Bupati Selayar : Hilangkan Kesenjangan Antara Pulau

 

Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar

Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar

Tak terhitung berapa jumlah tamu yang diterima bupati terpilih hasil Pilkada 23 Juni 2010, saat hasil data perhitungan KPUD dan sejumlah lembaga survei mengarahkan kemenangan bagi dirinya. Setelah beberapa hari menunggu kesempatan untuk bisa wawancara, akhirnya di hari kedua usai Pemilukada, yaitu Jumat (25/6) malam Upeks melalui bantuan Ketua Forum Peduli Selayar (FPS) sekaligus Koordinator Tim Media SYIAR, Arsil Ihsan, baru bisa menemui, Bupati Syahrir Wahab.
Laporan: Elien Marlina
lien_upeks@yahoo.co.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Berikut petikan wawancaranya.
Apa yang pertama kali akan anda lakukan setelah dilantik nanti?
Memaksimalkan potensi kelautan Selayar dan mendatangkan investor merupakan program utama yang harus segera dijalankan. Tak tanggung-tanggung, sesegera mungkin sejumlah bantuan harus dikucurkan untuk program ini. Ada sederet program yang siap dilaksanakan. Selama lima tahun memimpin Selayar, memang telah banyak program yang dilaksanakan, tapi masih banyak pula program yang masih harus dilanjutkan lima tahun ke depan.
Peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memaksimalkan potensi daerah itu harus menjadi program utama. Dan yang terpenting adalah bagaimana menarik perhatian pemerintah pusat.
Berbagai upaya tengah dirintis untuk merealisasikan rencana tersebut. Kami tengah mengusahakan dana sekitar Rp17 miliar yang telah dijanjikan pemerintah bagi pengadaan keramba fiber, terkait akan dijadikannya Selayar sebagai pusat budidaya ikan karang di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Bahkan kedatangan Menteri Perikanan sedang dipersiapkan untuk mempermantap rencana tersebut.
Selain potensi perikanan, potensi apa lagi yang akan dikembangkan?
Potensi Kabupaten Kepulauan Selayar lain yang besar dan belum terekspose adalah minyak. Bahkan menurut para ahli yang telah meneliti, potensi ini jauh lebih besar dari Balikpapan yang terkenal sebagai penghasil minyak.
Saat ini Selayar telah menerima rekomendasi dari Menteri Perekonomian untuk dijadikan salah satu lokasi pembangunan kilang minyak. Investor yang telah menyatakan memindahkan kilangnya dari Taiwan ke Selayar itu berasal dari China.
Bagaimana dengan masalah infrastruktur?
Untuk mendukung berbagai program tersebut, faktor pendukung juga telah dipersiapkan. Listrik misalnya, telah ada persetujuan dari pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2 x 4 megawatt. Lokasinya di Baloyya dengan menempati lahan seluas 8 hektar.
Kita rencanakan tahun ini sudah bisa dimulai pembangunannya. Kapasitas PLTU berbahan bakar batu bara ini mempunyai daya lebih besar dari listrik dengan tenaga diesel yang ada saat ini. Dan Baloyya dipilih karena berpeluang besar pula untuk pembangunan pelabuhan kapal yang akan membawa batu bara.
Kalau daratan selayar ini sudah mantap listriknya, maka investor akan dengan mudah masuk berinvestasi.
Selain itu?
Selain listrik, kami juga memprogramkan pembangunan jalan, air bersih, dermaga, dan tambatan perahu, untuk memperlancar hubungan jalur antar pulau.
Saya ingin dalam masa jabatan saya ke depan, seluruh ibukota kecamatan sudah dapat disinggahi feri dan di setiap desa ada tambatan perahu. Potensi ini akan kita kelola dan maksimalkan, sehingga akan memberikan dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Selayar, baik pulau dan daratan. Bayangkan saja, untuk potensi perikanan ikan tuna misalnya, nelayan kita menjual ikan tuna tangkapannya seharga Rp8 ribu rupiah perkilo. Padahal di Makassar, ikan tersebut dijual dengan harga Rp65 ribu perkilo. Jika ini dikelola dengan baik, maka akan memberi efek luar biasa terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagaimana dengan transportasi udara?
Jumlah flight dan armada pesawat yang ada saat ini harus ditingkatkan. Pesawat yang masuk jangan hanya hanya 3 kali seminggu dengan kapasitas 28 seat. Harus ditingkatkan menjadi 74 seat. Dan insya Allah tahun ini sudah bisa direalisasikan dengan masuknya Lion Air. Kita hanya menunggu pembenahan kabel listrik dari bandara yang harus berada di bawah tanah. Kalau untuk penerbangan subsidi kita hanya tinggal berhitung besarnya subsidi yang dapat direalisasikan Pemda.
Bagi daerah kepulauan, masalah kesenjangan antara pulau selalu jadi masalah. Bagaimana dengan selayar?
Antara masyarakat pulau dan wilayah daratan, masyarakat daratan memang lebih maju. Oleh sebab itu pemerataan pembangunan menjadi kunci untuk menyikapi hal itu, tentu saja sesuai kondisi daerah masing-masing. Di pulau dimaksimalkan potensinya, dengan pembangunan berbagai fasilitas, seperti tambatan perahu dan dermaga, termasuk menggalai potensi perikanan. Salah satunya melalui pemberdayaan nelayan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan bekal pelatihan bagi para nelayan yang . Olehnya saya ingin ada program untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi nelayan di wilayah yang sudah maju teknologi perikanannya, guna memberikan motivasi dan pembelajaran kepada nelayan.
Di periode kedua ini, saya ingin benar-benar menangani potensi kelautan, yaitu perikanan dan perminyakan. Karena salah satu ciri Kabupaten Kepulauan yang kini lekat pada Selayar adalah perikanan dan perhubungan laut yang maju, serta kehadiran pelabuhannya.
Bagaimana dengan program pendidikan?
Kami menitik beratkan pembangunan gedung pendidikan yang mengarah pada sektor kelautan, yaitu dengan membangun sejumlah SMK Kelautan. Pemda juga telah memberikan bea siswa bagi masyarakat Selayar untuk menempuh pendidikan sesuai dengan potensi Selayar yaitu sektor perikanan. Setelah selesai, yang bersangkutan harus kembali ke Selayar untuk mengaplikasikan ilmunya. Program ini telah berjalan tiga tahun terakhir dan sampai saat ini masih terus dilaksanakan.
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi daya jual yang juga tak kalah penting. Hanya dengan pendidikan, SDM berkualitas bisa diperoleh. Selain membiayai pendidikan sehingga gratis mulai tingkat dasar hingga SLTA, Pemkab juga telah membangun sejumlah pusat latihan bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan. Saat ini minat sekolah masyarakat sudah sangat tinggi, khususnya untuk meneruskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Bahkan untuk lima kecamatan kepulauan, sudah ada sekitar seribu lebih yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Tapi pedidikan formalpun harus jadi perhatian serius. Dalam waktu dekat ini ada 28 orang akan mengambil jurusan pemerintahan. Kitapun sudah ada MOU dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti UVRI, UNM, Unismuh, dan juga dengan Unhas, khususnya Fakultas Kedokteran Unhas (Sumber : http://www.contrendindonesia.com)

Komentar ditutup.