Lsm Dan Wartawan Diringkus Karena Memeras

Polisi menangkap empat orang yang mengaku wartawan dan aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), kemarin. Keempat pelaku ditangkap ketika  melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tebo. Keempat pelaku merupakan warga asal Sumatera Selatan.

Mereka adalah Nabusron bin Kasif (46), warga Jalan Kelapa Gading RT 3 No 229 Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Linggau Barat, Kota Lubuk Linggau, Zakaria bin Jumadi (60), warga Jalan Mesat Jaya RT 8 Kelurahan Talang, Muaro Enim, Kota Lubuk Linggau, Muhammad Nasir bin Slamet (51), dan Muhammad Sia bin Deri (39), warga RT 06 Kelurahan Terawas, Kecamatan STL Ulu, Kabupaten Musi Rawas.

Informasi yang berhasil dirangkum harian ini, saat menjalankan aksinya kawanan pelaku mengaku wartawan dan anggota LSM mendatangi beberapa SD yang ada di Rimbo dengan mengaku sebagai anggota Komite Pengawasan Dana BOS. Saat beroperasi kawanan pelaku juga menggunakan ilmu gendam dan hipnotis, sehingga korban menurut saja saat dimintai uang oleh mereka.

Para korban diantaranya H Malik, Kepala SDN 176/VIII Desa Perintis dengan kerugian uang tunai Rp 4 juta, Sukijan, Kepala SDN 175/VIII Desa Sumber Sari dengan kerugian Rp 4,8 juta. Keduanya diperas Kamis (20/1) lalu. Korban lainnya adalah Sriwoto, kepala SDN 139 Desa Sapta Mulia dengan kerugian Rp 500 ribu, dan H Yahya Hasibuan Kepala SDN 186 Desa Sapta Mulia.

Menurut Sukijan, awalnya pelaku meminta uang kepada dirinya sebesar Rp 10 juta, namun dirinya mengaku tidak mempunyai uang sebesar yang diminta oleh pelaku, dan entah bagaimana dirinya membawa pelaku ke rumahnya dan menyerahkan uang kepada para pelaku sebesar Rp 4 juta. “Rasanya seperti dihipnotis, saat dimintai uang saya sudah bilang tidak mempunyai uang, namun entah bagaimana saya bisa menyerahkan uang saya,” tuturnya. Pelaku tertangkap saat melakukan pemerasan  Ramli Kepsek SDN 158 Desa Rimbo Mulyo, modus operasi yang digunakan pelaku yang mengaku memantau penggunaan BOS di sekolah. Pelaku mencoba mencari-cari kesalahan kepala sekolah dan menggertak dengan ancaman bakal melaporkan ke polisi.

Ramli mengaku bahwa dirinya sempat akan dihipnotis, dirinya melihat salah satu dari pelaku menatap matanya dan dengan tajam. Namun Ramli kemudian berzikir dan menghembuskan nafas panjang. Beruntungnya usaha yang dilakukan korban berhasil menangkis usaha hipnotis yang dilakukan para pelaku. “Salah seorang dari mereka menatap saya dengan mata tajam, saya langsung tarik nafas dalam-dalam dan langsung berzikir, Alhamdulillah saya tidak terhipnotis mereka, salah seorang diantara mereka langsung member kode bahwa hipnotis yang mereka lakukan gagal kerekannya, dan saya langsung berkoordinasi dengan kepala UPTD Marzal melalui handphone, dan saya diminta mengulur waktu sampai Pak Marzal datang bersama anggota polisi,” jelasnya kepada wartawan.

Kapolsek Rimbo Bujang AKP Taufik Nurmandia, SIK, menyatakan berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) satu unit Mobil Daihatsu Xenia warna hitam dengan nomor polisi BH 1206 SI, STNK, dua unit handphone, sejumlah uang yang diduga hasil pemerasan, sejumlah kartu pers dan LSM, minyak wangi, air mineral botol, dan satu pucuk benda tajam sejenis keris berukuran kecil.  “Sekarang ini pelaku diamankan di Mapolsek Rimbo Bujang, kita menetapkan mereka sebagai pelaku tindak kriminal pemerasan. Mereka akan dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan,” jelas Taufik Nurmandia. (rya)

Komentar ditutup.