Indonesia Sesalkan Serangan Nato ke Libya

marty nataegawamaiwanews – Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengatakan, Pemerintah Indonesia menyesalkan serangan militer NATO terhadap Libya dengan mengatasnamakan perlindungan terhadap warga sipil.

Menurut Marty Natalegawa, kekerasan itu justru menimbulkan masalah yang lebih pelik. “Kita tentu prihatin, situasi dan kondisi di libya berkembang sedemikian rupa, sehingga semakin tampillah sosok penggunaan kekerasan,” kata Marty.

Hal tersebut diungkapkan Marty Natalegawa sehubungan gempuran pasukan koalisi terhadap Libya, di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, 22 Maret 2011.

Marty mengatakan, paska serangan udara tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat (AS), situasi di negara pimpinan Muammar Khadafi saat ini bukannya makin membaik, tapi justru malah makin memburuk.

Seperti diberitakan, tentara Koalisi Dewan Keamanan PBB pada Minggu, 20 Maret 2011, menjatuhkan ratusan rudal ke komplek kediaman Khadafi  dan sekitarnya di Tripoli. Akibat serangan itu, 48 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Marty menyesalkan mengapa sampai harus menggunakan kekerasan terhadap Libya. Padahal tindakan yang diambil dalam mengatasi krisis di Libya kata Menlu, haruslah sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB.

Dikatakan Marty, kita ingin agar pelaksanaan resolusi itu dilakukan dengan terukur dan pas, jangan sampai menimbulkan masalah baru. Masalah baru yang dimaksud Marty adalah dampak kemanusiaan yang justru mempersulit dan memperumit permasalahan.

Komentar ditutup.