Pemerintah Sering Lupakan Korban Bom

Korban Bom di RS MMC Tinggal Dua Orang
Korban Bom Marriott 2003 Jenguk Korban Bom Mega Kuningan

Ketua Umum Asosiasi Korban Bom Terorisme Seluruh Indonesia (ASKOBI) Wahyu Ardiatono mengatakan, pemerintah sering kali tidak memperhatikan korban bom terorisme.

Menurutnya, hal tersebut dapat dilihat dari penanganan korban bom yang biasanya mempunyai tolak ukur hanya sampai pada tahap rumah sakit.

“Kenapa hanya di rumah sakit karena batas biayanya para korban hanya sampai disitu. Jadi korban kita ini diukur hanya dengan uang,” ujar Wahyu dalam acara peringatan 8 Tahun Korban Bom Marriott I di Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Wahyu menuturkan, minimal pemerintah harus memandang dua sisi dalam memerhatikan korban bom terorisme di Indonesia. Pertama, pemerintah harus memerhatikan efek jangka panjang rehabilitasi para korban.

Sisi lainnya, pemerintah juga menetapkan kepastian hukum yang dapat berbentuk undang-undang atau aturan lainnya yang bersifat mengikat.

“Saya sempat ikut membantu para korban bom Kedutaan Besar Australia pada 2005. Saat itu, peraturan gubernur mengatakan, pengobatan korban tidak dipungut biaya. Tapi, kenyataannya di lapangan, hal itu sama sekali tidak terjadi. Banyak rumah sakit ketika itu masih membebankan biaya pada para korban, dengan banyak alasan. Padahal, kita sudah tempelkan surat edaran Gubernur saat itu,” papar Wahyu yang juga merupakan salah satu korban bom Marriott I.

Oleh karena itu, lanjut Wahyu, pihaknya meminta agar pemerintah lebih serius memerhatikan nasib korban bom terorisme. Menurut dia, dalam Undang-Undang Terorisme hanya diatur mengenai rehabilitasi pelaku, tetapi tidak kepada korbannya sendiri.

“Ini yang kita minta kepada pemerintah, baik melalui Kementerian Sosial ataupun Kementerian Kesehatan agar lebih memerhatikan nasib para korban bom setelah ke luar dari rumah sakit yang saat ini masih sering dilupakan,” tukasnya

From Wikileaks: Donatur FPI (Polisi) Telah Menciptakan ‘Monster’

Wikileaks kembali membocorkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Kali ini dalam dokumen terbarunya, Wikilekas memaparkan mengenai hubungan antara polisi dengan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Selain mengungkapkan mengenai FPI yang dijadikan ‘attack dog’ Polri, bocoran Wikileaks juga menyebutkan mengenai mantan Kapolri yang kini menjadi Kepala BIN, Jenderal (Purn) Sutanto sebagai tokoh yang pernah mendanai FPI.

Dan di telegram terbaru di akhir 2006 yang kemudian dibocorkan oleh Wikileaks, disebutkan bahwa Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), mengatakan bahwa para pensiunan jenderal yang selama ini membantu dan mendanai FPI, termasuk mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djajusman, belakangan kehilangan kontrol atas kelompok tersebut.

Disebutkan bahwa para donatur FPI itu telah “menciptakan monster” yang sekarang menjadi independen dan tidak merasa terikat kepada para donatur mereka sebelumnya.

“Walaupun siapa saja yang memiliki uang dapat menyewa FPI untuk kepentingan politik, namun tidak ada seorang pun di luar FPI bisa mengontrol Habib Rizieq yang kini menjadi bos bagi dirinya sendiri,” ungkap bocoran telegram rahasia tersebut.

Separuh PDIP Bolos Paripurna, Ini Alasannya

Data Sekretariat Jenderal DPR, sebanyak 220 anggota Dewan tidak hadir sidang paripurna.
SELASA, 6 SEPTEMBER 2011, 15:46 WIB Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam

Suasana Rapat Paripurna DPR yang lengang (Antara/ Ismar Patrizki)
BERITA TERKAIT
220 Anggota DPR Mangkir Sidang Paripurna
Dianggap Tak Bertaji, Aturan BK DPR Digugat
Komnas HAM Akan Surati Anggota DPR Itet
Anggota DPR Ancam Pecat Staf yang Hamil Tua
Ini Prioritas Agenda DPR
VIVAnews – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat hari ini diwarnai ramainya kursi kosong. Bahkan hanya separuh dari anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau 47 dari total 94 orang hadir pada Selasa 6 September 2011 ini.

Menurut Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo, ada macam-macam alasan ketidakhadiran anggota fraksinya itu. “Baik karena sakit, keperluan keluarga, penugasan partai atau penugasan komisi/ badan/DPR sendiri,” katanya melalui pesan tertulis ke VIVAnews.

Tjahjo menyatakan, imbauan untuk tidak bolos memang dikembalikan kepada anggota DPR yang bersangkutan. “Tidak mungkin sengaja membolos sidang DPR, tentunya ada alasan,” kata Sekretaris Jenderal PDIP itu.

Tjahjo menyatakan, seperti dirinya, hari ini bisa mengikuti paripurna DPR, rapat kelompok fraksi dan rapat komisi. “Sore ini, saya tugas ke Bali, besok tidak bisa hadir di paripurna, izin ada tugas di Bali,” katanya. “Kamis sudah di Jakarta kembali.”

Data Sekretariat Jenderal DPR, sebanyak 220 anggota Dewan tidak hadir dalam hari pertama sidang paripurna di DPR. Berikut data kehadiran anggota DPR yang diperoleh VIVAnews.com:

1. Fraksi Demokrat hadir 96 dari 148 orang
2. Fraksi Golkar hadir 79 dari 106 orang
3. Fraksi PDI Perjuangan hadir 47 dari 94 orang
4. Fraksi PKS hadir 32 dari 57 orang
5. Fraksi PAN hadir 25 dari 46 orang
6. Fraksi PPP hadir 17 dari 38 orang
7. Fraksi Kebangkitan Bangsa hadir 9 dari 28 orang
8. Fraksi Gerindra 21 dari 26 orang
9. Fraksi Hanura 14 dari 17 orang.
(umi)
• VIVAnews

Video Porno Mirip Anis Matta Pernah Ditonton Politisi PKS, Arifinto!

Arifinto PKS Pernah Lihat Video Mirip Anis Matta

HMINEWS – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto mengakui sering mendapatkan gambar dan video porno lewat email. Ia bahkan pernah dikirim video mesum mirip Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Anis Matta.

“Mohon maaf ya, video mirip Anis (Anis Matta) saja masuk ke saya. Biasa kirim lewat email, Facebook dan Twitter gambar-gambar kaya gitu,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, kemarin.

Video porno mirip Anis Matta beredar awal Maret 2011. Dalam video berdurasi hampir satu menit tersebut, seorang pria dan wanita tanpa sehelai benang sedang bercumbu. Anis sendiri sudah membantah laki-laki dalam video tersebut adalah dirinya.

Seperti diberitakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arifinto tertangkap kamera sedang melihat gambar porno saat sidang paripurna penutupan masa sidang III tahun 2010-2011, Jumat (8/4/2011).

Arifinto mengaku mendapatkan link email. Setelah diklik ternyata isinya gambar porno. Anggota Komisi V tersebut mengaku menghapus gambar tersebut setelah melihatnya.[]ian/inil

Video Mesum Beredar, Anis Matta Difitnah

Belakangan ini, para pengguna twitter atau tweeps dihebohkan dengan muncul akun twitter dengan nama Benny Israel. Kini, muncul akun twitter dengan nama Fahri Israel, yang dibuat sekitar 12 jam yang lalu.

Twitter Benny Israel sempat tenar karena mempublikasikan data-data intelejen. Sedangkan Fahri Israel bikin gempar karena memberikan link video mesum yang dikatakan diperankan oleh Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta.

“Nih,Video mesum anis matta sblm terkenal spt skrg,silahkan anda2 percaya atau tidak ini buktinya!” tulis Fahri Israel.

Anis menegaskan pemeran video mesum yang disebar oleh Fahri Israel bukanlah dirinya. “Ini fitnah untuk saya dan PKS. Ini bagian operasi politik untuk PKS dan saya pribadi,” ujarnya, Selasa (1/3/2011).

Para pengguna twitter yang mem-follow Fahri Israel, mempertanyakan kebenaran video mesum tersebut. Kebanyakan mengecam tindakan Fahri Israel yang menyebarkan link video mesum.

“Sukanya jelekin org2 di twitter! kelakuan naudzubillah!” tulis salah satu tweep.[]inil/ian

Dituding Makan Uang Haram 10 Milyar, Anies Matta Terancam Sanksi!

Ketua Dewan Syariah PKS yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Surahman Hidayat mengkonfirmasi pemberitaan terkait adanya dugaan Sekjen DPP PKS Anis Matta menyimpan sendiri dana Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta sebesar Rp10 miliar. Dana itu diberikan oleh calon gubernur yang diusung PKS, Adang Dorodjatun.

Dikatakan, setelah dirinya melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, dana Rp10 miliar itu sengaja disimpan sebagai logistik cadangan yang bisa digunakan sewaktu-waktu.

“Memang ada fund rising untuk Pemilu Kada DKI. Dan dia diberi kewenangan untuk mengelolanya,” cetus Surahman di Jakarta, Kamis (17/30/2011).

Menurutnya, penyimpanan dana pemilu kada memang harus dilakukan agar penghematan terjadi. Dana itu bisa digunakan untuk keperluan yang sangat mendesak. Karena itulah, dana yang disimpan itu pada akhirnya juga digunakan untuk kegiatan pemenangan pemilu kada.

“Bahkan dana yang dicadangkan bisa lebih dari Rp10 miliar,” ungkap Surahman.

Dia menyebutkan, tudingan miring terhadap Anis bisa saja terjadi karena tidak semua kader PKS mengetahui strategi pengelolaan dana untuk pemenangan Pemulu Kada DKI tersebut.

“Saya yakin Anis tidak seperti itu. Kalaupun nanti ternyata terbuki ada penyelewengan, kita akan beri sanksi,” tegas Surahman.[]mi/ian

Yusuf Supendi Siap Pidanakan Petinggi PKS

HMINEWS – PKS bakal menghadapi masalah internal yang serius. Salah satu pendiri Partai Keadilan (PK) Yusuf Supendi mengaku tidak main-main soal tuduhannya kepada para petinggi PKS. Yusuf pun siap membawa kasus ini ke pengadilan.

HMINEWS – PKS bakal menghadapi masalah internal yang serius. Salah satu pendiri Partai Keadilan (PK) Yusuf Supendi mengaku tidak main-main soal tuduhannya kepada para petinggi PKS. Yusuf pun siap membawa kasus ini ke pengadilan.

“Saya siap mempertanggungjawabkan secara Yuridis baik sebagai pemohon mau termohon. Karena saya memiliki alat bukti,” ujar Yusuf ,Kamis (17/3/2011).

Menurut Yusuf bila aduannya ke BK DPR tidak direspons, ia siap membawa kasus tersebut ke pengadilan. Yusuf akan menggugat baik pidana maupun perdata.

“Saya akan gugat Perdata dan Pidana. Perdata kerugian immateril saya, karena ceramah saja saya dilarang. Pidana sudah jelas yang tadi saya ke BK DPR,” terangnya.

Yusuf mengaku memiliki alat bukti yang cukup untuk mendukung tudingannya. Saksi pun ia siap hadirkan. Yusuf melaporkan Sekjen PKS yang juga Wakil Ketua DPR Anis Matta yang dinilainya menerima uang dari calon Gubernur DKI Jakarta Adang Daradjatun. Juga dilaporkan sejumlah aktivitas kurang baik Presiden PKS yang juga anggota Komisi I DPR, Luthfi Hasan Ishaaq selama menjabat sebagai bendahara PKS.

“Kalau saksi perdata saya siap hadirkan. Kalau untuk pidana saya tinggal sebut biar nanti pengadilan yang memanggil,” terangnya.

Selain Makan Uang Haran, Tiga Elit PKS Berpoligami tanpa Aturan Syariah

Sebagai mantan anggota Dewan Syariah PKS,Yusuf Supendi ternyata punya kartu truf para politisi partainya yang berpoligami.Sebab menurut aturan partainya, setiap kader yang melakukan poligami harus minta izin ke Dewan Syariah.

Yusuf membeberkan tiga elit PKS yang berpoligami, namun bermasalah. Namun, ia minta nama ketiga elit PKS itu tak disebutkan dulu. “Pada saatnya, nama tiga elit PKS itu boleh dibuka. Pasti ini akan gempar, karena saya menangani banyak kasus poligami di PKS. Saya akan keluarkan peluru ini satu per satu nanti dimuntahkan. Sekarang, nama-nama itu jangan disebut dulu. Kasusnya saja diungkap,” ungkapnya, Sabtu (19/3/2011).

Pertama, terang Yusuf, ada elit PKS yang melakukan poligami, tetapi melanggar aturan Dewan Syariah. “Yang pertama ini berpoligami tanpa seizin Dewan Syariah. Itu melanggar aturan partai. Tapi sekarang, malah dia membalik-balik fakta, seolah-olah saya yang melakukan poligami dan melanggar aturan partai. Padahal, dia sendiri,” tuturnya.

Kedua, elit PKS yang melakukan poligami tanpa wali. “Elit ini boleh dibilang kader anak kecil di PKS, anak baru kemarin sore. Dia menikah dengan istri kedua tanpa wali. Nikahnya fasakh, tidak sah. Dia sempat diadili di Dewan Syariah,” ungkapnya.

Ketiga, seorang elit PKS yang saat ini duduk di kabinet, pernah berpoligami hingga istri pertamanya kabur. “Saya ikut menangani urusan poligami si dia ini sampai setengah tahun lamanya. Masalahnya pelik, sampai-sampai istri pertamanya kabur dari rumahnya. Nanti akan saya tulis dalam testimony bahwa saya tidak akan lari dari kenyataan sebagaimana istri pertamanya si dia lari dari rumahnya,” sindir Yusuf.

Yusuf mengingatkan kepada para elit PKS agar tidak sewenang-wenang terhadap dirinya, karena ia mengancam akan membongkar semua tabir kepalsuan dan sejumlah kasus di tubuh PKS. “Saya ini diakui oleh Ustad Abu Ridho sebagai perutnya PKS yang menyimpan banyak rahasia PKS. Jadi jangan coba-coba macam-macam. Nanti saya muntahkan semua peluru yang saya simpan ini,” tukasnya.[]Inil/ian

Inilah Daftar Gaji Para Petinggi Telkom

Selama satu tahun penghasilan orang nomor satu Telkom adalah Rp 7,53 miliar.

VIVAnews – Rencana pemerintah menaikkan gaji pejabat negara menuai kontroversi banyak kalangan. Sejumlah pejabat sering membandingkan gaji mereka dengan gaji direksi perusahaan milik negara yang justru menjadi bawahan mereka.

Namun, kalangan lainnya menilai gaji pejabat negara tak layak dibandingkan dengan gaji direksi BUMN. Sebab, pejabat negara merupakan jabatan pengabdian kepada negara, sedangkan BUMN berorientasi untuk mencari keuntungan.

Jika ditelusuri, tak bisa dipungkiri gaji para direksi BUMN memang cukup mencengangkan. Misalnya, gaji bos Bank Mandiri, BRI, BNI, Pertamina dan Telkom. Gaji mereka jauh lebih besar ketimbang gaji menteri yang menjadi atasan mereka, bahkan jika dibandingkan dengan gaji presiden Republik Indonesia sekalipun.

Contohnya saja, gaji direksi PT Telkom Indonesia. Seperti disebutkan dalam laporan keuangan Telkom tahun 2008 yang juga dipublikasikan melalui pasar modal, penghasilan direksi BUMN ini cukup mencengangkan.

Selama satu tahun penghasilan orang nomor satu Telkom adalah Rp 7,53 miliar. Jika dihitung rata-rata per bulan, Rinaldi Firmansyah yang menjabat Direktur Utama Telkom akan memperoleh penghasilan Rp 627,5 juta setiap bulannya.
Direktur yang memperoleh gaji terbesar kedua adalah Arief Yahya, Direktur Enterprise & Wholesale Telkom sebesar Rp 7,49 miliar.

Berikut ini perincian gaji direksi dan komisaris perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut seperti disebutkan dalam laporan keuangan BUMN ini.

Gaji Dewan Direksi PT Telkom (dalam juta rupiah)

Direksi Gaji Tunjangan Asuransi Tunjangan Lain Total
Rinaldi Firmansyah 1.800,0 3.591,4 342,9 1.795,5 7.529,6
Faisal Syam 1.620,0 2.739,2 308,6 1.591,2 6.259,7
Sudiro Asno 1.620,0 2.739,2 308,6 1.938,9 6.606,7
Ermady Dahlan 1.620,0 2.739,2 308,6 2.089,0 6.756,8
I Nyoman G 1.620,0 2.739,2 308,6 1.513,6 6.181,4
Arief Yahya 1.620,0 3.287,0 308,6 2.282,4 7.498,0
Gaji Dewan Komisaris Telkom (dalam juta rupiah)

Komisaris Gaji Tunjangan Asuransi Tunjangan Lain Total
Tanri Abeng 900,0 1.765,2 - 796,8 3,462,0
Arif Arryman 810,0 1.588,7 - 743,1 3.141,8
P Sartono 810,0 1.588,7 - 713,1 3.111,8
Mahmuddin Yasin 810,0 821,8 - 713,1 2.344,9
Anggito Abimanyu 405,0 1.588,7 - 405,7 2.399,4
Bobby AA Nazief 202,5 - - 304,1 506,6
+++++++

Rata-rata satu orang direksi Mandiri membawa pulang duit Rp 6,6 miliar selama 2008.

Dirut Bank Mandiri, Agus Martowardojo (daylife.com)

VIVAnews – Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Agus Martowardojo enggan mengomentari soal gaji dirinya yang jauh lebih tinggi, bahkan sampai 4 kali dibandingkan dengan gaji kotor Presiden Republik Indonesia.

“Nanti, saya lihat dulu gaji saya, berapa ya,” ujar Agus di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2009.

Dalam laporan keuangan Bank Mandiri 2008, gaji, tunjangan, dan bonus yang diberikan kepada 12 direksi mencapai Rp 79,35 miliar. Angka ini terdiri dari Rp 26,84 miliar gaji pokok, Rp 16,28 miliar tunjangan, dan Rp 36,23 miliar bonus. Rata-rata satu orang direksi Mandiri membawa pulang duit Rp 6,6 miliar selama 2008.

Apakah setuju gajinya diturunkan?
Agus menjawab, “Kalau kami si tergantung pemegang saham.”

Menurut dia, hasil rapat pemegang umum saham menentukan besaran gaji direksi satu perusahaan. Selain itu, pemegang saham juga melihat dari sisi pengelolaan unit bisnis. Pemegang saham tentu akan menyesuaikan dengan tugas dan risiko bisnis. “Itu terus ditetapkan.”

Disinggung soal kesenjangan gaji bos BUMN dengan gaji pejabat negara, Agus mengaku tidak memiliki opini soal itu. “Kalau soal itu, Direktur sumber daya manusia yang bisa menyampaikan.”

Terkait dengan penurunan gaji para bankir yang dilakukan oleh negara-negara anggota G-20, Agus menekankan yang disorot di forum G-20 adalah invesment banking yang umumnya aktif bermain di pasar finansial dengan berbagai jenis produk derivatif.

Menurut dia, di industri perbankan terbagi dalam dua kategori, yakni core banking dan investment banking. Kalau commercial banking termasuk dalam core banking sehingga tidak menjadi tekanan. “Yang disorot G20 adalah bank investasi.”

Di antara total 141 badan usaha milik negara (BUMN), direktur utama perusahaan mana yang gajinya tertinggi? Bagaimana jika dibandingkan dengan swasta?

DI Indonesia, urusan gaji masih sering dianggap hal yang tabu untuk dibicarakan secara blak-blakan. Banyak perusahaan yang enggan merilis data gaji yang dibayarkan kepada para eksekutifnya. Salah satu alasannya menghindari pembajakan eksekutif berprestasi oleh perusahaan lain yang menjadi kompetitor.

Beruntung, sejak beberapa tahun terakhir, ada kebiasaan bagus yang dilakukan oleh BUMN yang sudah go public atau listing di Bursa Efek Indonesia. Setiap rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan, perusahaan-perusahaan pelat merah menyertakan informasi umum tentang remunerasi bagi direksi dan komisarisnya.

Dengan demikian, publik pun bisa menelusuri berapa besar gaji dan bonus yang diterima oleh bos-bos BUMN besar tersebut. Transparansi itu penting untuk menuju tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Nah, seberapa besarkah remunerasi yang diterima? Ternyata, angkanya sangat besar, mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Tidak salah jika dikatakan bahwa gaji para bos BUMN saat ini selangit. Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, perbaikan remunerasi merupakan salah satu strategi untuk mendorong profesionalisme para eksekutif BUMN. ”Yang terpenting, sistem remunerasi harus berbasis kinerja. Jika kinerjanya bagus, remunerasi juga bagus. Gaji naik, ditambah bonus. Tapi jika kinerjanya jelek, remunerasinya juga tidak akan naik,” ujarnya.

Karena itu, Sofyan mengatakan lega karena menjelang akhir masa jabatannya sebagai Men BUMN, pihaknya berhasil menyelesaikan peraturan menteri (permen) tentang pedoman penetapan penghasilan direksi, komisaris,dan dewan pengawas BUMN. Permen No 2/MBU/2009 tersebut ditetapkan akhir April lalu. ”Permen ini menjadi rambu-rambu untuk menetapkan remunerasi pejabat BUMN,” katanya.

Menurut Sofyan, perbaikan remunerasi diharapkan bisa sejalan dengan perbaikan kinerja BUMN. Untuk itu, sistem remunerasi BUMN yang selama ini relatif kurang jika dibandingkan dengan sektor swasta di bidang industri sejenis ditargetkan bisa semakin kompetitif. ”Saat ini, sudah relatif kompetitif. Contohnya, bank. Ini supaya orang yang terbaik tetap bertahan di situ (BUMN, Red),” jelasnya.

Saat ini, di antara total 141 perusahaan pelat merah, kinerja BUMN sektor perbankan memang cukup menonjol. Karena itu, gaji eksekutif bank pelat merah masuk dalam jajaran gaji tertinggi di BUMN. Hingga 2009, rekor gaji tertinggi di BUMN masih dipegang oleh eksekutif Bank RakyatIndonesia (BRI). Per 2009, Direktur Utama BRI Sofyan Basyir membawa pulang gaji Rp 167 juta per bulan. Direktur lain mengantongi Rp 150 juta per bulan.

Selain gaji, eksekutif BRI mengantongi bonus besar. Tahun ini, para direksi dan komisaris menerima total bonus atau tantiem Rp 69,11 miliar. Bonus tersebut dibagi untuk 10 orang direksi, 6 orang komisaris, dan 1 orang sekretaris dewan komisaris.

Komposisi pembagian menggunakan skema standar 100 persen untuk direktur utama, sedangkan direksi menerima bonus 90 persen dari yang diterima direktur utama. Komisaris utama menerima bonus 40 persen dari yang diterima direktur utama. Komisaris menerima 36 persen dari yang diterima direktur utama dan sekretaris dewan komisaris menerima bonus 15 persen dari yang diterima direktur utama.

Dengan komposisi tersebut, tahun ini Direktur Utama BRI Sofyan Basyir mengantongi bonus Rp 6,036 miliar. Jika ditambah dengan gaji Rp 167 juta per bulan, total gajidan bonus yang dikantongi Sofyan mencapai Rp 8,04 miliar setahun atau setara dengan Rp 670 juta per bulan.

Pundi-pundi duit yang dikantongi bos BRI memang terus naik dari tahun ke tahun. Pada 2008, gaji direktur utama Rp 150 juta dan direktur lainnya Rp 135 juta. Tahun lalu, BRI membagikan bonus atau tantiem total Rp 39,187 miliar. Dengan angka tersebut, direktur utama mengantongi tantiem Rp 3,422 miliar. Dengan demikian, setelah dijumlahkan dengan gaji selamasatu tahun, total gaji dan bonus yang diterima Rp 5,222 miliar atau setara Rp 435,16 juta per bulan.

Pada 2007, gaji direktur utama BRI Rp 123 juta per bulan dan gaji direktur lainnya Rp 112 juta per bulan. Pada tahun itu, BRI memberikan tantiem total Rp 21,290 miliar. Sebanyak Rp 1,859 miliar di antaranya diperuntukan direktur utama. Dengan demikian, pada 2007 direktur utama mengantongi total gajidan bonus Rp 3,335 miliar atau setara Rp 277,91 juta per bulan.

Keputusan pemegang saham untuk terus menaikkan gaji eksekutif BRI dan mengguyur bonus miliaran rupiah, tampaknya, mengacu pada kinerja perseroan yang terus meningkat. Pada 2006, BRI membukukan laba bersih Rp 4,257 triliun. Pencapaian itu terus naik pada 2007 dengan raihan laba bersih Rp 4,838 triliun. Pada 2008, saat turbulensi perekonomian global menerjang paro kedua tahun lalu, manajemen BRI masihbisa mendongkrak laba bersih hingga Rp 5,958 triliun.

Di bawah BRI, eksekutif BUMN yang masuk jajaran bergaji tertinggi adalah Bank Mandiri. Tahun ini, Agus Martowardojo yang menduduki kursi direktur utama mengantongi gaji Rp 166 juta per bulan, sedangkan anggota direksi lainnya mengantongi Rp 150 juta per bulan.

Gaji bos Bank Mandiri memang hanya tipis di bawah gaji bos BRI. Namun, untuk urusan bonus atau tantiem, angkanya terpaut cukup jauh. Jika tahun ini direktur utama BRI mendapatkan tantiem Rp 6,036 miliar, tantiem untuk direktur utama Bank Mandiri Rp 4,77 miliar. Meski demikian, jika dijumlah dengan total gaji, pundi-pundiyang dikantongi Agus Martowardojo masih sangat besar, yakni Rp 6,762 miliar setahun atau setara Rp 563,5 juta per bulan.

Sebenarnya, pada 2008, total remunerasi yang dikantongi bos Bank Mandiri lebih besar daripada yang didapat bos BRI. Pasalnya, tahun lalu, besaran gaji direktur utama BRI dan Bank Mandiri sama, yakni Rp 150 juta per bulan. Demikian pula gaji anggota direksi Rp 135 juta.

Namun, tahun lalu pemegang saham Bank Mandiri memberikan tantiem lebih besar. Jika total tantiem BRI Rp 39,187 miliar, tantiem untuk eksekutif Bank Mandiri mencapai Rp 46,06 miliar. Dengan demikian, besaran tantiemyang diterima direktur utama pun lebih besar, yakni mencapai Rp 3,70 miliar. Jika ditotal dengan gaji, penghasilan selama setahun yang diterima bos Bank Mandiri pada 2008 mencapai Rp 5,50 miliar atau setara Rp 458,33 juta per bulan.

Tidak semua bos BUMN bersedia bicara terbuka soal penghasilan yang diterima dan bagaimana membelanjakannya. Salah seorang yang cukup terbuka adalah Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo.

Pria kelahiran Amsterdam, 24 Januari 1956 tersebut bicara te­rang-terangan saat ditanya tentang keputusan rapat umum pemegang sahamyang menaikkan gajinya pada 2009. “Gaji saya naik dari Rp 150 juta per bulan menjadi Rp 166 juta per bulan,” ujarnya.

Menurut Agus, kenaikan gaji itu dinilai wajar oleh pemegang saham seiring dengan meningkatnya kinerja Bank Mandiri sepanjang 2008. “Karena itulah, gaji direksi naik 11,06 persen,” katanya.

Tahun lalu Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp 5,31 triliun atau naik 22,3 persen jika dibandingkan dengan jumlah tahun sebelumnya, Rp 4,34 triliun. Laba 2008 tersebut merupakan pen­capaian tertinggi Bank Mandiri sepanjang sejarahnya.

Adapun Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sofyan Basyir belum bersedia bicara soal remunerasi yang diterimanya.

http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=88206

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Jumat,Kompas 22 Juli 2011
Gaji Ke-13 Pejabat Negara
Ainna Amalia FN

Pada 30 Juni lalu, pemerintah mengeluarkan PP Nomor 33 Tahun 2011 tentang Gaji, Pensiun, Tunjangan Bulan Ke-13 kepada PNS, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pensiunan.

Gaji ke-13 tahun ini menghabiskan anggaran negara Rp 8 triliun: Rp 1 triliun dialokasikan untuk gaji ke-13 para pejabat negara. Menurut PP No 33/2011, para pejabat negara juga kecipratan jatah gaji ke-13. Padahal, tiap bulan mereka telah mendapat gaji beserta tunjangan rata-rata di atas Rp 10 juta.

Lihat saja, gaji dan tunjangan presiden per bulan Rp 62 juta; wakil presiden Rp 42 juta; menteri, jaksa agung, panglima TNI, dan pejabat setingkat masing-masing lebih dari Rp 18 juta; ketua DPR Rp 30 juta; serta wakil ketua DPR Rp 26 juta.

Di samping menerima gaji tinggi, para pejabat negara juga mendapat fasilitas rumah dan mobil dinas. Mobil dinas menteri dan pejabat tinggi lain adalah Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp 1,3 miliar. Rumah dinas yang mereka tempati pun bernilai miliaran rupiah.

Ganti rugi cara Belanda

Ini berbeda halnya dengan gaji dan fasilitas pejabat negara di Belanda, salah satu negara kaya di dunia yang berpendapatan per kapita 22.570 euro (Rp 273,28 juta). Alih-alih beroleh gaji ke-13, anggota parlemen Belanda bahkan tak menerima gaji dan fasilitas mobil. Mereka hanya memperoleh ganti rugi transpor yang tak terlalu besar nilainya.

Banyak ditemukan anggota parlemen berangkat ke kantor dengan trem, sejenis kendaraan umum kota mirip kereta api tetapi bentuknya lebih kecil. Bahkan, ada yang pergi dinas dengan naik sepeda onthel.

Negara hanya mengganti uang transpor untuk kepentingan tugas keparlemenan 781,36 euro (Rp 9,5 juta) bagi yang bertempat tinggal dalam radius 10-15 kilometer (km) dari kompleks parlemen Binnenhof (Den Haag). Yang tinggal di radius 15-20 km mendapat 1.093,63 euro (Rp 13,2 juta) dan yang bermukim di radius lebih dari 20 km menerima uang transpor 1.562,72 euro (Rp 18,9 juta). Yang berumah dalam radius kurang dari 10 km tak masuk dalam ketentuan itu dan tak dapat apa-apa.

Sungguh amat berbeda keadaannya dengan pejabat di Tanah Air yang berlimpah gaji dan fasilitas. Gaji tinggi dan beragam fasilitas bagi pejabat negara itu tak sebanding dengan tingkat kesejahteraan rakyat indonesia.

Menurut data BPS (Maret 2011), jumlah penduduk miskin Indonesia 30,02 juta jiwa, sekitar 12,49 persen dari total penduduk Indonesia. Warga miskin ini berpenghasilan di bawah Rp 220.000 per bulan. Bisa dibayangkan, betapa repot mereka memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dengan penghasilan hanya Rp 220.000 per bulan. Ini belum lagi untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan.

Melihat keadaan semacam ini, pejabat yang merupakan pelayan masyarakat seharusnya malu jika masih mendapat gaji ke-13. Anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk gaji ke-13 para pejabat seharusnya dialokasikan untuk kepentingan rakyat kecil yang jauh lebih membutuhkan.

Para pejabat seharusnya menyadari hakikatnya sebagai pejabat: melayani rakyat. Karena rakyat yang dilayani masih banyak yang belum hidup layak, tidak pantas bagi pejabat mendapat gaji ke-13 dari APBN/APBD yang notabene adalah hasil keringat rakyat Indonesia.

Mau dengan alasan ”tugas berat dan tanggung jawab besar sebagai pejabat negara”? Itu adalah konsekuensi seorang pejabat. Atau dengan alasan ”pejabat juga memiliki kebutuhan hidup seperti masyarakat lain”? Saya kira kedua alasan itu tak pas bagi pejabat untuk menerima gaji lebih besar lagi, sementara masih banyak warga yang susah memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mental pejabat yang rakus dan selalu merasa kekurangan ini muncul karena sistem di negara kita mensyaratkan modal besar untuk menjadi seorang pejabat. Otomatis ketika menjadi pejabat, mereka berusaha mengembalikan modal yang telah mereka gunakan dengan berbagai cara untuk mendapat jabatan.

Di samping itu, budaya feodal telah mencetak pejabat kita bermental juragan—bergaya hidup mewah dan glamor—sehingga berapa pun gaji dan fasilitas yang mereka terima selalu tak cukup memenuhi kebutuhan mereka yang ”langit adalah batasnya”. Sikap mental itulah yang telah membutakan mata hati pejabat kita. Mereka tidak peka dengan ketidaksejahteraan rakyat.

Patut diapresiasi apa yang dilakukan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menolak gaji ke-13. Penolakan seperti itu juga dilakukan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie pada tahun 2006. Menurut keduanya, gaji ke-13 hanya pantas bagi pegawai negeri sipil golongan I dan II. Pejabat negara dengan golongan lebih dari itu tidak layak mendapatkannya.

Jika para pejabat negara merasa kurang dengan gaji yang telah mereka terima, persoalannya terletak bukan pada besar atau kecilnya gaji, melainkan pada sikap mental dan gaya hidup yang seharusnya sudah diubah. Gaya hidup yang sekarang berlebih-lebihan itu mestinya berubah menjadi sikap hidup yang sederhana.

Belajar hidup sederhana

Perihal hidup sederhana, agaknya pejabat negara kita perlu belajar banyak dari sosok Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Selama menjabat sebagai presiden, dia tidak pernah mengambil gajinya sebagai presiden. Ketika diwawancarai oleh wartawan TV FOX Amerika Serikat, dia memberikan alasan bahwa semua kesejahteraan milik negara dan rakyat. Ia bertugas menjaganya.

Ahmadinejad hanya mengambil gajinya sebagai dosen di sebuah universitas, yang tak lebih dari 250 dollar AS (Rp 2,1 juta) per bulan. Presiden Iran ini juga tidak menempati rumah dinas yang mewah, tetapi tetap tinggal di rumah sendiri yang sederhana, warisan dari ayahnya 40 tahun silam.

Ketika melaksanakan perjalanan dinas, dia memilih naik pesawat terbang biasa dan duduk di kelas ekonomi. Sungguh sebuah potret pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan sendiri.

Para pejabat di India setali tiga uang. Sebagaimana diceritakan Akbar Faizal (Partai Hanura) ketika DPR melakukan kunjungan kerja di India pada Mei lalu, para menteri India sehari-hari hanya pakai baju sederhana khas India, bukan baju mahal bermerek internasional. Mereka lebih senang memakai produk dalam negeri ketimbang buatan luar negeri.

Setelah selesai melakukan kunjungan ke India, anggota Komisi II DPR ini mengaku merasa malu dengan gaya hidup pejabat di Indonesia. Malu dengan banyaknya gaji dan fasilitas yang telah mereka terima. Sekarang tinggal kita menunggu apakah para pejabat ini akan merasa malu menerima gaji ke-13. Apakahmereka masih memiliki kekuatan nurani untuk menolak gaji ke-13? Kita lihat saja.

Ainna Amalia FN Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Peneliti di Lembaga Penelitian Agama dan Sosial Budaya Surabaya

Poligami Elit PKS Ternyata Tanpa Wali yang Sah

Poligami Elit PKS Ternyata Tanpa Wali yang Sah

HMINEWS – Pendiri PKS, Yusuf Supendi memuntahkan satu per satu skandal poligami elit partainya yang bermasalah. Kali ini, Yusuf mengungkap skandal poligami seorang elit PKS yang saat ini jadi anggota DPR RI yang namanya berakhiran huruf “O”.

“Sebetulnya ada satu lagi elite PKS yang pernah kawin lagi atau poligami tanpa wali yang sah dan telah diberikan sanksi oleh Dewan Syariah Pusat PKS. Ia memiliki nama khas Jawa “O” padahal bukan Jawa asli. Ia menjadi Anggota DPRRI dari Dapil Jawa,” ungkap Yusuf, Minggu (20/3/2011).

Karena tindakannya itu, anggota DPR yang berpoligami tersebut diberi beberapa sanksi, di antaranya diskors dari keanggotaan PKS selama 3 bulan. “Di antara sanksinya, ia diberi sanski berupa skors selama 3 bulan dari keangotaan partai,” tuturnya.

Lantaran tindakan poligami bermasalah anggota Dewan itu, terang Yusuf, dua elit PKS lainnya mengikuti jejaknya berpoligami tanpa wali. “Atas tindakannya tersebut, lalu menjadi contoh bagi dua kader PKS yang lain untuk melakukan tindakan serupa,” terangnya.

Yusuf sebenarnya sungkan untuk membeberkan skandal poligami anggota Dewan ini. “Karena ia diam, tidak menyerang saya, saya pun tidak mau menyerangnya. Jika mau menyerang silakan. Saya kan memiliki data termasuk Dapil dan jumlah perolehan suaranya,” aku Yusuf.

Yusuf mendoakan agar anggota Dewan yang berpoligami tidak melakukan praktik kawin bawah tangan. “Jika Anda dapat menebaknya, saya do’akan semoga dapat berpoligami yang sah sesuai syariah dan peraturan per-undang-undangan. Bukan kawin siri / di bawah tangan kayak Luthfi dengan istri pertamanya, Ika,” harapnya.[]inil/ian

Bongkar Skandal Korupsi PKS, Yusuf Berharap Tidak Dibunuh Dijalan

Yusuf Supendi: Mudah-mudahan Saya Tidak Dibunuh di Jalan

Pendiri Partai Keadilan (kini PKS) dan anggota Majelis Syura PKS Yusuf Supendi, pagi ini, dijadwalkan datang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia akan melaporkan sejumlah petinggi partainya terkait dugaan penerimaan dana asing dan penggelapan dana.

Yusuf berharap proses hukum yang dia tempuh hari ini, berjalan lancar. “Insya Allah (datang ke KPK), mudah-mudahan saya tidak dibunuh di jalan,” kata Yusuf, Senin, 21 Maret 2011.

Yusuf menambahkan sejak menggugat para petinggi partainya, dia beberapa kali menerima teror serius, tepatnya teror itu menghampiri sejak Oktober 2010 lalu.

Teror tak hanya ditujukan ke nomor telepon pribadi Yusuf, tetapi juga ke rumah, misalnya di salah satu bagian rumah dicoret-coret dengan tanda silang oleh orang tak dikenal.

Tapi, Yusuf sangat berhati-hati dalam mengaitkan ancaman ini dengan kasus yang dia gugat. Dia tidak menyebut siapa orang yang mengancamnya dan apakah terkait langsung dengan pihak yang sedang dia perkarakan.

Menanggapi gugatan Yusuf, kemarin, mantan Presiden PKS yang kini menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menyarankan agar persoalan ini diselesaikan secara internal partai dan kekeluargaan saja.

“Toh di PKS ada lembaga yudikatif yakni Dewan Syuro, Pusat, Wilayah dan Badan Penegak Disiplin Organisasi,” kata dia.

Menurut dia, pelanggaran yang dilakukan oleh setiap kader PKS bisa dilaporkan ke lembaga-lembaga itu.[]viva/ian

Wajah PKS Kini Sudah Buruk, Siapa Masih Percaya?

Pengamat: PKS Kini Bermuka Dua

HMINEWS – Konflik internal serta kasus-kasus yang mendera para kadernya, membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai tak ubahnya seperti partai-partai yang lain. Yaitu memiliki dua wajah sekaligus.

“Kalau PKS tadinya punya satu wajah, partai yang peduli, bersih, dan profesional, sekarang ada tambahan lagi, ada wajah buruknya,” ujar pengamat politik Universitas Paramadina M Ikhsan Tualeka di Jakarta, Minggu (20/3/2011).

Alhasil, sambung dia, kini PKS nyaris tak ada bedanya dengan sejumlah partai lain yang memiliki dua wajah. Golkar dengan wajah orde baru dan wajah reformasi, PDIP dengan sejarah PDI-nya serta kasus serupa yang dialami partai-partai lain. Situasi ini tentu menjadi persoalan tersendiri bagi para elite PKS.

“Tinggal mereka mampu memoles wajah buruk yang ada menjadi baik kembali atau malah menjadi lebih bopeng,” ungkap dia.

Ihsan menjelaskan, konflik memang akan senantiasa mewarnai dinamika perjalanan partai politik. Sehingga diperlukan mekanisme internal yang memadai untuk menemukan resolusi konflik.

Konflik diinternal partai, menurut dia, biasanya dipicu karena tidak meratanya pembagian kue kekuasaan atau pembagian peran. Selain itu juga karena ada kekecewaan dari pihak-pihak tertentu yang sejatinya memiliki andil besar dalam pendirian partai.

“Belakangan ada fenomena baru baik di PKB maupun PKS, karena yang menggugat adalah orang-orang lama yang punya peran besar. Secara personal mereka melihat ada yang tidak tuntas dalam konsepsi aktivitas kepartaian,” ungkapnya.

Yang jelas, lanjut dia, adanya konflik internal di partai diakibatkan karena tidak adanya mekanisme penyelesaian konflik yang komprehensif. Saluran-saluran kritik sudah tidak dapat digunakan, sehingga para pihak lebih memilih cara-cara di luar mekanisme kepartaian, salah satunya dengan menggunakan media.

“Ini memang bisa berakibat kontraproduktif, kritik tersampaikan tapi citra partai tercoreng. Padahal di PKS tokoh-tokoh partai terkenal tidak begitu doyan kekuasaan struktural. Itu ditunjukkan dalam kongres partai berjenjang yang nyaris tak kedengaran ada konflik,” tandasnya.[]pz/ian

Pendiri PKS akan laporkan dugaan korupsi Anis Matta cs ke KPK

Hanin MazayaSenin, 21 Maret 2011 14:57:19Hits: 1646
JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah membongkar tiga nama elit Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terlibat kasus poligami tidak syar’i, Ustadz Yusuf Supendi kembali buka kartu soal dugaan korupsi elite PKS.

Rencananya, hari ini, Senin (21/3/2011) pukul 14.00 WIB, pendiri PKS itu akan menyerahkan dokumen dugaan korupsi yang dilakukan elit PKS kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Insya Allah Senin (21/3) pukul 14.00 WIB saya Yusuf Supendi akan silaturahmi ke pimpinan KPK untuk menyerahkan sejumlah dokumen dan surat sakti,” ujar Yusuf, Senin (21/3).

Salah satu dokumen yang akan diserahkan Yusuf adalah dugaan penggelapan dana partai sebesar Rp 10 miliar yang dilakukan oleh Sekjen PKS, Anis Matta, saat menjadi koordinator kampanye Adang Darodjatun di Pemilihan Gubernur DKI 2007. Tidak hanya itu, Yusuf akan menyertakan nama-nama saksi yang dianggap mengetahui dugaan korupsi elit-elit PKS.

“Antara lain alat bukti permulaan perihal skandal penggelapan dana Rp 10 miliar oleh Sekjen PKS dan elit PKS lainnya, dan nama-nama selusin saksi terkait uang tersebut,” beber Yusuf yang pernah menjadi Sektretaris Dewan Syariah PKS itu.

Selain itu, Yusuf juga akan melaporkan dugaan gratifikasi sejumlah elit PKS yang dilakukan untuk “kejar setoran” ke kas partai.

“Mereka yang terima gratifikasi itu termasuk pejabat negara, dia terima uang dari orang lain karena ada sesuatu. Orang yang ngasih karena punya keperluan. Itu risywah atau gratifikasi,” tambahnya.

Uang yang diterima tersebut, menurut Yusuf, diduga dimanfaatkan oleh perorangan di jajaran DPP PKS. Sementara, besaran uang yang diterima diperkirakan berkisar Rp30-500 juta.

“Ada kisaran Rp30-500 juta. Itu tidak dilaporkan ke KPK. Diterima oleh perseorangan di jajaran PKS, seperti ke Hilmi Aminuddin (Ketua Dewan Syuro PKS),” jelasnya.

Mantan anggota DPR periode 2004-2009 tersebut akan meminta KPK untuk menelusuri dugaan korupsi yang ditemukannya di internal PKS.

Sebelumnya, Kamis (17/3/2011) lalu, Yusuf melaporkan Anis ke Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat. Selain Anis, yang dilaporkan ke BK adalah Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin.

Luthfi dilaporkan ke BK karena dianggap melanggar etika sebagai anggota DPR, mengelola dana Pemilihan Umum 1999 yang 94 persennya adalah sumbangan Timur Tengah, mendapat Rp 34 miliar dari Jusuf Kalla, dan mengirim pesan pendek (SMS) pada Yusuf yang salah satunya berbunyi “Pengganggu istri orang ampe cerai dan dipecat”.

Adapun Hilmi, dituding gesit mengumpulkan setoran untuk memperkaya diri. Sedangkan Anis disebut menggelapkan dana Pilkada DKI Rp 10 miliar yang didapat dari Adang.

Mengenai dugaan korupsi Rp 10 miliar itu, Ketua Dewan Syariah PKS, Surahman Hidayat menjelaskan, Anis memang sempat menyimpan Rp 10 miliar dari Rp 40 miliar dana kampanye Adang. Tapi selanjutnya, dana tersebut dicairkan, dan habis digunakan untuk membiayai kampanye mantan Wakil Kepala Polri tersebut. (voa-islam/arrahmah.com)

Ini Bukti Bukti Korupsi Anis Matta

Benarkan Anis Matta korupsi? Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi menyerahkan bukti baru ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dan gratifikasi terhadap Sekjen PKS Anis Matta. Yusuf yakin kasus ini tergolong gratifikasi.

Yusuf menyerahkan bukti baru itu, karena KPK merasa kesulitan memproses laporan Yusuf tersebut karena kasusnya menyangkut partai politik. Kasus-kasus partai politik bukan merupakan bagian yang bisa ditangani KPK. Kecuali jika Anis mata terlibat perbuatan pidana korupsi dengan penyelenggara negara.

Dijelaskan, Yusuf, Anis Matta adalah penyelenggara negara berdasarkan UU No 30 Tahun 2002. “Tahun 2007 Anis Matta adalah penyelenggara negara, oleh karena itu kita laporkan kepada KPK. Bapak yakin perjalanan ini tidak sebentar, ini perlu waktu, KPK juga perlu teliti,” ujar Yusuf di gedung KPK, Rabu 26 April 2011.

Yusup yakin KPK akan menangani pengaduannya. “Saya percaya KPK akan bertindak, Saya ini muslim, pertama harus berdasarkan iman dan kedua harus berdasarkan keyakinan.”
http://www.berita2.com/nasional/69-h…an-ke-kpk.html

Tunggakan Kredit Berpotensi Korupsi

Artikel yang dilansir dari salah satu media online ini sangat berpotensi korupsi dunia perbankan di Indonesia

Pembangunan Depo Bbm Pamatata Selayar Masih Belum Dilanjutkan


Hingga saat ini pembangunan Depo Bbm di pamatata kecamatan bontomatene kabupaten kepulauan selayar Sulawesi-selatan belum kelar. Malah boleh di bilang bahwa pembangunan penampungan bbm ini mandek alias macet, dan hal ini telah macet setahun terakhir malah lebih. Menurut informasi yang berkembang bahwa konsorsium pembangunan depo  bbm pamatata ini telah menerima kucuran kredit senilai kurang lebih 18 Miliar dari salah bank di republik ini. Termasuk adanya informasi bahwa pengelola proyek pembangunannya sempat menunggak pembayaran kredit ke BRI pada pertengahan tahun kemarin selama 6 bulan dan bila betul hingga saat ini telah lebih setahun. Mengenai hal ini, sejumlah nara sumber menyebut nama Tanri Abeng ikut mengetahui, sebab perusahaan yang di gunakan dalam proyek pembangunannya adalah perusahaan milik Abeng. (*)

10 Kelompok Mafia Yang Terbesar Dan DiTakuti Di Dunia

JapaneseYakuzaMafia adalah kelompok-kelompok rahasia yang terlibat dalam kejahatan terorganisir tersebar di banyak negara. Nama-nama mafia mereka biasanya diidentikkan dengan nama asal Negara. Tujuan mereka biasanya adalah untuk memonopoli  kegiatan-kegiatan ilegal seperti narkoba, perdagangan senjata api, dll. Dari sekian kelompok mafia ini ada 10 kelompok mafia yang dikenal sangat berpengaruh.Urutan kelompok mafia tersebut mulai yang paling yang terbesar dan berpengaruh.Silakan gan lanjutkan..

1. Mafia Rusia

Rusia MafiaMafia Rusia berasal dari Uni Soviet dan sekarang memiliki pengaruh di seluruh dunia. Hal ini antara 100.000 hingga 500.000 anggota. Mereka yang terlibat dalam kejahatan terorganisir di negara-negara seperti Israel, Hungaria, Spanyol, Kanada, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, dll Mereka juga berimigrasi ke Israel, Amerika, dan Jerman dengan menggunakan identitas Yahudi dan Jerman. Kegiatan mereka termasuk obat-obatan dan perdagangan senjata api, pengeboman, penyelundupan, pornografi, penipuan internet, dll Salah satu aturan mereka adalah untuk tidak pernah bekerja sama dengan pihak berwenang. Jika salah satu anggota buka mulut ketika tertangkap, mereka akan dibunuh.

2. Mafia Sisilia dan Amerika Cosa Nostra

SicilianandAmericanCosaNostraSisilia dan Amerika Cosa Nostra adalah kelompok yang relatif baru. Kelompok ini baru muncul pertengahan abad kesembilan belas di Italia. Terlepas dari itu menjadi mafia muda, ia memiliki kemampuan luar biasa untuk merencanakan kejahatan besar. Mereka terlibat dalam narkoba dan perdagangan senjata. Mereka memiliki jumlah anggota kecil berkisar 3.500-4.000. Seorang anggota harus menjalani upacara perkenalan di mana dia harus membunuh seseorang untuk membuktikan kemampuannya

3.Mafia  Kartel Narkoba Kolombia

Columbia MafiaKartel Narkoba Kolombia dibentuk untuk mengendalikan dan perdagangan narkoba. Mereka beroperasi di banyak negara. Mereka memiliki banyak organisasi yang berhubungan dengan politik, militer dan aspek hukum kartel. Kartel yang penting dari Columbia adalah Kartel Cali, Medellin Cartel dan Kartel Valle del Norte.. Mereka juga telah terlibat dalam banyak penculikan dan terorisme.

4. Mafia Cina Triad

chinese MafiaTriad Cina terdiri dari banyak organisasi kejahatan yang berbasis di Daratan Cina, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Singapura, dll .Mereka juga sangat aktif di New York, Los Angeles, Seattle, Vancouver dan juga San Francisco. Kejahatan terorganisir mereka melibatkan pencurian, kontrak pembunuhan, perdagangan narkoba, pemerasan, dan pembajakan. Mafia ini berdiri pada abad ke-18 yang awalnya disebut Tian Di Hui . Triad memiliki 50 sampai lebih dari 30.000 anggota. Mereka juga terlibat dalam pemalsuan mata uang Cina.

5. Mafia Yakuza Jepang

Japan YakuzaYakuza Jepang tidak segan-segan menggunakan kekerasaan dan ancaman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.Kelompok ini mulai ada sejak abad ke-17. Kelompok mafia ini mempunyai ciri khas yaitu badan yang penuh tatoo.Sampai sekarang sudah memiliki 110.000 anggota aktif di grup ini yang dari keluarga 2500. Kegiatan mereka meliputi perdagangan gadis sek dari Eropa dan Amerika, prostitusi dan penyelundupan manusia secara illegal

6. Mafia Meksiko

MeksikomafiajpgMafia Meksiko merupakan geng penjara terkuat di Amerika Serikat. Itu dimulai pada akhir tahun 1950-an untuk melindungi tahanan terhadap narapidana lain dan dari para petugas. Geng ini juga telah terlibat dalam pemerasan dan perdagangan narkoba. Mereka memiliki sekitar 30.000 anggota di seluruh Amerika Serikat. Mereka memiliki 150 anggota geng di penjara yang  memiliki wewenang untuk memberi perintah pembunuhan dan 2000 rekan mereka siap untuk menjalankan perintah ini. Mereka memaksa geng dan dealer untuk membayar pajak perlindungan dan mereka yang menolak akan dibunuh.

7. Mafia Israel

IsraeliMafiaMafia Israel beroperasi di banyak negara dalam kegiatan seperti narkotika, perdagangan narkoba dan prostitusi. Dulu mereka sangat dikagumi namun seiring pekembangan waktu kegiatan mereka semakin tidak terkontrol dan sering melakukan pembunuhan. Banyak anggota mafia Israel dan mafia Rusia kini telah telah menyusup dan terjun dalam politik di Amerika.

8. Mafia Serbia

SerbianmafiaMafia Serbia beroperasi di lebih dari sepuluh negara termasuk Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dll Mereka yang terlibat dalam berbagai kegiatan seperti perdagangan narkoba, penyelundupan, pembunuh bayaran, perjudian dan pencurian gen. Memiliki tiga kelompok besar yaitu Vozdovac, Surcin dan Zemun yang mengendalikan kelompok-kelompok kecil. Saat ini ada sekitar 30-40 kelompok yang bekerja di Serbia.

9. Mafia Albania

AlbanianMafiaMafia Albania terdiri dari sejumlah besar organisasi kejahatan yang berbasis di Albania. Mereka aktif di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Mafia ini mulai berkembang dan menyebar ke negara lain pada tahun 1980-an. Di Amerika Serikat dan Inggris, mereka menjalankan bisnis seks dan perdagangan narkoba .Mereka dikenal tidak segan-segan menggunakan kekerasan  untuk membalas dendam.

10. Mafia Jamaika-Yardies Inggris

Jamaican YardiesMafia Jamaika-Inggris Yardies adalah terdiri orang-orang Jamaika yang berimigrasi ke Inggris tahun1950-an. Mereka terlibat dalam geng dan lebih dikenal sebagai Yardies. Mereka melakukan kejahatan terorganisir seperti perdagangan narkoba dan kejahatan bersenjata. Sayangnya kelompok mereka kurang terorganisasi sehingga kelompok ini tidak terlalu ditakuti seperti kelompok mafia lainnya.

Untuk melihat gambar keren lainnya bisa dilihat disini, Smart Picture

Orang Yang Paling Dicari Di Dunia

Ternyata di balik kehabatan intel-intel rahasia, baik amerika maupun negara lain, sungguh masih bisa lengah dan kalah cerdik oleh orang-orang yang di anggapnya sangat membahayakan, tapi entahlah membahayakan atau tidak, tapi bertahun-tahun pengejaran dan pencarian, tidak membuahkan hasil apapun, diantara orang-orang ini, mungkin kita telah mengetahuinya, sekedar menambah pengetahuan ini dia orang-orang yang paling di cari di dunia :
Osama Bin Laden
Tidak mengherankan bahwa pimpinan Al-Qaeda ini menjadi orang yang paling dicari di dunia. Akibat ulahnya lah peristiwa 9/11 yang menghancurkan gedung kembar WTC di New York dan mengakibatkan ribuan korban jiwa terjadi. Selama delapan tahun belakangan ini Bin Laden telah berhasil selamat dari perburuan manusia terbesar di dalam sejarah. Saat ini ia diperkirakan sedang bersembunyi di Pakistan, akan tetapi Menteri Pertahanan AS Robert Gates sendiri telah menyatakan bahwa AS tidak lagi memiliki agen intel yang cukup hebat untuk dapat mengungkapkan keberadaan Bin Laden, dan menurutnya masih butuh waktu bertahun-tahun untuk dapat menangkap pria ini.

Bin Laden selain dipercaya sebagai otak di balik peristiwa 9/11, pertama kali diindikasikan sebagai teroris di balik peristiwa pengeboman truk di Arab Saudi pada tahun 1995, yang mengakibatkan korban jiwa warga negara AS. Pada tahun 1998 terjadi pengeboman kedutaan AS di Kenya dan Tanzania yang juga diduga sebagai ulahnya. Saat ini informasi yang mengarahkan ke keberadaan Bin Laden dihargai sebesar 25 juta dolar.
Joaquin Guzman
Pria asal Meksiko ini selain sebagai buronan paling dicari dan berbahaya di dunia juga berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu miliarder dunia, dengan harta kekayaan lebih dari 1 miliar dolar. Guzman yang membiakkan pundi-pundi uangnya dengan penyelundupan obat-obatan terlarang saat ini tercatat sebagai orang paling dicari kedua di dunia, hanya kalah dari status Osama Bin Laden.

Penyelundup obat-obatan terlarang paling berbahaya di dunia ini dikabarkan telah menjadi semakin berkuasa. Selama dua tahun belakangan dia telah mengembangkan pengaruhnya di Meksiko untuk menyelundupkan kokain dan mariyuana ke AS. Pemerintah AS memberikan hadiah sebesar 5 juta dolar bagi informasi yang bisa mengarahkan ke keberadaannya. Guzman melarikan diri di tahun 2001 setelah pengadilan Meksiko menyetujui ekstradisinya ke AS.
Dawood Ibrahim
Pria paling dicari di india ini merupakan pimpinan dari sindikat kejahatan yang beranggotakan 5000 orang yang dikenal sebagai D-Company. Organisasi kejahatan ini bertanggungjawab atas kasus penyelundupan, narkotika, sampai pembunuhan. Organisasi ini sebagian besar beroperasi di Pakistan, India, dan Uni Emirat Arab. Ibrahim diperkirakan bekerja sama dengan Lashkar-e-Taiba yang bertanggung jawab terhadap serangan di Mumbai pada tahun 2008 lalu. Meskipun pemerintah Pakistan menyangkal, akan tetapi diduga kuat bahwa saat ini Ibrahim berada di Negara tersebut karena di sana ia memiliki keterikatan kuat dengan badan intel Pakistan.
Semion Mogilevich
Pria ini merupakan pimpinan organisasi kejahatan Rusia. Sempat ditahan di tahun 2008 di Rusia karena penggelapan pajak di sebuah perusahaan retail kosmetik, dan sempat keluar dari daftar orang paling dicari. Akan tetapi di tahun 2009 Mogilevich dibebaskan karena pengacaranya dapat meyakinkan ketidakterlibatannya dalam kasus penggelapan pajak tersebut. AS sempat memohon ekstradisi karena keterlibatan dalam penipuan saham sebesar 150 juta dolar di AS, akan tetapi karena AS dan Rusia tidak memiliki perjanjian ekstradisi, maka hingga saat ini Mogilevich masih bebas menikmati kehidupan mewahnya di Rusia. FBI sendiri percaya bahwa kejahatan penipuan saham ini bukan satu-satunya kejahatan Mogilevich. Pria ini dipercaya menjadi otak di balik kejahatan terorganisir seperti pembunuh bayaran, penyelundupan senjata hingga kemungkinan penyelundupan bahan nuklir. Mogilevich tentu saja menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut.

Takabonerate Adalah Nama Keramat Dalam Hitungan Kerugian Negara

Perjalanan panjang untuk memperkenalkan nama Takabonerate bukanlah sebuah hal yang mudah, namun kenapa  hasil dari sebuah perjuangan tersebut menjadi ajang mendapatkan keuntungan semata oleh para pengelola daerah dan siapa saja yang melibatbkan diri dalam penamaan Takabonerate.  Nama Takabonerate di abadikan pada sejumlah benda yang merupakan asset daerah kabupaten kepulauan  selayar dan di biayai oleh negara termasuk sejumlah kegiatan menggunakan nama Takabonerate. Sayang sekali ketika nama ini di sematkan pertama kalinya pada sebuah kapal feri  yang di beli oleh pemerintah kabupaten selayar tahun 2003 akhirnya menuai badai. Nama KMF Takabonerate pada kapal LCT Manumbar sembilan yang di sulap  menjadi sebuah kapal feri telah membobol apbdselayar hingga tahun 2010 hingga belasan miliar rupiah. Kapal ioni juga telah menyeret mantan ketua Dprd Selayar Ince Langke  dan Mantan Bupati Selayar Akib Patta sebagai terdakwa serta sejumlah nama lainnya diantaranya 9 anggota Dprd Selayar periode 1999 – 2004 serta 3 pejabat pemda dan seorang pengusaha. Semua anggotadewan kemudian bebas, semua pejabat juga bebas termasuk mantan ketua Dprd dan Mantan Bupati yang menjadi terdakwa,  kelaupun mantan Bupati SelayarAkib Patta sempat meringkuk di tahanan gunung sari makassar namun semuanya sudah terlupakan asalkan kasus ini tidak lagi mencuat. Persetan dengan kerugian daerah dan lupakan para kelompok pejabat negara sertawakil rakyat ini telah menerima premi pembelianya. Yang penting kembalikan kapal tersebut, ujar Arsil Ihsan , ketua FPS kepada sejumlah awak media. lalu mana kapalnya ? menurut ketua FPS ini, bahwa kapal tersebut telah menjadi barang bukti di kejaksaan tinggi Sulsel saat mantan Bupati Selayar menjadi terdakwa dalam perkara Kasus Korupsi di gelar di PN.Makasar.  Kemudian semuanya hilang, kabur dan terhembus informasi bahwa kapal tersebut telah di pinjam pakaikan oleh kejati sulsel kepada seorang pengusaha dan informasi lainnya bahwa kapa tersebut telah di operasikan oleh oknum pejabat kejati sulsel. Sampai saat ini kapal tersebut belum kembali ke Selayar sebagai pemilik sah atas penggunaan dana apbd selayar TA 2002 dan 2003 senilai 5 Miliar Rupiah. Belum lagi beban utang atas jaminan APBD melalui persetujuan Dewan yang kemudian terbayarkan hingga tahun 2009 .  

Selanjutnya pada tahun 2009 hingga 2010 dan 2011, kemudian muncul lagi nama kapal Takabonerate 2, yang dioperasikan oleh dinas perhubungan kabupaten kepulauan selayar. Kapal Takabonerate2 adalah tipe kapal cepat dengan mesin boat fast tempel berukuran besar. Awelnya untuk kegiatan pengawasan laut dinas perhubungan namun kemudian nama dan kegiatan dimaksud kemudian mulai tercium bau bau tak sedap dari kwalitas dan harganya. Belum lagi saat ini kapal tersebut malah tidak lagi pernah terlihat. Lalu berapa harganya dan bagaimana sebenarnya proses lelang dalam pengadaanya ?  Te;ah sesuaikah ? Persetan dengan semuanya yang penting hal ini jangan mencuat.

bagaimana pula dengan Takabonerate Islands Ekspeditions yang saat ini kembali di dengungkan untuk dilaksanakan periode ke 3. malah semuanya sesumbar bahwa TIE3 adalah ajang mencari rekor. Mungkin rekor terbanyak  keuntungan dari hasil kerja para pelaksana atau  rekor terbanyak mendapatkan fee dari kegiatan ini ? “

Pada pelaksanaan TIE2 lalu, sejumlah anggaran telah di gelontorkan ke kantong para penentu kebijakan dalam pelaksanaannya. Tapi semua pertanggungjawabannya telah selesai dan sangat rapi. Apalagi kegiatan ini di back up pemerintah berwajib alias mereka yang berwajib memeriksa zkebobolan keuangan negara.  Pokoknya semua terlibat termasuk TNI AL Armada Makassar  yang banyak mendapatkan bayaran pada penyiapan armada lautnya dalam melayani tamu tamu pejabat yang datang termasuk penyelam yang di buat sedemikian rupa agar semuanya berjalan lancar dan tidak tercium bau bau mark up.  Belum  lagi biaya iklan oleh pak  Gubernur di metro tv serta biaya bahan bakar heli kopter buat beliau. Tapi sudahlah , persetan dengan semuanya , yang penting pak Komandan di pusat tidak tahu.

Bila dikalkulasi , maka hasil penamaan takabonerate pada sejumlah barang dan kegiatan telah menelan kerugian daerah dan negara tidak kurang dari puluhan miliarrupiah. Lantas  hal ini  terus dibiarkan oleh mereka yang berkompeten. Termasuk mereka yang di sebut para penyidik.  Ataukah semuanya sama saja dengan penyidik yang saat ini menjadi binmas di desa jinato kecamatan takabonerate  yang menjadi pemain dalam kegiatan illegal fishing serta menjadi penyalur minuman keras”? seperti dalam sejumlah pemberitaan di media online  terkait ulah oknum ini. Biarkan saja, atau persetan dengan semuanya yang penting aman buat kita kita.

Meluruskan Benang Merah Data Wikileaks


Data Wikileaks yang membeberkan tentang dugaan korupsi Any Yudhoyono dan keluarganya, serta dipetieskannya dugaan korupsi yang melibatkan Taufik Kiemas patut diberi apresiasi walaupun hanya sekedar dugaan.

Data yang diungkapkan Wikileaks tersebut, justru menunjukkan betapa selama ini elit politik dan lembaga ICW tidak berani mengungkap dugaan korupsi yang ada di sekitar Istana dan elit politik yang berkuasa.

Hal itu dikemukakan Indonesia Development Monitoring dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu 12 Maret 2011.

Menurut Direktur Eksekutif IDM Munatsir Mustaman, selama ini yang menjadi sasaran tembak dari kasus kasus besar yang diduga merugikan negara hanyalah Aburizal bakrie saja  dan PSSI, serta yang terungkap hanyalah kasus kasus kecil yang melibatkan kepala kepala daerah dan mantan menteri saja.

Sementara berdasarkan data Wikileaks yang meyebutkan bahwa istri President dan keluarganya mengunakan kekauasaannya untuk mencari keuntungan di BUMN dan menjadi broker bisnis, kata Munatsir, bisa dijadikan whistle blower untuk mengungkap adanya dugaan koruspi dan nepotisme yang dilakukan orang lingkaran istana .

Perlu dicatat katanya, data wikileaks yang di beritakan dua surat kabar Australia bukanlah penghinaan bagi rakyat Indonesia maupun pelecehan martabat bangsa seperti yang dikatakn sejumlah elit politik untuk membela SBY. “Ini murni merupakan dugaan kejahatan serius kalau memang data data wikileaks itu benar adanya,” ujarnya.

Justru yang harus dikategorikan sebagai penghinaan terhadap rakyat Indonesia dan plecehan martabat bangsa, katanya adalah perlakuan negara negara penguna jasa TKI yang telah banyak melakukan penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap TKI kita.

“Bukan pemberitaan The Age dan Sidney Morning Herald terhadap SBY dan kroninya,” ujarnya.

Dugaan adanya benang merah yang menyatakan dugaan bahwa Taufik kimas terlibat kasus korupsi, menurut MUnatsir juga bisa jadi itu benar. Sebab ngototnya Taufik kimas untuk melakukan koalisi dengan SBY bisa dijadikan bukti adanya konspirasi Taufik kiemas agar dugaan korupsinya tidak dibongkar oleh SBY.

“Serta naiknya Taufik Kiemas sebagai ketua MPR,” paparnya.

Karena itu katanya, data data bocoran hasil berita kawat diplomat diplomat Amerika perlu segera di lakukan investigasi secara terang benderang agar bagsa ini tidak dicap sebagai bagsa yang terkorup.

“Ini penting karena duta besar amerika pun tidak mengatakan data wikileaks itu adalah data bohong. Dubes Amerika Serikat hanya menyesali kalau data data yang sifatnya rahasia bisa bocor ke media massa melalui wikileaks dan mengarah langsung pada SBY dan keluarganya serta kroninya,” ujarnya.

Justru saat ini tambahnya, data data wikileaks bisa dijadikan dasar untuk melakukan klarifikasi apakah benar selama ini pemerintahan SBY melakukan korupsi.

Hal ini juga penting untuk kredibilitas KPK yang selama ini terkesan hanya berani menangkap koruptor koruptor kelas teri saja. “karena itu hari senin IDM berserta sejumlah elemen masyarkat akan melaporka tokoh tokoh yang diberitakan wikileaks ke KPK,” jelasnya.

Jika ternyata tidak benar data data-data Wikileaks setelah dilakukan peyelidikan oleh KPK, maka IDM akan meminta tangung jawab pemerintah Amerika serikat karena sudah meyiarkan data data bohong yang merugikan Presiden SBY.(hms)

http://matanews.com/2011/03/13/meluruskan-benang-merah-data-wikileaks/

Laporan Tim Kerja Kasus Munir ke Paripurna DPR


Diposkan oleh Indoleaks di 09:01
Inilah Laporan Tim Kerja Kasus Munir ke Paripurna DPR. Sebuah tim yang terdiri atas anggota DPR dengan tujuan menelusuri kasus pembunuhan Munir.

Dokumen ini bisa diunduh di sini.
Label: kasus munir
Laporan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir
Diposkan oleh Indoleaks di 21:22
Inilah hasil kerja Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir (TPF Munir). Dokumen ini berisi riwayat pembentukan TPF Munir, cara kerja, yang dilakukan hingga temuan dan rekomendasinya kepada Presiden Indonesia.

Dokumen ini bisa diunduh di sini dan di sini.

Sarah Palin Desak Pendiri Wikileaks Diburu Seperti Alqaidah

Wikileaks benar-benar membuat marah Amerika Serikat setelah mempublikasikan segudang nota diplomatik milik negara itu. Tak tanggung-tanggung, politikus yang juga mantan calon wapres Amerika, Sarah Palin, mendesak agar pendiri Wikilieaks, Julian Assange, diburu seperti usamah bin Ladin.

Kemarahan Palin itu diungkapkan dalam akun Facebook-nya. Mantan gubernur Alaskan ini menuding Gedung Putih tidak becus menangani kasus ini. ”Pertama dan terpenting, apa langkah yang mesti diambil untuk menghentikan Direktur Wikileaks, Julian Assange, untuk menghentikan penyebaran dokumen khusus yang sangat sensitif ini, karena dia sudah dua kali melakukannya,” tulisnya.

”Assange bukanlah wartawan. Dia lebih dari editor majalah Alqaidah berbahasa Inggris,” kecamnya. ”Dia seorang anti Amerika dengan darah di tangannya.”

Paling melanjutkan tulisannya. ”Dokumen yang dirilisnya dahulu telah mengungkap identitas lebih dari 100 agen atau sumber warga Afghanistan kepada Taliban. Mengapa dia tidak diburu dengan kepentingan yang sama tatkala kita memburu Alqaidah dan pemimpin Taliban?” cetusnya dengan geram.

Paling menuding ketidakmampuan pemerintah Amerika memburu Assange merupakan cerminan dari lemahnya usaha yang dilakukan.

Pemerintah Amerika kemarin telah membuka penyelidikan kriminal untuk menuntut Assange dengan tuduhan telah mempublikasikan dokumen rahasia seperti diatur dalam Undang Undang Spionase. Assange yang diyakini sekarang berada di London, sebelumnya juga sudah diselidiki oleh polisi Swedia dengan tuduhan pemerkosaan terhadap dua wanita.

Jaksa Agung Amerika, Eric Holder, menegaskan pemerintah tengah menyelidiki dugaan perbuatan kriminal yang dilakukan Wikileaks.

Dokumen Bocor di WikiLeaks, Hubungan Indonesia-AS Terancam

Hubungan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat terancam mengalami iritasi serius terkait Government to Government (G2G). Hal ini terkait dengan bocornya rangkaian cerita dari dokumen diplomatik AS dan Indonesia lewat WikiLeaks.

Demikian dikatakan oleh Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi kepada Republika, Rabu (1/12). Ia kemudian menjelaskan, bahwa akan ada dua level dampak yang sangat mungkin terjadi jika WikiLeaks membocorkan aksi intelejen yang melibatkan pemerintah AS dan Indonesia.

“Pertama, pada level pemerintah dan elite politik,” katanya. Sebab, tambah dia, bagaimanapun pemerintah dan parpol itu tidak tunggal. “Saya sendiri tidak bisa berandai-andai, namun kalau ada informasi yang dilempar oleh WikiLeaks terkait dukungan pemerintah AS pada parpol tentu akan menimbulkan efek keributan antara parpol,” kata dia.

Level kedua, dampaknya pada tingkat publik. Menurut dia, jika informasi yang dibocorkan sangat krusial, maka sudah pasti akan menambah sentimen masyarakat pada AS. Ia kemudian menambahkan, “Setahu saya, ketika data-data itu dibocorkan, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton dan Presiden Obama rajin menelepon sahabat-sahabatnya dari negara lain.” Kata dia, pemerintah AS sadar betul bahwa itu akan mengganggu hubungan diplomatik AS dan negara-negara sahabatnya.

3.059 dokumen Rahasia Amerika Serikat Yang Terkait Indonesia

Sebagian Dokumen Tentang Indonesia yang Dibocorkan Wikileaks

Wikileaks memiliki sebanyak 3.059 dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait Indonesia. Dokumen itu merupakan semacam laporan diplomatik yang dikirim dari Kedubes AS di Jakarta dan Konjen AS di Surabaya. Situs Wikileaks berjanji akan mempublikasi dokumen itu secara bertahap.

Dan ternyata Wikileaks mulai menepati janjinya. Tiga buah dokumen mengenai Indonesia sudah dirilis. Dokumen itu dibuat dalam bentuk
Congressional Research Service (CSR), lembaga think tank Kongres AS. Dokumen CRS ini biasanya menjadi dasar bagi Senat dan DPR AS dalam mengambil kebijakan. Berikut isi dokumen tersebut:

Masalah Timor Timur
CRS Report RS20332
East Timor Crisis: US Policy and Options
5 November 1999

*Pemerintahan Bill Clinton menekan RI agar menerima kehadiran pasukan perdamaian internasional di Timor Timur usai jajak pendapat 1999.

*Menghentikan kerja sama militer AS dan Indonesia dan mengancam sanksi lebih keras bila tak mau bekerja sama, mengendalikan milisi, dan memulangkan 200 ribu pengungsi Timor Timur.

*Mendukung keputusan IMF dan Bank Dunia menghentikan bantuan mereka untuk Indonesia.

* Bantuan yang dihapus untuk tahun 2000 antara lain bantuan ekonomi 75 juta dolar AS, Economic Support Funds 5 juta dolar AS dan IMET 400 ribu dolar

Tentang Pemilu 2004
CRS Report RS21874 Analyst in Southeast and South
Asian Affairs 20 Mei 2005

*SBY disebut the thinking general

*Bila Wiranto jadi presiden, hubungan RI dan AS akan sangat rumit karena Kongres AS menaruh perhatian besar pada isu pelanggaran HAM di Timor Timur.

*Suksesnya Pemilu 2004 meneguhkan dominasi partai sekuler, yaitu Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat.

Pelatihan Kopassus
Dokumen Joint Combined Exchange Training (JCET) and Human Rights Background and Issues for Congress
26 Januari 1999

*Sejak 1992, Kongres AS memutus program Pelatihan dan Pendidikan Militer In ternasional (IMET) untuk Indonesia setelah tragedi Santa Cruz.

* Namun, di bawah program JCET Dephan yang di setujui oleh Deplu, pasukan Baret Hijau AS melatih 60 anggota pasukan khusus TNI di Indonesia yang sebagian besar Kopassus. JCET berdalih pelatihan murni militer meskipun kurikulum latihan perang kota berjudul ‘crowd control’.

*April 1998, anggota Kongres AS menyurati Menteri Pertahanan Cohen Evans yang menyebut program JCET mengakali larangan Kongres. JCET dihentikan 8 Mei 1998.

Sumber: WikiLeaks, Congressional Research Service

Gheleaks muncul sebagai jawaban atas kebuntuan informasi.

TENTANG GHELEAKS
Gheleaks muncul sebagai jawaban atas kebuntuan informasi.

Terutama informasi yang berpeluang menjadi bumerang bagi penguasa, politisi dan kaum jahat lainnya di Indonesia. Gheleaks berusaha memilah dan memilih dokumen yang seharusnya diketahui publik, dari ratusan koleksi Gheleaks . Kami akan terus mendobrak kebuntuan informasi, dengan mempublikasikan hak kita yang bernama informasi.

Bagi kami, diamnya orang tertindas, lebih hina dari penindas itu sendiri.
Mari kita bersuara. Mendobrak kebuntuan informasi.
Semua dokumen di Gheleaks, kami sajikan secara terbuka sebagai hasil copy paste dari sejumlah media online. Apa adanya.
Dan, tentu saja, masih orisinil dari tangan pertama.

Anda juga bisa berbagi bersama kami, dengan menghubungi melalui gheleaks@yahoo.com

Syarat dan Ketentuan berlaku.

Nelayan Selayar Rentan Menjadi Korban Bom Ikan

6/2/2006 8:25 WIB

Dua Warga Pulau Tambolongan yang Kena Bom Ikan Akan Dirujuk ke RS Pelamonia Makassar

, Arsil Ichsan – Selayar, Dua dari tiga orang warga Pulau Tambolongan Kabupaten Selayar yang terkena bom ikan menurut rencana hari ini akan dirujuk ke RS Pelamonia Makassar.

Keduanya, yakni Suama dan Juma`ang saat ini masih dalam perawatan intensif tim medis di RS Kabupaten Selayar. Mereka mengalami luka pada bagian kepala dan luka di bagian matanya.

Sementara itu sebanyak 33 warga Pulau Tambolongan yang saat ini mendekam di Rutan Selayar masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik terkait kasus dugaan pembunuhan dan pengerusakan kapal milik Firman, setelah sebelumnya Firman ditemukan melakukan pengemboman ikan di perairan Pulau Tambolongan.

Menurut sejumlah warga, Firman tewas akibat terkena bomnya sendiri ketika berusaha melarikan diri dari kejaran warga Pulau Tambolongan yang terkenal anti kegiatan destructive fishing.

Ketika terdesak, Firman kemudian melemparkan bom ikan ke arah warga Pulau Tambolongan yang mengejarnya. Bom yang dilempar Firman kemudian mengenai dirinya sendiri hingga dia tewas.

Hal tersebut disampaikan sejumlah warga ketika bertemu dengan anggota DPR RI Tamsil Linrung di Rutan Selayar, Minggu (5/2) kemarin petang.

Akibat tewasnya Firman, petugas Kepolisian Resort Selayar kemudian melakukan penyergapan dan menangkap 38 warga Tambolongan, lima diantaranya anak-anak. Setelah menjalani pemeriksaan, ke-33 warga tersebut dinyatakan sebagai tersangka. (doa)

SULAWESI SELATAN SIAP MENJADI IBUKOTA NEGARA

Sabtu, 19 Februari 2011 – 04:09:43 WIB

Diposting oleh : Rahmania

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 17 Februari 2011, telah mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait kesiapan Sulawesi Selatan menjadi ibu kota negara. Sekretaris Wilayah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, A. Muallim mengatakan, surat rekomendasi yang ditandatangani Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo itu juga berisi kajian tentang kesiapan dan potensi Sulawesi Selatan menjadi ibu kota pengganti Jakarta sesuai hasil seminar nasional bertajuk Ibu Kota Negara, Harapan dan Tantangan, di Makassar, 24 Januari 2011 dan diharapkan bisa mendapat respon positif sehingga memilih Kota Makassar dan Sulawesi Selatan sebagai ibu kota negara.
A.Muallim mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap surat rekomendasi itu dapat ditindaklanjuti pemerintah pusat, dalam rekomendasi itu, pemerintah provinsi mengusulkan Kota Makassar dan sejumlah kota satelit bisa menjadi pusat pemerintahan menggantikan Jakarta. Sedangkan Jakarta bisa menjadi pusat perekonomian di Tanah Air. Usulan ini juga merupakan respons atas berkembangnya wacana pemindahan ibu kota negara beberapa bulan lalu. Bahkan pemerintah pusat sudah melakukan kajian mengenai wacana tersebut akibat semakin semrawutnya kondisi Jakarta, sehingga tidak layak lagi sebagai ibu kota negara. Dia menyebutkan usulan yang dikirimkan ke pemerintah pusat ini bukan serta merta dari keinginan Pemerintah Sulawesi Selatan, melainkan hasil rekomendasi seminar nasional yang dihadiri sejumlah pakar diantaranya, pakar pemerintahan dan otonomi daerah, Ryaas Rasyid, mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Tanri Abeng dan pengajar Bidang Pertahanan dan Keamanan Lembaga Ketahanan Nasional, Laksamana Muda Willem Rapangilei.
Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Sulawesi Selatan memberikan respons positif dengan menangkap peluang perpindahan ibu kota tersebut. Makassar dengan sejumlah kota penyangganya, seperti Maros, Gowa, Takalar siap dijadikan ibu kota negara. Secara historis, Sulawesi Selatan sangat memungkinkan menjadi ibu kota negara lantaran pada era prakemerdekaan, daerah ini menjadi pusat perdagangan dan juga menjadi penopang pangan nasional dan secara topografi dan geografi, letak Sulawesi Selatan berada tepat di tengah Indonesia. Ini sangat baik dari segi potensi wilayah dan keamanan negara. Sulawesi Selatan juga memiliki kawasan Mamminasata (Maros, Sungguminasa dan Takalar) yang akan dikembangkan jadi kota baru.
Sementara itu, berdasarkan kajian Tanri Abeng pada Seminar Nasional bertajuk Ibu Kota Negara, Harapan dan Tantangan, di Makassar. Saat ini, Jakarta tidak dapat lagi dipertahankan sebagai ibu kota negara. Kondisi Jakarta sudah sesak, semua sumber daya manusia yang berpotensi datang ke Jakarta, karena semua terpusat disana sehingga daerah susah untuk berkembang. Untuk itu harus dilakukan penyebaran pemerintah agar mampu menopang pengembangan ekonomi di luar Jawa.
Nia/A. Suri /Ridwan (Jumat, 18 Februari 2011)

6000 Honorer Siluman Di Kabupaten Jeneponto Sul-Sel!

Karut-Marut Pendataan Tenaga Honorer di Jeneponto (1)
6000 Honorer Siluman!
Mencuatnya kasus ribuan honorer siluman di Kabupaten Jeneponto, berawal ketika pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), meminta pemerintah daerah melakukan pendataan ulang database tenaga honorer yang dianggap tercecer.
Atas permintaan tersebut, Pemkab Jeneponto melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) melakukan pendataan.
Permintaan pendataan ulang tersebut, kemudian dimanfaatkan oknum pejabat. Sehingga, serta-merta terjadi pendataan tenaga honorer yang begitu fantastis. Pendataan tenaga honorer pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat maupun lurah langsung membengkak dan menghampiri jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jeneponto secara keseluruhan yaitu lebih 6.508 orang.
Tidak bisa dipungkiri, membludaknya tenaga honorer siluman itu karena ada kepentingan dari kroni-kroni pejabat yang ingin memanfaatkan pendataan tenaga honorer. Bahkan, ada oknum pejabat yang memanfaatkan situasi dengan meminta sejumlah uang dengan nilai Rp1 juta hingga Rp3 juta kepada tenaga honorer untuk dibuatkan SK Pengangkatan Tenaga Honorer di beberapa SKPD Jeneponto.
Berdasarkan hasil penelusuran Upeks, di setiap SKPD, di kantor kecamatan maupun lurah di Jeneponto, muncul nama-nama tenaga honorer siluman. Bahkan, di kantor BKKBN Jeneponto, umumnya didominasi tenaga honorer dari luar Jeneponto yaitu Bima yang nota bene adalah keluarga dari kepala kantor.
Munculnya tenaga honorer siluman yang mencapai 6.000 orang lebih, membuat pihak BKN Pusat melakukan verifikasi khusus database tenaga honorer di Jeneponto. Tim verifikasi terdiri dari 8 orang dari BKN Pusat dan 3 orang BPKP Perwakilan Makassar.
Terkait kekisruhan pendataan tenaga honorer tersebut, Komisi I DPRD Kabupaten Jeneponto melakukan pemanggilan dengar pendapat (hearing) dengan pihak BKDD Jeneponto terkait adanya rekayasa dalam pengangkatan tenaga honorer kategori I yang datanya sudah berada di BKDD Jeneponto. Dengar pendapat itu dilakukan di ruang Komisi I DPRD Jeneponto, Selasa (2/8) lalu yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Jeneponto Syamsuddin Karlos dan dihadiri Kepala BKDD Jeneponto, Hasnun.
Syamsuddin Karlos dalam hearing itu mengatakan, pihaknya sudah menerima data dan jumlah tenaga honorer yang dinyatakan lolos untuk diangkat CPNS. Tenaga honorer yang dinyatakan lulus, kebanyakan tenaga honorer siluman yang melakukan pembayaran kepada oknum pejabat BKDD.
“Jumlah tenaga honorer yang sudah ada itu, belum diumumkan secara nasional. Karena BKN pusat menunggu sanggahan dari DPRD Jeneponto. Insya Allah, kita berangkat ke BKN Pusat untuk membawa sanggahannya,” ujar Karlos.
Anggota Komisi I DPRD Jeneponto, Achmad Yani, mempertanyakan jumlah yang lulus itu. Curiganya, jangan sampai ada yang betul-betul honor tetapi tidak lulus. Begitu pula sebaliknya, justru ada yang tidak pernah honor tetapi dinyatakan lulus.
“Kalau kita melihat data nama-nama tenaga honorer yang dinyatakan lulus, kebanyakan honorer siluman, yang tidak pernah mengabdi sebagai tenaga honorer,” terangnya.
Sementara, Kepala BKDD Jeneponto, Hasnun, mengatakan, jumlah data tenaga honorer yang dikirim mencapai 3.511. Setelah selesai diverifikasi di BKN Pusat, hanya 279 yang dinyatakan lulus.
“Jumlah itu juga belum pasti, jadi bisa berkurang. Tetapi, kemungkinan bertambahnya sangat tipis. Itu disebabkan, dalam uji publik yang dilakukan BKN Pusat bisa mempengaruhi jumlah yang dinyatakan lulus,” jelasnya.
Hasnun mengungkapkan, kecurigaan anggota dewan tidak perlu dikhawatirkan. Tidak mungkin ada yang dinyatakan lulus, sementara mereka tidak pernah mengabdi.
“Saya kira bapak-bapak anggota dewan yang terhormat, janganlah khawatir akan adanya hal yang itu. Tidak ada yang akan lulus apabila tidak honor,” tegas Hasnun.
Mengenai 279 nama yang dinyatakan lulus, Hasnun menolak memberitahukan. Menurutnya, yang berhak mengumumkan adalah BKN. Sedangkan, kewenangan BKD hanya sampai pada pengiriman berkas yang telah diverifikasi tim kabupaten.
Untuk membahas kekisruhan pendataan tenaga honorer tersebut, pertemuan kembali dilakukan di ruang rapat Komisi I DPRD Jeneponto, Kamis (4/8). Hadir Kepala BKDD Jeneponto Hasnun, Kabid Perencanaan, Pengembangan Informasi kepegawaian (PPIP) Bakri Arsyad, Kabid Kesdisplinan Pegawaian Kamaruddin, Kabid Mutasi Pegawai Bahrun Kompa dan sejumlah staf BKDD. Sementara, dari pihak Komisi I, hadir Wakil Ketua DPRD Jeneponto Syamsuddin Karlos, Ketua Komisi I Bochari Bido, Wakil ketua Komisi I Syamsul Tanro, Sekretaris Komisi I Achmad Yani, Bakri Machmud, Zainuddin Bata, Suaib Sewang dan Ibnu Hajar.
Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Syamsuddin Karlos, dalam lanjutan rapat dengar pendapat tersebut, kembali menagih data tenaga honorer yang tercecer. Namun, data yang diminta itu tidak mampu dipenuhi pihak BKDD. Padahal, data tersebut dibutuhkan BKN pusat, untuk mencocokan data tenaga honorer yang berjumlah 279 orang.
“Data tenaga honorer yang tercecer dengan jumlah 159 orang itu sangat dibutuhkan BKN pusat. Sayangnya, BKDD sengaja menyembunyikan data itu,” ungkap Karlos.
Senada diungkapkan Bakri Machmud. Dia meminta data tenaga honorer yang tercecer. Kenapa tiba-tiba ada tenaga honorer siluman muncul dalam data verifikasi.
“Tenaga honorer yang dinyatakan lulus sudah merupakan pelanggaran yang dilakukan BKDD Jeneponto, dalam memberikan data palsu kepada BKN Pusat. Sehingga, BKN pusat menganggap telah dizalimi,” ujar Bakri.
Tenaga honorer yang dinyatakan lulus, kata dia, kebanyakan tenaga honorer siluman yang diduga membayar kepada Kepala BKDD Hasnun dan Kabid PPIP Bakri Arsyad.
“Dalam pengangkatan 279 tenaga honorer yang dinyatakan lulus itu, 80 persen tenaga honorer siluman yang lulus,” tandas Bakri.
Kepala BKDD Jeneponto Hasnun di hadapan anggota Komisi I DPRD Jeneponto, enggan berkomentar banyak. Malah, dia lebih banyak bungkam. Hasnun berdalih, tidak mengetahui data tenaga honorer yang tercecer tersebut.
“Saya tidak mengetahuinya. Saat itu saya belum menjabat sebagai Kepala BKDD Jeneponto,” ujar Hasnun di hadapan anggota Komisi I DPRD Jeneponto.

Dana PPJ Rp.6,5 M Kab.Maros Di SinyalirMengendap

Posted by suardi on February 6, 2011

Pena Jurnalis Maros,— Rapat evaluasi soal PPJ digelar dengan Komisi II DPRD Maros, PLN Ranting Maros. Dalam rapat itu terungkap ada Rp 6,5 miliar uang belum sampai ke Pemkab Maros. Dalam rapat evaluasi itu Kepala Kantor Pendapatan Daerah (Kapenda) HA Machmud Oesma mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab soal dana Pajak enerangan Jalan (PPJ) Pemkab Maros sebesar Rp 6, 5 milair yang belum disetor ke kas Pemkab Maros.

kata Machmud, total dana pajak penerangan jalan Pemkab Maros
sebesar Rp 7,6 milair. Namun dana sebesar itu hanya diterima Pemkab
Maros Rp 1,2 milair, sementara sisanya Rp 6,5 milair yang katanya telah dikonpensasi dengan pembayaran rekening listrik Pemkab Maros.
Padahal, kata Machmud, penyetoran PPJ tidak boleh dikonfersi dengan biaya rekening kantor atau instansi pemerintah daerah.
“Mahmud menegaskan PLN setiap bulan bisa menyetorkan PPJ ke Dinas Pendapatan Daerah dan memberikan data jumlah pelanggan di Maros,”.

Manager PLN Ranting Maros, H Darias, menjelaskan pembayaran PPJ
tidak jadi soal. “Saya juga menginginkan hal tersebut, dengan syarat
pembayaran listrik Pemda tak lagi terjadi penunggakan. Jadi
begitu PPJ disetorkan ke bagian pendapatan daerah, saat itu pula
Pemkab membayarkan tagihan listriknya, Jadi persoalan cepat rampun dan tidak ada lagi tunggakan.” jelas Darias (A.1)

Dugaan Korupsi Dana BOS Kab.Maros Sul-Sel , Di pertanyakan

Posted by suardi on February 14, 2011

Pena Jurnalis Maros,— Kasus dugaan penyalagunaan dana Bantuan Oprasional Sekolah

(BOS) SMP Negeri 4 Mandai, Desa Bontomarannu, Kecamatan Moncongloe yangdiproses di Kejaksaan Negeri Maros sejak November 2010, hingga kini belum menemui titik terang.
Beberapa guru SMP Negri 4 siap memberikan keterangan atas penyalagunaan dana BOS, untuk memperjelas apa saja yang dibelanjakan Bendahara BOS sejak jabatan Kepala Sekolah dijabat, Mappiati M.pd.

Sejumlah guru menjelaskan, tim penyidik kejaksaan Negri Maros sudah sering kali mendatangi sekolah dan memeriksa beberapa barang untuk mencocokkan LPJ (laporan pertanggung jawaban) bendahara.

Namun hingga kini guru belum tahu sejauh mana perkembanganya, kasus ini sudah bergulir sejak Novenber 2010 dan hasilnya sampai sekaran belum jelas.
Eronisnya tak satu pun guru yang dipanggil untuk dimintai keterangan.
Menurut, Sri Fadillah, seorang guru Di SMP Negri 4 Mandai mengakui hal tersebut. Dan pihak kejakasan, sudah tiga kali datang ke sekolah melakukan penyelidikan namun kami tidak tahu kasus apa yang disidik karena ada beberapa item kasus yang cukup menonjol yaitu rehap gedung perpusatakaan
yang diduga banyak penyalagunaan dan kasus penggunaan dana BOS sejak
dipimpin Mappiati. “ Jelasnya.
Dalam rencana anggaran penyusunan belanja sekolah (RAPBS) guru tidak perna dilibatkan,sehingga guru tidak tahu sama sekali apa yang dibeli dari anggaran dana BOS.
“Laporan pertanggung jawaban dana BOS bendahara memang kami akui cukup lengkap. Tapi Alat Tulis Kantor (ATK) dan lainnya perlu dicek apa saja yang ada. Jangan sampai pengadaannya diduga fiktif,”ujarnya. (A.1)

Siaran Pers, 14 Desember 2005


Nelayan Tambolongan Menuntut Keadilan

Jakarta-Ketidakseriusan pemerintah dan aparat kepolisian dalam menuntaskan
aktivitas destructive fishing yang marak terjadi di perairan Indonesia tidak
hanya berdampak buruk terhadap sumberdaya daya laut, namun di sisi lain juga
melahirkan berbagai konflik terhadap masyarakat pesisir dalam hal ini nelayan
tradisional. Tragedi Tambolongan yang menewaskan Bapak Mudaian (±55 tahun),
serta ditangkapnya 38 warga masyarakat yang pro-lingkungan adalah satu dari
berbagai kenyataan pahit yang diderita nelayan (lihat lampiran kronologi).

Segala daya upaya yang dilakukan masyarakat Tambolongan untuk menyelamatkan
sisa-sisa terumbu karang yang ada di Indonesia berakhir dengan tindakan brutal
aparat kepolisian yang seharusnya melindungi warga masyarakat yang menjaga
lingkungannya.

Berbagai cara telah dilakukan warga Tambolongan untuk mendapatkan keadilan dari
Republik ini. Sebelumnya, keluarga korban sudah mengadukan nasib mereka ke DPRD
Selayar (5 Desember 2005) serta POLDA Sulawesi Selatan dan DPRD Sulawesi Selatan
(9 Desember 2005) untuk menuntut keadilan dan penuntasan kasus ini. Namun
hasilnya tidak seperti yang diharapkan, satu persatu warga Tambolongan yang
mendekam di dalam penjara mendapat siksaan. Para istri korban dan anak-anaknya
justru terlantar, dimana anak-anak tidak lagi sekolah bahkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari tidak memadai lagi.

“Apa yang terjadi di Tambolongan adalah gambaran kecil dari potret nelayan
diberbagai wilayah di Indonesia dimana hak mereka tidak dijamin oleh Negara”
kecam Riza Damanik, pengkampanye isu pesisir dan laut Eksekutif Nasional WALHI.

Pada tanggal 11 Desember 2005, perwakilan keluarga korban berangkat ke Jakarta
untuk mengadukan nasib mereka ke DPR RI Fraksi PDI P, Ketua DPD beserta utusan
DPD dari Sulawesi Selatan, Departemen Kelautan RI, Propam Mabes POLRI dan ke
Komnas HAM. Dari serangkaian pertemuan tersebut semua instansi berjanji untuk
menindaklanjuti dan menjamin penuntasan kasus Tambolongan.

WALHI dan Destructive Fishing Watch (DFW) mendesak pemerintah untuk:

1. Segera melakukan investigasi independen dan menyelesaikan secara tuntas
kasus Tambolongan dengan menindak pelaku kekerasan terhadap masyarakat.
2. Menjamin hak nelayan untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak atas
lingkungan.
3. Memastikan kekerasan terhadap nelayan tidak akan terjadi lagi dimanapun
dimasa mendatang.

Kontak:
Riza Damanik, Pengkampanye Pesisir dan Laut WALHI di 0818.773.515
Faisal (DFW) di 08521749577

Kronologi tragedi Pulau Tambolongan
(Tewasnya pejuang terumbu karang)

Mudaian (±55 tahun) seorang laki-laki yang selama ini dikenal sangat gigih
menjaga dan melindungi terumbu karang di Pulau Tambolongan Kabupaten Selayar.
Berkali-kali ia dan masyarakat menangkap kapal yang menggunakan cara-cara
merusak dalam penangkapan ikan (destructive fishing) yaitu dengan menggunakan
bom bius. Namun usaha ini berkali-kali pula tak membuahkan hasil dan efek jera
bagi pelaku\sebab aparat keamanan dan Badan Perwakilan Desa (BPD) selalu
melepaskan pelaku destruvtive fishing tersebut. Akibatnya mereka tidak lagi
percaya terhadap aparat keamanan dan pemerintah.

Kegigihan Mudaian dan orang-orang pulau Tambolongan yang juga punya kesadaran
untuk melindungi terumbu karang, membuat para pelaku destructive fishing gerah
dan terganggu. Hingga pada akhirnya, Minggu, 20 November 2005 lalu, Mudaian
tewas ditembak oleh aparat. Penembakan ini terjadi setelah untuk kesekian
kalinya usaha masyarakat melakukan penjagaan terumbu karang di pulau mereka,
yaitu Tambolongan. Berikut kronogisnya:

Selasa, 15 November 2005 (Aksi Perkelahian)

Pukul 13.00 Wita. Puluhan orang warga Tambolongan dengan menggunakan 6 buah
perahu menghadang armada nelayan dari Pulau Polassi di Perairan Taka Nambolaki.
Awak armada dari pulau Polassi terdiri dari Firman dan sejumlah enam orang
kawannya yang akan melakukan pengeboman ikan. Dalam perjalanan, terjadi aksi
perkelahian antara warga Tambolangan dengan kelompok Firman. Firman diduga tewas
akibat bomnya sendiri setelah berusaha melakukan perlawanan terhadap warga
Tambolongan. Sementara enam orang kawan Firman yang telah tertangkap terpaksa
melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Dalam aksi perkelahian tersebut
Ketiga warga Tambolongan mengalami luka berat (salah satunya anak Mudaian).

Sekitar Pukul 15.00 Wita, Masyarakat Tambolongan menarik kapal Firman ke tepi
pulau dan kemudian dibakar. Mereka membakar kapal firman karena warga telah
beberapa kali mendapati firman melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan
bahan peledak.

Rabu, 16 November 2005 (Aksi Tim Penangkapan)

Sekitar pukul 11.00 Wita. Tim penangkapan dari Kepolisian Resort dipimpin AKP.
Indra Lukprianto bergerak menuju Pulau Tambolongan dengan menggunakan kapal
patroli polisi milik Polsek Pasimarannu.

Sekitar pukul 15.30, tim ini tiba di Tambolangan dengan disambut baik oleh
masyarakat Tambolongan. Tim tersebut tidak melakukan penangkapan melainkan
menuju ke kuburan Firman, selanjutnya tim kepolisian juga mengunjugi 3 warga
korban terkena bom milik firman ketika melakukan perlawanan terhadap warga
tambolongan yang melarangnya melakukan pemboman di perairan pulau tambolongan,
tim tersebut selanjutnya menuju ke rumah Firman di Polassi.

Kamis, 17 November 2005

Berlangsung pemeriksaan terhadap dua rekan Firman di Polassi. Hasil pemeriksaan
adalah empat orang rekan mereka yang belum diketemukan. Empat orang tersebut
berasal dari Makassar yang dipanggil oleh juragan ikan yang namanya belum
diketahui hingga saat ini.

Minggu, 20 November 2005 (Peristiwa tewasnya Mudain)

Pukul 08.00 Wita. Sekitar satu pelaton anggota Polres Selayar ditambah
sedikitnya 10 personil Polisi Air Polda Sulsel bergerak menuju Pulau Tambolongan
dengan menggunakan kapal KP. Pallawa dan kapal milik Polsek Pasimarannu.

Pukul 16.00 wita, kedua kapal yang dipimpin langsung oleh Kapolres Selayar AKBP.
Bayu Eka Ridarianto berlabuh di sebelah barat Pulau Tambolongan.

Pukul 16.15, seorang warga Tambolongan menjemput mereka dengan menancapkan
sebuah bendera putih ke tanah (pertanda tak akan ada perlawanan dari masyarakat
Tambolongan).

Namun, pada pukul 16.25, terdengar bunyi tembakan pertama menyusul tembakan
secara berentetan yang ditembakkan oleh Tim Penyergap. Kemudian sekitar 39 warga
diamankan dengan dilucuti bajunya dan tangan mereka diikat dengan tali.

Pukul 17.15, aparat kepolisian melempar kaca jendela rumah Mudain, kemudian
mereka masuk. Selang beberapa saat terdengar suara tembakan disusul teriakan
keras dari dalam rumah Mudain. Dari Informasi warga, diketahui Mudain tewas di
tempat. Selanjutnya jasad Mudain diseret keluar rumah melalui tangga depan yang
tinggi. Darah mengucur dari tubuh Mudain yang kemudian dinaikkan dalam gerobak
dan dibawa ke bibir pantai. Peristiwa ini disaksikan langsung oleh istri dan
anak Mudaing serta warga tambolangan.

Pengamanan selongsong peluru

Pukul 17.30 Wita, tim penyergapan melakukan penyisiran di beberapa ruas jalan di
Dusun Lembang untuk mencari selongsong peluru. Sebanyak satu ember peluru
berhasil diamankan.

Mengantongi mayat

Pukul 18.00 Wita, tim penyergap menggali kuburan Firman dan mayatnya diangkat
kemudian dimasukkan dalam kantong mayat berwarna kuning. Begitupun dengan mayat
Mudain.

Pukul 19.00, kedua mayat ini dievakusi ke kapal.

Pukul 19.10 anak dan isteri Mudain histeris di dekat Kapolres Selayar.

Sekitar pukul 20.00 wita, Tim penyergap meninggalkan Pulau Tambolongan menuju
Benteng Kabupaten Selayar dan merapat di dermaga Rauf Rahman pada pukul 24.00
wita.

Perkembangan terkini

38 orang warga Pulau Tambolongan mendekam di kantor tahanan Polres Selayar dan
mereka sudah dibuatkan berita acara.

Senin, 5 Desember 2005, Keluarga korban telah mendatangi Kantor DPRD Kabupaten
Selayar untuk mempertanyakan kasus mereka.

Kamis, 8 Desember 2005, keluarga korban, DFW, WALHI, YKL, LBH, mahasiswa
selayar, dan beberapa lembaga lainnya mendatangai KAPOLDA Sulawesi Selatan di
Makassar. Namun KAPOLDA tidak dapat menemui korban dengan berbagai alasan.

Kamis, 8 Desember 2005, satu dari 38 warga yang di tahanan mengalami pendarahan
yang keluar dari mulut terus menerus, hingga harus dilarikan ke rumah sakit
Selayar, untuk mendapat perwatan yang intensif serta bantuan pernapasan.

Jumat, 9 Desember, warga korban tragedi Tambolongan kembali mendatangi MAPOLDA
Sulsel dan berhasil diterima KAPOLDA Sulsel. KAPOLDA mengakui bahwa dalam proses
penyerbuan aparat ke Pulau Tambolongan menyalahi aturan, dan sampai saat ini
sudah 9 aparat kepolisian yang diperikasa berkenaan kasus ini. Selain itu,
KAPOLDA mengaku sedang melakukan penyelidikan tentang aktivitas nelayan Polassi
yang biasa menggunakan bom dalam menangkap ikan.


Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Riza Damanik
Pangkampanye Isu Pesisir dan Kelautan
Email Riza Damanik
Telepon kantor: +62-(0)21-791 93 363
Mobile:
Fax: +62-(0)21-794 1673
Tanggal Buat: 14 Dec 2005 | Tanggal Update: 14 Dec 2005







Marak Illegal Fishing Di Selayar

bila anda membaca Artikel dibawah ini maka perhatikanlah tanggal dan tahunnya. Artikel ini di copy dari media online sebuah radio berita di Indonesia. Sekaligus membuktikan bahwa Illegal Fishing masih nyata dan fakta terus menjadi komuditas keluarga dan investasi bagi pengusaha dan pengusaha di Selayar .

2/8/2009 21:13 WIB
Bahan Pembuat Bom Ikan Disita di Selayar

Polres Selayar, Sulawesi Selatan, malam ini, Minggu, 2/8, menyita dan mengamankan 42 zak bahan pembuat bom ikan seberat satu ton. Serta mengamankan 3 orang tersangka dalam kasus tersebut.

“Polres Selayar mengamankan pupuk yang bukan berasal dari tanah air seberat satu ton, yang bisa dipakai untuk membuat bom ikan. Razia ini dilakukan dalam rangka menanggulangi tindak teroris di Selayar,” ujar Kapolres Selayar, AKBP. Moh Nur Subhan.

Lebih lanjut, Nur, menambahkan, kemungkinan besar tersangka dalam kasus ini bisa bertambah. Penangkapan kali ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Polres Selayar. (rei)

=============================================

12/12/2008 11:36 WIB

Illegal Fishing Rusakkan Taman Laut di Takabonerate

Selayar, Sebanyak 85 persen dari 535.000 hektar luas terumbu karang di kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan dilaporkan telah rusak akibat tingginya kegiatan illegal fishing dengan bahan peledak dan bius.

Sementara 15 persen yang dinyatakan masih utuh, yang merupakan zona inti taman laut dan karang indah serta berbagai macam ikan dan terumbu karangnya akan segera hancur.

Demikian dijelaskan Bupati Selayar, Syahrir Wahab kepada ELSHINTA, Jumat (12/12) siang ini usai menerima laporan dari Kepala Kecamatan Takabonerate yang datang langsung melapor kepada Bupati terkait hal tersebut.

Dalam laporan Kepala Kecamatan Takabonerate itu disinyalir kuat bahwa Petugas Pengawasan Kawasan Nasional Takabonerate Kabupaten Selayar Kepulauan telah melakukan pembiaran terhadap nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan bahan peledak dan bius. (der)

================================================

26/1/2007 8:32 WIB

Kawanan Pembius Ikan Diringkus Anggota Kodim 1415 Selayar

Empat orang pelaku pembiusan ikan hidup yang sering beraksi di perairan Laut Pasima Sunggu Timur, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan berhasil diringkus seorang anggota Kodim 1415 Selayar.

Ikut diamankan bersama para tersangka antara lain satu botol obat bius, potasium sianida dan sejumlah ikan napoleon dan kerapu hidup. Barang bukti tersebut kini diamankan di Markas Kodim 1415 Selayar

Demikian dikemukakan peringkus keempat orang tersebut, Serka M Saleh kepada ELSHINTA, Jumat (26/1) pagi ini. Menurutnya, para pelaku diringkus sekitar pukul 06.00 WITA, Kamis (25/1) pagi kemarin.

Mereka ditangkap karena telah lama melakukan penangkapan ikan hidup dengan menggunakan potasium sianida. Keempat orang tersebut masing-masing berinisial SK, SS, IW dan GW. Mereka kini berada di Makodim 1415 Selayar untuk menjalani pemeriksaan. (doa)

Kredit Macet Di BRI Dalam Pembangunan Depo BBM Pamatata Selayar

Hingga saat ini pembangunan Depo Bbm di pamatata kecamatan bontomatene kabupaten kepulauan selayar Sulawesi-selatan belum kelar. Malah boleh di bilang bahwa pembangunan penampungan bbm ini mandek alias macet, dan hal ini telah macet setahun terakhir malah lebih. Menurut informasi yang berkembang bahwa konsorsium pembangunan depo bbm pamatata ini telah menerima kucuran kredit senilai kurang lebih 18 Miliar dari salah bank di republik ini. Termasuk adanya informasi bahwa pengelola proyek pembangunannya sempat menunggak pembayaran kredit ke BRI pada pertengahan tahun kemarin selama 6 bulan dan bila betul hingga saat ini telah lebih setahun. Mengenai hal ini, sejumlah nara sumber menyebut nama Tanri Abeng ikut mengetahui, sebab perusahaan yang di gunakan dalam proyek pembangunannya adalah perusahaan milik Abeng. (MC-I)

Artikel Tentang Tragedi Tambolongan Selayar

SUARA PEMBARUAN DAILY
Keluarga Tragedi Tambolongan Tiba di Jakarta

JAKARTA – Keluarga Mudain, korban tewas akibat penyerangan yang dilakukan aparat Polres Selayas ke Pulau Tambolongan, Selayar, Sulawesi Selatan, 20 November 2005 lalu, telah sampai ke Jakarta, Minggu (11/12) sore. Mereka direncanakan bertemu dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Sulawesi Selatan pada Senin (12/12), untuk melaporkan kasus penyerangan itu.

Demikian disampaikan staf Kampanye Pesisir dan Laut Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Riza Damanik, Minggu malam, di Jakarta. “Keluarga korban juga akan bertemu dengan Menteri Kelautan, serta melapor ke Komisi IV DPR,” katanya.

Lebih jauh, kata Riza, masyarakat Pulau Tambolongan berharap Kapolri mengusut tuntas tindakan anak buahnya. Selain penyerangan yang mengakibatkan tewasnya warga itu, 38 warga juga masih ditahan di Polres Selayar. Para warga yang ditahan itu juga kerap mendapat tindak kekerasan selama dalam penahanan. Kamera milik kameraman Metro TV juga dirampas.

“Penyerangan dan tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian telah meninggalkan trauma mendalam untuk warga sehingga banyak warga yang terpaksa mengungsi keluar pulau hingga sekarang,” ucap Riza, pada acara konferensi pers yang dihadiri juga oleh Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), dan Destructive Fishing Watch (DFW Indonesia), di kantor Komisi Nasional untuk Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Sabtu (11/12).

Tragedi Tambolongan berawal dari keberatan warga atas aktivitas nelayan dari Pulau Polassi, perairan Taka Nambo, Sulsel, yang kerap menggunakan bom untuk menangkap ikan.

Warga Pulau Tambolongan akhirnya memutuskan melindungi daerahnya. Hingga Selasa, 15 November 2005 silam, puluhan warga yang menggunakan enam perahu mengadang armada nelayan dari Pulau Polassi, yang dipimpin oleh Firman, sekitar pukul 13.00 WITA.

Terjadi perkelahian antarwarga. Bom yang akan digunakan untuk melawan warga Tambolongan, meledak di kapal milik Firman sendiri. Firman tewas dalam kejadian itu. Esoknya, Rabu (16/11), sekitar pukul 11.00 WITA, tim dari Polres Selayar yang dipimpin AKP Indra Lukprianto menuju ke Pulau Tambolongan, menggunakan kapal patroli polisi milik Polsek Pasimarannu. Tim itu mengunjungi tiga warga yang terkena bom milik Firman, lalu menuju ke rumah Firman di Polassi. Pada Kamis (17/11), dua rekan Firman diperiksa.

Minggu (20/11), sekitar pukul 08.00 WITA, satu peleton anggota Polres Selayar serta personel Polisi Air Polda Sulsel, kembali mendatangi Pulau Tambolongan. Pukul 16.00 WITA, kedua kapal yang dipimpin Kapolres Selayar, AKBP Bayu Eka Ridarianto berlabuh di barat Pulau Tambolongan.

Tapi sekitar pukul 16.25 WITA, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan secara beruntun. Berlanjut dengan ditangkapnya 39 warga. Pakaian mereka dilucuti dan tangan diikat tali. Pukul 17.15 WITA, aparat melempar kaca jendela rumah Mudain, sebelum masuk ke rumah itu. Tak berapa lama aparat di dalam rumah, terdengar suara tembakan dan teriakan dari dalam rumah.

Mudain tewas di tempat, tubuhnya diseret keluar, dinaikkan ke dalam gerobak, dibawa ke tepi pantai. Keluarga dan warga Tambolongan hanya dapat menyaksikan kejadian itu dengan perasaan takut. Masyarakat Tambolongan berharap Kapolri dan pemerintah mau mengusut tuntas kasus ini. (B-14)

Last modified: 12/12/05

Sebuah Email BPK RI Ke Seorang Pengadu Dari Selayar

Surat dari BPK ini merupakan surat balasan atas adanya pengaduan seorang aktivis selayar . Hal ini membuktikan bahwa kasus korupsi di kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi- selatan masih belum tertangani secara serius.

Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Saudara kepada Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Berkenaan dengan pengaduan Saudara, dapat kami informasikan bahwa sesuai
konstitusi, tugas BPK adalah memeriksa pengelolaan dan pertanggungjawaban
keuangan negara dan melaporkan hasil pemeriksaannya berupa opini,
rekomendasi dan simpulan kepada auditee dan lembaga perwakilan serta
kepada penegak hukum dalam hal terdapat unsur pidana, untuk
ditindaklanjuti.

Laporan mengenai penyimpangan pengelolaan keuangan Daerah/Negara dapat
Saudara sampaikan melalui :
Biro Humas dan Luar Negeri BPK-RI
Jl. Gatot Subroto Kav. 31 Jakarta
Atau dapat disampaikan kepada :
BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan
Jl. Andi Pangerang Pettarani Makassar
No. Telp. 0411 – 854977 (ext.113)
No. Fax. 0411 – 854995

Untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan laporan Saudara, yang perlu
diperhatikan adalah:

Uraikan kejadiannya;
Uraikan sedetail mungkin kejadian yang Saudara curigai sebagai bentuk
penyimpangan pengelolaan keuangan Daerah/Negara. Sebaiknya, uraian
dibatasi pada hal-hal yang berdasarkan fakta dan kejadian nyata, hindari
hal-hal yang berdasarkan perasaan kebencian, permusuhan atau fitnah.
Usahakan keseluruhan uraian (dapat menggambarkan siapa, apa, bilamana,
dimana, bagaimana) dan kejadian yang dilaporkan.

Pilih pasal-pasal yang sesuai;
Cocokkan dengan pasal-pasal yang sesuai dengan peraturan yang berlaku
(dapat lebih dari satu pasal).
Informasi mengenai peraturan perundang-undangan dapat Saudara lihat dalam
website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK (www.jdih.bpk.go.id)

Sertakan bukti awal, bila ada;
Apabila ada copy dokumen atau barang lain yang memperkuat uraian kejadian
di atas agar disimpan dengan baik untuk disertakan dalam pengaduan/laporan
Anda.

Sertakan identitas Saudara, bila tidak keberatan;
Akan sangat baik apabila Saudara menyertakan identitas dan alamat atau
nomor telepon Saudara, sehingga bila BPK masih membutuhkan keterangan
tambahan maka Saudara akan mudah dihubungi.

Demikian kami sampaikan, semoga membantu dan kami sangat menghargai
partisipasi Saudara untuk ikut berperan aktif mengawasi jalannya
pemerintahan untuk mensukseskan clean government dan good governance.

Biro Humas dan Luar Negeri

Hingga saat ini belum ada perkembangan dalam penyelesaian perkara perdata
dan Pidana Kasus Korupsi Dalam Proyek ini. Dan lebih jelasnya kami
berharap kiranya BPK dapat melakukan upaya atau setidaknya teguran kepada
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terkait kerugian daerah yang hingga
saat ini belum pernah terungkap kebenarannya. Perlu Bapak Ketahui bahwa
Kapal KM.Takabonerate yang terbeli dari anggaran proyek ini juga tidak
kembali dari kejaksaan Tinggi Sul-sel sejak tahun 2008 lalu. Bukankah ini
penggelapan kekayaan negara ? Salam Hormat dan Terima kasih atas kebijakan
dan respon dari Bapak.

Penyidik Pidsus Periksa Sekda Kolaka

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Selasa, memeriksa Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Kolaka, Ahmad Syafei, sebagai saksi untuk tersangka Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara, Buhari Matta.
Pemeriksaan dilakukan terkait perkara dugaan penyalahgunaan jabatan dalam mengeluarkan surat izin kuasa pertambangan (KP) di areal Kawasan Konservasi Taman Wisata Laut, Pulau Lemo dengan tidak menggunakan izin dari Menteri Kehutanan.
“Pemeriksaan terhadap Sekda Pemkab Kolaka itu berlangsung sejak Selasa (26/7) pagi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad.
Ia mengatakan, tim penyidik Pidsus yang memeriksa sekda tersebut dipimpin oleh Jaksa Sigit.
Sebelumnya, Noor Rachmad mengatakan, Kejagung menetapkan pula rekanan dalam proyek tersebut sebagai tersangka, yakni AS.
Dijelaskan, penetapan tersangka terhadap Bupati Kolaka itu karena diduga telah menerima suap dari rekanan untuk izin pertambangan sebesar Rp 5 miliar.
Kasus itu sendiri bermula saat dikeluarkannya surat izin KP untuk biji nikel di areal kawasan konservasi di Pulau Lemo oleh PT Inti Jaya atas dasar surat bernomor 146 Tahun 2007 tertanggal 28 Juni 2008 yang dikeluarkan oleh Bupati Kolaka.
Izin KP itu sendiri tidak berlandaskan izin dari Menteri Kehutanan hingga kebijakan dengan mengeluarkan surat izin tersebut dinilai inkonstitusional.
KP yang dikeluarkan Buhari sempat mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat dan pemerhati lingkungan sejak 2008. Penolakan itu didasarkan atas status Pulau Lemo karena masuk kawasan hutan konservasi.
Namun, status kawasan hutan konservasi tidak menghentikan penambangan. Sambil menunggu izin pinjam yang diusulkan ke Menteri Kehutanan yang saat itu dijabat MS Kaban, pengerukan nikel terus dilakukan.
Melalui surat Nomor : S. 510/MENHUT-VII/2007 tanggal 7 Agustus 2007, Kaban akhirnya menjawab surat usulan pinjam pakai Buhari Matta Nomor 522/1417 tanggal 7 Mei 2007. Menhut menyatakan menolak adanya aktivitas penambangan di Pulau Lemo.
Sementara itu, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Jasman Panjaitan menyatakan pihaknya segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam penyewaan pesawat MA-60 PT Merpati Nusantara Airlines. Penetapan tersangka akan dilakukan setelah tim penyidik melakukan ekspos (gelar perkara).(Suara Karya)

Lansiran Berita Media Tentang Bupati Bandung barat Yang Dipanggil Paksa

Kilas Hukum Bupati Bandung Barat Dipanggil Paksa

Rabu, 19 Agustus 2009
BANDUNG – Bupati Bandung Barat Abu Bakar terancam dipanggil paksa untuk hadir dalam persidangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana KONI Kabupaten Bandung tahun 2005 dan 2006. Ancaman tersebut muncul setelah Abu Bakar tidak hadir tanpa alasan jelas dalam tiga kali persidangan di PN Bale Bandung. Dalam perkara tersebut, terdakwa yang juga mantan Bendahara KONI Kabupaten Bandung, Cece Subrata, didakwa te;lah merugikan negara Rp 1,5 miliar. “Kami sudah memanggilnya dua kali, dan yang bersangkutan tidak pernah hadir,” ujar Jaksa Wiraksajaya. Dikatakan lagi, JPU pasti akan terus melakukan pemanggilan terhadap Abu Bakar. Pasalnya, status dan kedudukan yang bersangkutan sangat penting untuk memberikan keterangan karena jabatanya selaku Sekda Kabupaten Bandung (saat itu) yang berwenang dalam proses pencairan dana bantuan sosial kepada Koni Kabupaten Bandung. Selain itu, pada 2005 dan 2006, Abu Bakar juga menjabat sebagai Ketua Koni Kabupaten Bandung. (Agus Dinar)

Eksepsi Chandra Panggabean Ditolak
MEDAN – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menolak eksepsi (nota keberatan) Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), GM Chandra Panggabean, terdakwa kasus unjuk rasa anarkis pendukung Protap yang menewaskan Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat, Selasa. Majelis hakim yang diketuai Kusnoto menyatakan, dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) telah sesuai asas formal sehingga eksepsi GM Chandra Panggabean ditolak seluruhnya. Majelis hakim langsung memerintahkan JPU untuk melanjutkan pemeriksaan perkara itu serta mengumpulkan semua barang bukti dan menghadirkan saksi-saksi lain. Chandra Panggabean didakwa dengan pasal berlapis dengan dakwaan primer Pasal 340 KUHP yang mengandung ancaman hukuman mati. Chandra ditangkap pada 4 Pebruari 2009 karena diangap bertanggung jawab atas unjuk rasa anarkis pendukungnya yang menewaskan Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat, pada 3 Pebruari 2009. (Ant)

Kantor KPK Dilempari Telur Busuk

Hari ini, Rabu 27 Juli 2011, kantor Komisi Pemberantasan Korupsi <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2011/07/27/brk,20110727-348631,id.html
” target=”_blank”>(KPK) dilempari telur busuk oleh para demonstran sebagai simbol telah tercederainya penegakan hukum di Indonesia. Sekitar 1.000 orang pengunjuk rasa dari Pemuda Bangsa itu awalnya melakukan orasi di depan kantor Komisi Antikorupsi.

Namun, aksi kemudian berlanjut dengan pelemparan telur busuk dan batu beberapa kali hingga mengenai pintu masuk kantor KPK. Aksi pelemparan tersebut membuat petugas keamanan kesal. Demo ini pun akhirnya dibubarkan paksa, dan seorang pengunjuk rasa diamankan petugas karena diduga sebagai provokator.

Massa dari Pemuda Bangsa ini mendesak agar Komisi Antikorupsi menindak tegas semua koruptor dan menangkap para koruptor tanpa pandang bulu. “Kami meminta pejabat KPK jangan berkonspirasi dengan koruptor,” kata Ketua Pemuda Bangsa, Ase Abbas, saat berorasi.

Beberapa kasus yang disebut para pengunjuk rasa belum tuntas adalah dugaan korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games XXVI di Jakabaring, Palembang, dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004 yang dimenangi Miranda Swaray Goeltom, kasus Sisminbakum, dan kasus bail out Bank Century serta kasus mafia pajak Gayus Tambunan.

Para pengunjuk rasa juga menduga ada ketidakberesan di internal Komisi, seperti yang dituduhkan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi wisma atlet. Kepada media, Nazaruddin menyebut bahwa kasusnya telah direkayasa setelah adanya pertemuan antara pimpinan Komisi Chandra M. Hamzah, Direktur Penindakan Ade Raharja, dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Mereka yang disebut itu telah membantah tuduhan Nazaruddin.

Unjuk rasa dimulai sejak pukul 12.00 WIB siang tadi. Sebelum massa dari Pemuda Kebangsaan, ada 2 ormas lain yang juga berunjuk rasa di depan Gedung KPK hari ini, yakni Gerakan Pemuda Antikorupsi dan Komite Aksi Pemuda Antikorupsi. Tuntutan yang mereka suarakan hampir sama, yakni meminta KPK tegas menindak para koruptor. (TEMPO Interaktif)

Di Markas Polres Blitar, Anas Urbaningrum Beberkan Tindakan Nazaruddin

 

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akhirnya memberikan keterangan kepada polisi terkait laporannya atas tudingan mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Pemeriksaan terhadap Anas dilakukan di Markas Kepolisian Resor Blitar dengan penyidik dari Markas Besar Polri hari ini, Rabu 27 Juli 2011.

Kepala Kepolisian Resor Blitar, Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono, mengatakan Anas datang ke Mapolres Blitar dengan didampingi pengacaranya. Begitu memasuki ruang penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres di Jalan Raya Talun Nomor 88 Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada pukul 16.00 WIB, Anas langsung diterima oleh 4 penyidik dari Mabes Polri.

Didampingi pengacaranya, Anas membeberkan sejumlah tindakan Nazaruddin yang dianggap mencemarkan nama baiknya. Kasus ini berawal dari pernyataan Nazaruddin yang menuding Anas terlibat dalam kasus dugaan suap wisma atlet. Kasus wisma atlet kini sedang diperiksa di Komisi Pemberantasan Korupsi. Anas menilai tudingan itu mencemarkan nama baiknya. Anas pun melaporkan Nazaruddin ke Mabes Polri pada 5 Juli 2011 lalu.

Sayangnya, Wahyono yang turut mengikuti pemeriksaan itu menolak menjelaskan materi pemeriksaan. Dia hanya mengatakan terlapor dalam kasus ini adalah Muhammad Nazaruddin. “Pemeriksaan hanya satu jam,” kata Wahyono kepada Tempo.

Dia mengaku hanya memfasilitasi laporan itu tanpa dilibatkan secara teknis. Dia sendiri mendapat kabar rencana pemeriksaan tersebut dari Bareskrim Mabes Polri pada Senin lalu, 25 Juli 2011, dengan 4 penyidik dari Mabes Polri sebagai pemeriksa Anas. Rombongan penyidik bahkan telah tiba sejak Senin, mendahului Anas yang tiba di Blitar pada Selasa kemarin pukul 14.00 WIB di rumahnya di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Usai diperiksa, Anas kembali ke rumah orang tuanya. Hari itu juga, Anas akan kembali ke Jakarta dengan didampingi kuasa hukumnya.

Menurut Wahyono, pemeriksaan sebagai saksi pelapor bisa dilakukan di mana saja. Karena itu, ketika Anas menyatakan hendak membuat laporan, polisi memfasilitasi untuk dilakukan di mana saja.

Sejumlah sumber di kepolisian mengatakan kedatangan Anas diiringi 2 mobil Toyota Innova warna silver dan hitam. Begitu tiba di halaman Polres, seluruh penumpangnya langsung turun dan masuk ke ruang penyidik. (TEMPO)

Setelah Mundur dari KPK, Johan Budi Pasrah Soal Pekerjaan

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi SP mengatakan rencana pengunduran dirinya dari Komisi Antikorupsi itu sudah mendapat persetujuan keluarganya. Usai mengungkapkan niatnya secara lisan untuk mundur sementara dari KPK Selasa kemarin, ia langsung mengirim pesan singkat kepada istrinya. “Kepada istri saya bilang mundur dari KPK, soal pekerjaan kami serahkan ke Allah SWT,” ujar Johan yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu 27 Juli 2011.

Johan memutuskan mundur dari KPK agar lebih fokus untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Selain itu pengunduran diri Johan juga untuk memudahkan pengusutan tim pengawas internal Komisi terkait tudingan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Seperti diketahui, Komite Etik KPK yang diketuai Abdullah Hehamahua sedang menelisik dugaan pelanggaran etik terhadap dua pimpinan Komisi yakni Chandra M Hamzah dan M. Jasin. Sementara dua orang pejabat lainnya yaitu Direktur Penindakan KPK Ade Rahardja dan Johan Budi akan diperiksa Tim Internal KPK.

Keempat orang itu disebut-sebut oleh Nazaruddin, yang ditetapkan sebagai tersangka suap proyek wisma atlet oleh KPK. Melalui pesan singkatnya kepada Tempo, Nazaruddin menyatakan dirinya pernah bertemu dengan keempat orang tersebut pada periode Januari hingga Juni 2010.

Johan mengingatkan apa yang terjadi di KPK saat ini tak berarti menunjukkan bahwa lembaga tersebut sudah rusak. “Tapi KPK memang sering diserang (dari) eksternal,” ujar dia. Serangan Nazaruddin ini merupakan serangan kedua kepada para pimpinan KPK.

Pada 2009 lalu dua pimpinan KPK yakni Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto juga menjadi bulan-bulanan dengan kasus Anggoro Widjojo. “Saya kira ke depan serangan-serangan ini akan terjadi (lagi) kalau kami mengusut kasus yang cukup besar,” ucap Johan.(TEMPO Interaktif)

PEMALSUAN DOKUMEN PEMILU, Zainal Arifin Mengaku Jadi Korban

Mantan Panitera Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga calon Hakim Agung Zainal Arifin Hoesein menegaskan bahwa dia hanyalah saksi dalam kasus pemalsuan surat MK tersebut. Pria yang menjabat sebagai Panitera MK selama 1 tahun 9 bulan ini juga menyatakan dirinya sebagai korban.

“Saya juga melaporkan sebagai korban karena tandatangan saya di-scan. Justru tandatangan saya yang dipalsukan di surat itu. Surat itu masih belum dikonsultasikan lalu diambil oleh staf,” kata Zainal di Jakarta, Rabu.
Mengenai tudingan bahwa yang mengonsep surat palsu yang memenangkan Dewie Yasin Limpo adalah dirinya dan Arsyad Sanusi, menurut Zainal, itu hanyalah tafsiran saja.
“Konsep surat jawaban iya, tapi surat jawaban itu masih mentah, belum ditandatangan dan belum dikonsultasikan,” tutur dia.
Zainal mengakui, posisi sebagai Panitera MK saat itu sering dimanfaatkan. Namun Zainal mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi dengan KPU dan MK sehingga ada kasus pemalsuan surat tersebut. “Pembuktiannya di pengadilan saja,” tegasnya.
Zainal menegaskan dirinya berani dan siap ditindak jika nantinya ada laporan masyarakat ke KY terkait pelanggaran kode etik hakim.
Menanggapi rencana polisi mengkonfrontasi mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati dengan dirinya dan sejumlah staf MK, Zainal menyatakan kesiapannya.
Zainal juga mengaku menelpon Andi Nurpati saat itu hanya untuk mengklarifikasi saja. “Putusan MK sudah jelas kok minta penjelasan, mau apalagi yang dijelaskan, gitu aja. Sehingga ‘kan mudah jawaban sebenarnya, sesuai saja dengan putusan,” tuturnya.
Dalam Berita Acara Penyampaian Keterangan Panitera MK Zainal Arifin Hoesein, pada halaman 5 disebutkan bahwa setelah Zainal mendapat surat permintaan penjelasan dari KPU, Zaenal sempat menelpon Andi Nurpati.
Kamis (28 /7) hari ini, penyidik berencana membuat BAP konfrontir antara Andi Nurpati dengan staf MK yang tahu tentang asal-usul surat MK.
Sementara itu, juru bicara MK Akil Mochtar mengatakan diadakannya berita acara pengkonfrontiran yang akan dilakukan Bareskrim antara Andi Nurpati dengan staf MK dalam kasus pemalsuan surat MK tentu akan terjadi penolakan untuk mengakui tuduhan dari saksi lain.
Terkait kasus yang sama, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul alam mengaku pihaknya belum melakukan penyelidikan kepada anggota DPR dari Sulawesi Selatan Dewi Yasin Limpo. Namun, Polri diam-diam sudah mengendus peran anggota DPR dari Partai Hanura itu.
Anton mengatakan, penyidikan dalam kasus surat palsu MK Polri masih fokus pada orang-orang yang memalsukan surat palsu dan yang menggunakannya.
Endusan Polri terkait peran Dewi Yasin Limpo itu muncul dalam rekonstruksi di kantor MK, kemarin. Dalam rekonstruksi itu, tersangka Masyuri Hasan menyerahkan sepucuk surat kepada Dewi Yasin Limpo.
Polri belum mau mengungkap apa isi surat itu. Tapi, adegan penyerahan surat itu bisa jadi awal mengetahui peran Dewi terkait kasus surat palsu MK. (suarakarya-online)

Jangan Abaikan Info Nazaruddin

Aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya tidak mengabaikan informasi yang disampaikan Muhammad Nazaruddin meskipun mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu sedang bersembunyi.
“Saya tidak membela Nazaruddin, tapi seharusnya dia diberi kesempatan untuk membuktikannya. Apa yang disampaikannya bisa digunakan aparat penegak hukum seperti KPK sebagai bukti awal permulaan penyelidikan,” kata pengacara senior Adnan Buyung Nasution kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/7).
Menurut Nasution, informasi yang disampaikan Nazaruddin terkait dugaan korupsi di sejumlah proyek yang melibatkan sejumlah elite, perlu dicari kebenarannya. Apalagi Nazaruddin juga telah mengaku memiliki bukti-bukti yang kuat. “Ini jelas informasi yang sangat berharga. Jangan anggap karena dia hanya seorang buron, lantas semua informasinya dianggap tidak benar,” ujar mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.
Adnan Buyung Nasution juga menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak tegas dan hanya sebatas mengimbau Nazaruddin pulang.
“Jangan cuma mengimbau, dong. Beri perintah yang tegas kepada aparat penegak hukum untuk menangkap dan membawa Nazaruddin,” tuturnya.
Ia melihat banyak kejanggalan yang terjadi dalam kasus pelarian Nazaruddin ini. “Sebelum pergi ke luar negeri, Nazaruddin sempat ke Cikeas, lantas ketemu Ketua Fraksi Demokrat dan Ketua DPR. Ini kan aneh,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Adnan Buyung juga menyayangkan sikap Polri yang berniat memeriksa Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Blitar, Jawa Timur. Sikap Polri itu, menurut dia, tidak profesional.
“Itu sangat memalukan. Dia yang ngadu, kan? Dia yang melaporkan. Harusnya dia yang dipanggil menyerahkan semua datanya ke Mabes Polri. Kenapa harus Polri datang ke sana? Apakah ini menunjukkan feodalisme di negara kita? Apa karena dia petinggi partai besar sehingga polisi harus datang ke Blitar?” kata Adnan.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK M Jasin menegaskan, pihaknya akan memeriksa pihak-pihak yang disebut Nazaruddin, asalkan ada bukti-bukti yang menguatkan keterlibatan mereka dalam kasus suap.
Jasin menegaskan, tidak ada istilah KPK tidak boleh memeriksa siapa saja, sepanjang ada bukti-bukti dan informasi atas keterlibatan yang bersangkutan.
Oleh sebab itu, Jasin mengatakan, kedatangan Nazaruddin dari luar negeri sangat penting untuk memudahkan KPK memeriksa orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus suap wisma atlet.
Meski demikian, kata dia, KPK sudah bekerja untuk menjemput paksa Nazaruddin. Tim dari KPK bersama tim gabungan dari instansi lainnya sudah berangkat menjemput Nazaruddin.
Sayangnya, Jasin tidak bersedia membeberkan di mana keberadaan Nazaruddin sekarang karena bisa menghambat proses penjemputannya.
Jasin memahami ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi terhadap pemberantasan korupsi sehingga semuanya ingin serba cepat. Meski begitu, dia berharap kesulitan yang dihadapi KPK untuk mengembalikan Nazaruddin ke Indonesia secepatnya teratasi sehingga seluruh keinginan masyarakat segera terjawab.
Sementara itu, politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sabam Sirait menilai, Nazaruddin berdiri sendiri untuk melancarkan serangan terhadap para petinggi Partai Demokrat. Pemicu keberanian itu karena dia dizalimi dan sama sekali tak mendapatkan pembelaan.
“Saya tidak setuju kalau banyak analisis mengenai keberanian Nazaruddin itu karena ada orang di belakangnya,” kata Sabam di Jakarta, Rabu (27/7).
Secara pribadi maupun politikus, Sabam sama sekali tidak mengenal Nazaruddin. Namun, mengikuti informasi yang berkembang di tengah masyarakat dan media massa, Sabam yakin Nazaruddin sangat kecewa atas pragmatisme rekan-rekannya di Partai Demokrat, termasuk Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Mantan Sekjen DPP PDI ini menambahkan, kasus permainan uang dalam setiap pemilihan ketua umum partai politik harus dijadikan pembelajaran.
Untuk itu, Partai Demokrat tidak perlu dihukum karena pemilihan ketua umum di kongres dan dimenangkan Anas Urbaningrum, seperti dituduhkan Nazaruddin.
“Kongres harus membiayai dirinya sendiri, panitia boleh menyumbang. Calon-calon ketua umum juga boleh asal melalui panitia,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akhirnya diperiksa tim penyidik Bareskrim Polri di Blitar selama satu jam. Anas diperiksa terkait laporannya terhadap Nazaruddin yang dinilai mencemarkan nama baiknya.
Menurut Kapolres Blitar AKBP Wahyono, pemeriksaan terhadap Anas sudah dilakukan Selasa (26/7).
Mengenai pemeriksaan di Blitar ini, Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam mengatakan, pemeriksaan di Blitar dilakukan atas permintaan Anas Urbaningrum.
Menurut Anton, tidak ada yang salah dari pemeriksaan Anas di Blitar. Siapa yang berstatus saksi korban boleh diperiksa di mana pun.
Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung juga menyesalkan pemeriksaan pihak kepolisian terhadap Anas di Blitar.
“Jangan terkesan ada perlakuan khusus. Kan dia mengadu ke Mabes Polri. Harusnya Mabes Polri saja yang mengundang yang bersangkutan,” kata Akbar. (Jimmy Radjah/Rully/Feber/Hanif S/Ant)

Anggaran Pendidikan Selayar Menjadi Lahan Pendapatan Sampingan”

Pelaksanaan Proyek DAK Pendidikan Selayar TA.2010 Dipertanyakan “

Pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khsusus Bidang Pendidikan TA 2010 di Kabupaten Kepulauan Selayar hingga saat ini di nyatakan belum rampung sesuai petunjuk tehnis dan petunjuk operasional pelaksanaannya.Termasuk proses lelang dan pengerjaan pihak ke tiga yang menggunakan anggran pusat bernilai miliaran ini belum rampung. Misalnya proses lelang pengadaan alat laboratoruium dan peraga pendidikan untuk sekolah tingkat dasar dan menengahhingga saat ini belum selesai. Malah proses lelangnya telah di ulang setelah pengumuman dibatalkan oleh panitia pemerintah kabupaten kepulauan Selayar tanpa alasaan yang jelas,ujar Sigit , koordinator Bid.Pendidikan Forum Peduli Selayar (FPS) dalam siaran persnya melalui radio selayar. Lebih lanjut disebutkan bahwa kecenderungan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran bantuan khusus dari pusat pada tahun anggaran 2010 lalu sangat kuat, baik secara tehnis maupun dalam pelaksanaannya dilapangan. Termasuk adanya kongkalikong antara pejabat perencana,pengawas dan pengusaha yang semakin kuat ketika mendapat referensi dari para pemangku kebijakan di jajaran diknas, dewan dan pihak pihak terkait. Bagaimana bisa diterima, bila anggarannya telah cair 100% tapi pelaksnaannya tidak selesai, ujar Sigit dalam keterangan persnya.

Sementara itu disebutkan oleh sumber di Kantor Dinas Pendidikan Selayar (13/7) bahwa pelaksanaan pengerjaan proyek pengadaan Buku dan alat peraga DAK Pendidikan TA 2010 lalu hingga saat ini belum rampung dilapangan oleh pihak ke rekanan pelaksana termasuk pelaporan pengawasan dan survey penyaluran buku ke sekolah-sekolah penerima diwilayah daratan dan kepulauan. Mengenai pengawasannya pihak dinas mengaku belum mendapatkan informasi tambahan namun proses pencairan anggaran telah rampung 100% kepada rekanan pelaksana. Pihak Diknas Selayar mengaku keteterdengan situasi yang ad, pasalnya pertanggungjawaban telah rampung sebagian besar dan tidak sinkron dengan fakta lapangan yang setiap saat laporanya kami terima. Mengenai adanya informasi buku illegal dan tidak sesuai juknis,memang ada masuk tapi kami belum bisa pastikan kebenarannya. Kalau informasi bahwa rekanan belum mendropp buku sesuai jumlah persekolah penerima , memang terjadi, namun rekanan minta tenggang waktu, ujar sumber di kantor diknas yang minta identitasnya tidak di publikasikan.

Dari pantauan media ini disejumlah sekolah penerima memang terjadi hal yang cukup mengherankan karena tidak satupun kepala sekolah yang mau memberi penjelasan. Ada kesan takut bila soal DAK menjadi bahan konfirmasi. Malah setiap wartawan pamit usai melakukan pemantauan dan konfirmasi untuk bahan berita, disiapkan amplop oleh sang nara sumber.

Pegawai Kejaksaan Nyambi Borong Proyek Pendidikan Miliaran Rupiah Di Selayar

Nama Pejabat Dan Pegawai Kejaksaan Terdengar Menjadi Pelaksana Proyek DAK Pendidikan 2010 Di Selayar

Dikemanakan Bantuan Buku Dan Alat Peraga DAK 2010 Dari Pusat ?

Sejumlah informasi yang diterima oleh Forum Peduli Selayar terkait bidang Pendidikan di wilayah hukum Kabupaten Kepulauan Selayar dalam tahun 2010 hingga 2011 menjadikan Bidang Pendidikan menjadi target program FPS tahun ini. Laporan dan informasi yang masuk ternyata benar adanya ujar Arsil Ihsan ketua FPS kepada wartawan. Kebenaran yang dimaksudkan adalah informasi mengenai belum tersalurnya anggaran DAK pendidikan tahun kemarin memang benar adanya. Hal ini bisa saja kami sebutkan, karena setelah kami telusuri kebenaran informasinya ke sejumlah sekolah penerima, ternyata memang masih banyak sekolah yang belum menerima buku dan alat peraga dari proyek DAK 2010, ujar Arsil. Selain itu kami juga mendapatkan keganjilan dalam proses pelaksanaan lelang ke dua paket proyek ini, dimana dalam proyek pengadaan alat peraga dilaksanakan dalam tahun 2011, sementara tahun penganggarannya tahun 2010. Selanjutnya proyek ini sempat terulang 2 kali proses lelang tanpa alasan yang jelas.
Arsil Ihsan ketua FPS menyayangkan sikap panitia terkait dan pihak pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang sangat lamban memberikan sikap tegas terhadap para pelaksana proyek pendidikan yang dinilai telah melakukan pelanggaran aturan pengadaan barang dan jasa milik pemerintah. Apalagi yang harus ditunggu bila kemudian yang menjadi korban adalah anak anak sekiolah kita. Ataukah memang benar bahwa proyek pendidikan, khususnya Dana Alokasi Khusus setiap tahunnya adalah merupakan bisnis para petinggi”? ujar Arsil yang sempat menyebutkan bahwa dalam proyek DAK pendidikan 2010 di Kabupaten Kepulauan Selayar khususnya pengadaan buku dan alat peraga dengan nilai miliaran rupiah ada nama pegawai kejaksaan dan seorang petinggi istitusi penyidikan di negeri ini. Kami punya data dan rekaman serta kami siap menyebutkan siapa siapa nama pejabat yang terlibat dalam proyek DAK pendidikan TA 2010, yang pasti bukan Bupati Selayar, kunci Arsil.

Kredit Pembangunan Depo BBM Pamatata Selayar Senilai 18 M Di Issukan Bermasalah, Pekerjaan Pembangunan Deponya JugaTerbengkalai

Setahun Berlalu, Pembangunan Depo BBM Pamatata Selayar Belum Lanjut”

by MEDIA C-INDONESIA on JUNE 21, 2011 in ARSIP SELAYAR

Hingga saat ini kelanjutan pembangunan depo BBM Pamatata di desa Tanete kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar belum terlihat ada tanda tanda akan dilanjutkan. Malah sebagian peralatan dan material yang ada di lokasi pembangunannya raib dan rusak. Sebagian lagi terlihat berserakan dilokasi pembangunan yang tak jauh dari pelabuhan feri dan lokasi pelabuhan kapal pelni.

dari informasi yang berhasil dikumpulkan serta hasil konfirmasi via phone ke Rakhmat Zaenal,Direktur Perusda Berdikari saat ini didapatkan satu kesimpulan bahwa PD Berdikari tidak terlalu terlibat jauh dalam proyek tersebut namun dibenarkan bahwa penaggungjawab PD Berdikari sebelum dirinya memang terlibat langsung pada pelaksanaannya. Termasuk saat di tanya mengenai kebenaran adanya kucuran kredit senilai 18 Miliar rupiah dari BRI ke proyek tersebut, Rakhmat tidak tahu sama sekali.

Sementara itu dari hasil pengumpulan informasi lainnya menyebutkan bahwa kredit yang dikucurkan oleh BRI sebesar 18 Miliar rupiah atas pelaksanaan pembangunan Depo BBM Pamatata mulai menuai kendala dalam proses pembayaran setiap bulannya. Terhitung dalam tahun tahun 2010 lalu sempat menunggak pembayaran beberapa bulan.

Proyek pembangunan Depo BBM yang tujuannya adalah membantu menyiapkan bbm di wilayah kabupaten kepulauan selayar hingga saat ini belum terwujud dan semakin jauh dari harapan. Beberapa pemerhati Selayar hanya berkomentar singkat saat ditanya mengenai hal ini, sekiranya pembangunan dan pengalokasian dana ke proyek tersebut dapat terwujud serta tidak menimbulkan akses negatif termasuk tidak memunculkan dugaan kasus kkn.

Anggaran Pendidikan Di Selayar Kembali Menjadi Berita Hangat

Pihak Berwajib Diminta Periksa Rekanan Pelaksana Proyek Pengadaan DAK Pendidikan 2010 Selayar

REP | 23 March 2011 | 06:1953 0 Nihil

Pelaksanaan penyaluran buku dan alat peraga DAK pendidikan Selayar 2010 belum rampung hingga saat ini penerima bantuan pengadaan buku dan alat peraga yang dananya bersumber dari Dana alokasi Khusus Bidang Pendidikan APBN 2010 di kabupaten Kepulauan Selayar belum rampung tanpa alas an yang jelas, ujar Sigit Sugiman, jurubicara Forum Peduli Selayar kepada wartawan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa FPS yang memang merupakan lembaga pengawasan dan pemantau Dunia pendidikan secara khusus telah melakukan pantauan kepada proyek bernilai miliaran ini. Sangat rentan terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran. Khususnya saat proses lelang dan proses penyiapan hingga penyalurannya. Dari hasil evaluasi FPS sejak proyek ini dilelagkan telah mendapat sorotan dan laporan dari para rekanan yang kemudian digugurkan oleh panitia, misalnya ada dugaan main mata antara pihak panitia, kepala dinas dan rekanan yang hingga saat ini kami sementara rampungkan data, rekaman dan laporan via email yang kami terima akan kami lanjutkan ke pihak kepolisian untuk dilakuka pemeriksaan. Sementara itu kami juga akan bersurat kepada pihak pemerintah mengenai waktu pelaksanaan serta permintaan ke pihak berwajib dan Inspektorat daerah untuk melakukan pengecekan semua jenis barang yang terdaftar di adakan oleh rekanan. Karena disini sangat rentan terjadi mark up harga dan pemalsuan buku serta alat peraga yang tidak sesuai spesifikasi dalam petunjuk tehnis pelaksanaan, ujar Sigit yang sempat menyebutkan bahwa ada hal yang paling secret dalam pelaksanaan Dak pendidikan tahun ini, dimana tersebut nama seorang petinggi dibalik pelaksanaan proyek ini.
Sementara itu dari hasil konfirmasi ke Dinas pendidikan nasional kabupaten Selayar menyebutkan bahwa proyek DAK Pendidikan hingga saat ini belum rampung dan juga menunggu pencairan anggaran dari kas daerah. Lebih lanjut disebutkan sumber bahwa yang banyak mengetahui proses proyek ini adalah kepala Dinas lama yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas social kabupaten Selayar yang juga terkena imbas dari proyek DAK Pendidikan ini hingga dimutasi, ujar sumber yang tidak mau di sebut namanya.

Rumah Purn.Kodim Selayar Terancam Di Bongkar Paksa

by MEDIA C-INDONESIA on JULY 17, 2011 in ARSIP SELAYAR

8 Rumah Milik Purn.Kodim Selayar Terancam Di Bongkar,Terkait Rencana Penggusuran Rumah Atas Lahan Yang Diklaim Milik Kodim Selayar

Hingga hari ini Minggu (17/7) sejumlah keluarga purnawirawan TNI masih terus melakukan upaya agar rumah mereka tidak di rubuhkan paksa oleh pihak TNI Kodim 1415 Selayar yang mengklaim bahwa lahan yang mereka banguni rumah tinggal selama ini adalah aset milik Kodim 1415.

Ny.Tanri Gauk kepada media ini menjelaskan bahwa mereka telah tinggal dan membayar pajak pbb atas lahan tersebut berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan BPN Selayar namun dirinya dan tetangganya sesama keluarga purnawirawan mengaku tetap tegang dengan ancaman penggusuran dari Dandim 1415 Selayar saat ini, yang memberi batas waktu pengosongan hingga hari Kamis 21/7 yang tinggal 3 hari lagi. Lebih lanjut Ny.Tanri Gauk menjelaskan bahwa asal kepemilikan sebidang tanah perumahan ini adalah pemberian dari Bapak H.Ali Gandong kepada 10 anggota kodim 1415 Selayar sebagai kompensasi atas keterpaksaan mereka keluar dari asrama kodim 2 yang akan dibanguni kantor BPN padatahun 1995 lalu. Dala perjalaan 10 tahun terakhir ini kami kemudian mengurus sertivikatnya dan ini bukan milik Kodim karena Pak H.Ali Gandong

saat itu bukan memberi ke Kodim. Kalau memang kami mau digusur maka tentulah kami tidak akan mampu berbuat apa apa, andai saja Bapak Kapten Tanri Gauk masih hidup (Mantan Pasi 1 Kodim 1415) mungkin tidak seperti ini kejadiannya, kita liat saja nanti !,ujarNy.Tanri menutup matanya yang berlinang air mata.

Mana mungkin kami bisa tinggalkan tempat ini dan kemana lagi kami harus mencari tempat tinggal bersama anak anak, sementara suami saya telah meninggal dunia, ujar Ny.Mustari dengan linangan air mata. Lebih lanjut Ny.Mustari menunjukkan sertifikat tanah atas sebidang tanah rumahnya yang tiba tiba di klaim sebagai milik TNI Kodim 1415 Selayar dan hanya dipinjamkan kepada suaminya almarhum. Lain lagi dengan penuturan Ny.Ahmad, saat menerima pemberian lahan pembangunan rumahnya dari H.Ali gandong karena terpaksa keluar dari asrama saat itu, Pak Ahmad yang masih aktif sebagai anggota TNI di Kodim 1415 langsung mengurus surat tanah dan kemudian memberitahukan kepada Bapak H.Ali bahwa tanah yang diberikan kepadanya telah bersertifikat dan akan dijadikan agunan kredit di BRI. Selanjutnya kredit atas agunan tanah kami ini juga diketahui oleh atasan pimpinan di kodim, sehingga tidak ada alasan tiba tiba saat ini Kodim mengklaim tanah ini sebagai asset TNI dan mau mengusir paksa kami keluar, mana perasaan pak Dandim , kami ini adalah keluarga mereka juga yang harus di lindungi bukan malah kami di zalimi kuncinya.

Dari pantauan media ini, sekitar jam 10.00 wita, setidaknya 4 anggota gagal memasang spanduk yang isinya TANAH MILIK ..DIM…………….SELAYAR……….” ………..atau setidaknya berisi peringatan terhadap pemukim di areal poros Parappa Kelurahan Benteng Kecamatan Bontoharu untuk segera mengosongkan lahan”. Spanduk peringatan ini gagal dipasang karena adanya perlawanan dari para Istri purnawirawan yang menempati lahan/lokasi dimaksud. Kejadian ini sempat menjadi perhatian warga sekitar dan terkesa memberikan dukungan moral kepada keluarga TNI yang boleh dikata telah berjasa membuka lahan hutan parappa menjadi sebuah pemukiman yang saat ini cukup ramai.Kami pasti prihatin dan akan memberikan dukungan kepada mereka, kami telah lama bertetangga di sini dan kami tahu bahwa keluarga kodim yang ada di parappa ini sangat kerap membantu kami jadi kalaupun kami dilarang oleh Lurah untuk membantu namun kami tetap akan membantu karena kebenaran, ujar Deng Siga, warga parappa. (*)

Aktivitas Bom dan Bius Ikan Di Kawasan Selayar Perlu Penanganan Bak Teroris

Suara menggelegar dari arah laut dikawasan nasional Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar hingga saat ini masih terus terlaksana oleh mereka yang kemudian di beri merek pelaku Illegal Fishing. Malah saat ini bukan saja di kawasan terlindungi tersebut namun telah merambah ke wilayah kepulauan lainnya. Belum ada pengawas dan belum ada sistem yang manjur dalam mengatasi kegiatan para nelayan ini hingga tuntas dan berhenti.
Dalam teori laporan para pengawas yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah pertahun, mungkin menuliskan bahwa nelayan Lokal Selayar saat ini telah berhenti dan mulai menyadari akibat dari menangkap ikan dengan bom dan bius, namun grafik kegiatan illegal fishing tidak menurun karena pelaku ternyata berasal dari luar wilayah Kepulauan Selayar, ini laporan yang mungkin saat ini dapat kita ketahui dan upaya yang sementara dilakukan adalah melaksanakan peningkatan aktivitas patroli yang kemudian disusul dengan bundel proposal pengadaan barangdan jasa terhadap akibat peningkatan patroli laut yang sangat membutuhkan infrastruktur boat and satelite gps sebagai kelengkapan personil dalam pelaksanaan patroli. Bila ini alasan maka tentu saja sangatlah beralasan bagi pemerintah untuk menerimanya, dan bila kemudian fasilitas tersebut kelak sangat bermanfaat bagi perkembangan kawasan dibidang lainnya. Misalnya pariwisata dan tourisme ke kawasan tersebut.
Mendengar dan menonton media-massa nasional di layar kaca terkait peledakan bom disejumlah tempat telah menjadi penyebab hilangnya nyawa manusia yang saat ini sangat diburu oleh negara. Malah negara kemudian membentuk tim khusus dalam penanganannya yang pada kesimpulan sementara,bahwa dentuman bom adalah momok yang termasuk dalam ciri dan kegiatan yang kerap dilakukan oleh mereka yang berpraktek terorisme, dan yang paling penting adalah bahwa praktek terorismelah yang paling diburu oleh negara saat ini dengan segala kemampuan tentunya. Lantas bagaimana dengan dentuman bom yang ada di kawasan nasional Takabonerate Selayar Sulawesi-selatan ? Apakah juga masuk dalam katagori praktek terorisme dan menjadi momok menakutkan yang juga diburu oleh negara ? Ataukah Perlu ada pembentukan Tim Khusus dalam penanganannya ? entahlah”.
Rate This