Penyebaran Foto Bugil Mojokerto Diduga Bermotif Dendam

Wow, Foto Bugil Pengantin Baru Terserak di Jalanan

foto penganten baru bugil terserak di jalananWarga Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dibuat gempar oleh aksi penyebaran foto bugil seorang wanita. Foto-foto seronok tersebut ditemukan berserakan di jalanan kampung. Modelnya mirip dengan wajah salah sorang warga setempat yang baru saja menjadi pengantin.

Kuat dugaan foto-foto bugil pengantin baru itu disebar oleh pelaku yang merasa sakit hati, karena dirinya telah ditinggalkan menikah dengan lelaki lain.

Foto-foto bugil pengantin baru tersebut ditemukan oleh warga seusai mengikuti jamaah salat Shubuh di masjid desa. Karena penasaran warga memunguti foto-foto bugil tersebut yang banyak berserakan di jalan desa. Kontan saja foto-foto telanjang yang jumlahnya ratusan lembar itu menjadi trend topic di desa Mojorejo tersebut, baik di warung kopi, pasar, sekolahan, bahkan di kantoran.

“Di balik foto tertera identitas pemilik foto berinisal AL, 20 tahun,” ujar Santoso, warga Mojorejo, Jetis kepada wartawan di Mojokerto, Kamis (7/4).

Foto-foto wanita telanjang yang hanya satu pose tersebut oleh warga langsung diserahkan kepada kepala dusun untuk diamankan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, AL sendiri saat ini berstatus sebagai pengantin baru. Ia baru satu bulan melangsungkan pernikahan. Diduga penyebaran foto tersebut dilatarbelakangi dendam penyebarnya kepada korban.

Kepala Desa Mojorejo, Nurindayati membenarkan jika foto wanita bugil tersebut memang mirip dengan warganya. Namun ia tidak tahu itu foto asli atau hasil rekayasa.

“Foto tersebut memang sangat mirip dengan warga sini. Tapi untuk keaslian foto tersebut saya kurang tahu,” kata Nurindayanti kepada wartawan.

Sementara itu, aparat Kepolisian Polsek Jetis tengah menyelidiki kasus penyebaran foto bugil penganten baru tersebut. Polisi terus memeriksa para saksi terkait penemuan foto-  foto wanita telanjang yang menghebohkan warga Mojorejo tersebut.

Aksi penyebaran foto diduga dilakukan oleh seseorang yang sakit hati karena ditinggal kawin oleh gadis idamannya,” ujar Kapolsek Jetis, Kompol Abdul Kolik. [okezone]

Komentar ditutup.