertama, karena nasabah private banking adalah orang-orang kaya, bisa jadi mereka malu namanya disebut sebagai korban penipuan perempuan cantik itu. Mereka juga tak mau ribet berurusan dengan polisi.

Kemungkinan kedua, bisa saja para nasabah ini adalah orang-orang yang memiliki dana gelap, sehingga mereka takut kejahatannya terbongkar bila melapor.

Kecurigaan atas nasabah Malinda merupakan pengumpul uang haram ini, misalnya disam- paikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Qosasi. Menurut Achsanul, ada potensi pidana money laundering yang dilakukan nasabah bermasalah.

“Mengenai money laundering harus diwaspadai secara tertib. Harus dipastikan nasabah sudah mengisi formulir khusus, utamanya yang di atas Rp 100 juta. Formulir tersebut masuk ke PPATK, jadi seharusnya terdeteksi apakah nasabah Malinda bermasalah,” tandas Achsanul.

Sementara itu, berembus kabar bahwa Melinda Dee memiliki nasabah sejumlah petinggi Polri. Hanya gara-gara simpanan Citigold seorang jenderal polisi jebol, maka kasus penipu an ini jadi urusan polisi. Tersebutlah nama perwira tinggi polisi itu, Budi Gunawan.

Tetapi Anton menepis kabar itu. “Pak Budi tidak mempunyai tabungan dan rekening di Citibank. Apalagi kenal dengan Malinda. Tidak kenal sama sekali,” tegas Anton.

Dengan dalih menjaga kerahasiaan bank, polisi memang harus melindungi nama pemilik rekening. Namun jika polisi menemukan petunjuk dan bukti bahwa sejumlah nasabah memiliki dana haram, atau didapatkan dengan cara melanggar hukum, maka dalih kerahasiaan bank itu tidak berlaku lagi. Di sinilah pentingnya polisi kerjasama dengan PPATK. [detiknews]

Komentar ditutup.