Gubernur Akui Bali Memang Kotor Sekali

Majalah Time menulis Bali kini bak neraka karena penuh sampah dan macet. Guber- nur Bali Made Mangku Pastika membe- narkan hal itu sepenuhnya.

“Kita akui kita kotor. Coba bandingkan de- ngan tujuan wisata negara lain. Jauh kita,” kata Pastika usai acara Love and Friendship For Japan di Monumen Perjuangan Bajra Sandi, Denpasar, Selasa (5/4).

Berbeda dengan reaksi Humas Pemerintah Provinsi Bali Putu Suardhika yang memprotes berita Time, Pastika mengatakan tidak akan ada bantahan. Sampah memang masalah utama yang kini dihadapi Bali.

“Kita tidak membantah karena itu fakta. Tidak semua asal berita itu dibantah, benar kok,” jelasnya.

Bali sebagai tempat tujuan wisata kini menghadapi sejumlah masalah. Pemprov mendapat kan banyak masukan dari survei terhadap turis asing.

“Hasil survei Dinas Pariwisata Bali, keluhan pertama turis di Bali adalah sampah, macet dan bandara,” kata dia.

Namun bukan artinya Pemprov Bali angkat bendera putih. Menurut Pastika dia serius dengan program ‘Bali Clean dan Green‘. Mereka berupaya mengatasi tempat yang kotor di lokasi obyek wisata dan menggodok solusi untuk sampah.

“Misalnya pembuatan pabrik sampah organik di pura-pura besar. Habis upacara banyak sampah sesajen yang bisa diolah,” kata Pastika.

Walau dia membenarkan tulisan Time soal masalah sampah di Bali, dia tetap tidak setuju liburan di Bali seperti neraka dalam tulisan “Holidays in Hell: Bali’s Ongoing Woes” dari Andrew Marshall. Menurut dia, Bali tetap tujuan wisata paling menarik.

“Kita 7 tahun berturut turut ditetapkan majalah Travel and Leisure sebagai tempat wisata paling menarik,” tutupnya. [detik]

Komentar ditutup.