Keindahan Wisata Bahari Kepulauan Selayar Laris terjual Ke Pelancong Via Internet, Selayar Sendiri Gigit Jari

FPS : Di Duga Kuat Praktek Travel Gelap Ini,  Telah Menggunakan Asset Negara.

Keindahan wisata bahari  kabupaten kepulauan selayar, memang terbilang  lebih indah dari daerah lainnya di tanah air. Sebutlah jejeran pulau pulau karang di wilayah taman nasional Taka Bonerate Selayar. Menjual keindahan nama kawasan nasional yang terlindungi ini, tidaklah begitu susah, pasalnya keindahannya memang di akui dunia. Belum lagi keindahan bawah laut yang merupakan salah satu taman laut indah di dunia.

Bagi orang luar selayar, sangatlah mudah bila ingin melihat dokumentasi keindahan tersebut, tinggal menggunakan kemajuan iptek melalui dunia maya, semua tergambarkan. Dan bila seseorang dengan sengaja mencari obyek tujuan wisata bahari dan mencarinya di internet maka  Kawasan nasional takabonerate adalah obyek wisata yang sangat menggiurkan untuk di kunjungi.  Ini merupakan peluang usaha dibidang pariwisata, yang hingga saat ini belum terjamah secara maksimal, baik swasta maupun pemerintah di bidangnya.

Melihat peluang ini, bagi orang selayar yang masih tergolong gaptek, memang  hal ini bukanlah sebagai sebuah peluang untuk maju, sementara bagi pendatang  yang telah mengenal iptek, sangat jelas akan menggunakan kesempatan emas ini.

Peluang yang bagus bagi seorang entertainer  dengan competitor yang boleh di bilang tidak ada di selayar ,  membuat  peluang ini semakin terbuka lebar. Memang tinjauannya adalah  sebuah langkah nyata dalam mendukung roda gerak perekonomian selayar, selain itu merupakan langkah nyata memperkenalkan selayar.

Kami tentu saja sangat mendukung siapapun yang bisa dan mampu berbuat untuk kemajuan daerah kami,  setidaknya berbuat yang tidak melanggar hokum atau aturan pemerintah kabupaten selayar.  tegas Arsil Ihsan, Ketua Forum Peduli Selayar  saat di mintai tanggapan mengenai adanya dugaan praktek  travel  gelap, yang mendatangkan turis  ke wilayah kepulauan selayar,tanpa izin pemerintah kabupaten kepulauan selayar.  Arsil juga menambahkan bahwa dalam sebulan terakhir kami mengikuti pergerakan oknum yang telah  menjual keindahan  selayar melalui internet dengan harga jutaan rupiah per seorang turis yang tertarik datang atas tawaran jasanya . Dalam batasan ini masih benar, karena sebagai pengganti jasanya mengantar dan memberikan service selama  berwisata di wilayah kepulauan  selayar.  Yang perlu diluruskan adalah, apakah oknum penerima bayaran jasa ini, telah memenuhi kewajibannya kepada kabupaten kepulauan  selayar, atas keindahan daerah wisata yang telah di nikmati turisnya di wilayah selayar ? Bilakah terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan bagi turis turis yang didatangkan dan  telah membayar jasanya, bukan menjadi tanggungjawab orang selayar ? jangan seperti kumpulkan KTP saudara FPS dengan janji di beri uang 5 juta per KTP  saat persiapan pemilu,  terus ngacir,  tutur Arsil.

Malah menurut ketua FPS, bahwa sejumlah peralatan dan perlengkapan serta akomodasi selama di wilayah kepulauan yang menjadi obyek wisatanya, disinyalir kuat adalah asset Negara dan pemerintah. Bila asset Negara yang berdasarkan aturannya dapat di komersilkan, kemungkinannya oknum ini tidak terjerat oleh pasal pidana penyalah gunaan jabatan dan wewenang.  Masih untung bila tidak merugikan Negara, tegas arsil. Sambil berlalu di tegaskannya, bahwa pemerintah kabupaten selayar, wajib turun melihat hal ini., jangan keindahan selayar di jual dan di nikmati orang luar selayar, sementara Selayar sendiri gigit jari.

Sementara itu, seorang sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan, membenarkan bahwa ada beberapa asset  negara yang ada kawasan takabonerate telah digunakan untuk home stay termasuk sarana transportasi laut ke wilayah kawasan adalah asset negara, yang telah di gunakan menservice  turis yang telah membayar jasa guide kepada seorang oknum yang juga adalah aparat negara yang sangat berkaitan pekerjaannya dikawasan nasional takabonerate. dari penjelasan sumber yang menyebutkan bahwa pimpinan kantor oknum tersebut telah memberi teguran, namun tetap di lanjutnkan, selain itu hal ini telah menjadi buah bibir di kantor urusan konservasi tersebut.

(Written by Contrend Indonesia)

Komentar ditutup.